18 Agustus 2026 In Berita

Penulis : Ns. Leni Merdawati, S.Kep., M.Kep., Ph.D | Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B(K) Onk | Ns. Yelnia Tetrianti, S.Kep., M.Kep  

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 220 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Sebagai klinisi yang menangani pasien kanker payudara secara langsung, saya menyaksikan bahwa mual dan muntah akibat kemoterapi masih menjadi tantangan signifikan dalam keberlangsungan terapi. Gejala ini tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga memengaruhi kesiapan psikologis, kepatuhan terhadap terapi, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Pendekatan farmakologis telah berkembang pesat, namun dalam praktiknya masih diperlukan strategi pendukung yang aman, efektif, dan berbasis bukti untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Integrasi intervensi nonfarmakologis seperti akupresur dan terapi musik menjadi salah satu pendekatan yang menjanjikan dalam praktik klinis modern.

24 Juli 2026 In Berita

Penulis : Wirsma Arif Harahap 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 230 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Insiden kanker payudara menunjukkan variasi geografis yang mencerminkan interaksi kompleks pola reproduksi, paparan hormonal, skrining, dan tingkat sosial ekonomi.1 Tingkat insiden secara global terkonsentrasi pada negara maju seperti Australia dan Selandia Baru (95,5 per 100.000), Eropa Barat (90,7 per 100.000), dan Amerika Utara (89,4 per 100.000).1 Program skrining telah beberapa dekadae dilaksanakan pada negara ini dengan menggunakan mamografi secara masal dan mampu meningkatkan angka deteksi dini kasus. Sebaliknya, tingkat insiden terendah terjadi pada negara dengan sumber daya terbatas seperti Asia Selatan-Tengah (26,2 per 100.000), Afrika Tengah dan Timur (33 per 100.000), dan Amerika Tengah (39,5 per 100.000).1
Proyeksi demografis menunjukkan bahwa kasus kanker payudara global akan mencapai sekitar 2.964.197 pada tahun 2040, merupakan peningkatan 31% dari tahun 2020.2 Yang lebih mencolok, pada tahun 2050, beban global diproyeksikan melebihi 6 juta kasus baru setiap tahun, dengan Asia menyumbang sebagian besar dari kasus-kasus ini.3