18 Februari 2021 In Berita

Penulis: Afrizal, Elfitra, Zuldesni

ISBN: 978-623-7763-90-1

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2021

Jumlah Halaman: 107 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis:

Dalam buku ini, penulis menyampaikan konsep konflik agraria multidimensi dan cara mengaplikasikannya untuk menganalisis dinamika konflik agraria di Indonesia. Walaupun perhatian diberikan lebih pada relevansi akademis pembicaraan aktor, isu, dan perilaku kolektif perjuangan dan mempertahankan kepentingan, alat analisis dimensi-dimensi konflik agraria ini tentu berguna pula baik bagi kalangan praktisi dan akademisi.
Untuk tujuan akademis dan praktis, pembicaraan terhadap dimensi aktor, isu, dan perilaku kolektif perjuangan serta mempertahankan kepentingan agraria berguna untuk menganalisis dan merencanakan pengelolaan dan resolusi konflik. Ketiga hal tersebut termasuk kedalam pemetaan suatu peristiwa konflik spesifik, pemetaan konflik itu merupakan langkah awal penyelesaian suatu peristiwa konflik. Konsep isu konflik berguna untuk pengidentifikasian kepentingan yang bertentangan baik struktural dan personal dan juga untuk mencari cara pemecahan kontradiksi kepentingan. Konsep perilaku dan aktor konflik berguna pula untuk analisis eskalasi konflik dan merencanakan pengelolaan dan resolusi konflik agraria.

18 Februari 2021 In Berita

Penulis: Indah Adi Putri, Ikhsan Yosarie, Dani Aswara, Krisna Febrian

ISBN: 978-623-7763-86-4

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2021

Jumlah Halaman: 232 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis:

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”

–Pramoedya Ananta Toer

Para penulis di buku ini lahir dan tumbuh dari rahim dan lingkungan yang sama, yakni jurusan Ilmu Politik Universitas Andalas. Sedari awal perkuliahan, melalui bacaan maupun diskusi, kutipan kata-kata Pram tersebut selalu membekas bagi kami. Bagaimana tidak, latar belakang pendidikan yang kami tempuh, yakni Ilmu Politik, pada dasarnya mewajibkan kami untuk senantiasa berfikir untuk masyarakat, untuk kebajikan, dan untuk kebermanfaatan sesama. Sehingga, bayangkan jika apa yang kami fikirkan itu hanya tercurah di ruang kuliah dan pada jam kuliah? Betapa merugi dan mubazirnya. Karena siapa yang bisa menjamin, bahwa apa yang kami fikir tersebut tidak berguna untuk masyarakat secara luas? Tentu tidak ada. Toh kami juga berfikir dan berargumen di ruang kuliah tersebut bukan sekedar untuk mandapat nilai yang tinggi. Namun untuk melatih otak agar senantiasa berfikir dan bergagasan. Cara pandang inilah yang kami anggap linear dengan kata-kata Pram diatas, sehingga menjadi dasar kami terus menuliskan fikiran.

Pada dasarnya, tema tulisan di buku ini, yakni Keamanan Manusia, Demokrasi Siber, Gender, dan Pemilu merupakan pengembangan dari apa yang kami pelajari di kampus. Di kampus, tema-tema ini cukup terbatas kami dapati, terutama soal Keamanan Manusia dan Demokrasi Siber. Namun jika difikir-fikir, tentu wajar, mengingat kampus tidak mengajarkan kita semua persoalan. Bagi kami, kampus, terutama Jurusan Ilmu Politik Unand, mengajarkan hal yang lebih substantif, yakni kemauan dan semangat untuk terus belajar, membaca, dan mengembangkan diri. Para dosen pun juga dengan senang hati untuk berdiskusi dan menyupport. Sehingga, lingkungan dan mindset inilah yang mendorong kami untuk terus menulis dan memilih fokus kajian. Dan buku ini menjadi bagian kecil dari perjalanan kami dalam konteks pemfokusan diri dalam satu fokus kajian masing-masing.

Selain kutipan Pram tadi, semangat verba volant, scripta manent yang berarti sesuatu yang hanya diucapkan akan hilang bersama angin, tapi yang tertulis akan abadi, juga menjadi pendorong pembuatan buku ini. Buku ini berisi kumpulan artikel opini yang dimuat di media lokal dan nasional, serta karya tulis ilmiah yang dijadikan satu-kesatuan dan dibagi kedalam beberapa chapter. Dalam buku ini, disajikan pelbagai pembahasan terhadap fenomena, baik yang bersifat lokal (Sumatera Barat) maupun nasional, berkaitan dengan keamanan manusia (human security), demokrasi siber (cyber democracy), gender, dan pemilihan umum. Puluhan artikel yang terbit baik media lokal maupun nasional tersaji menggambarkan isu-isu terkini seputar kompleksitas demokrasi dan HAM.