Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Prof. Dr. apt. Yufri Aldi, M.Si | Prof. Dr. apt. Salman, M.Si | Dr. Apt. Hansen Nasif, S.Si., Sp.FRS | Dr. apt. Meri Susanti, S.Si., M.Farm | Dr.apt. Dwisari Dillasamola, M.Farm | Rezy Mulya Budiman, S.Farm | Asshiddiqie Hanif, S.Farm | Yudistio Arnoza, S.Farm | Vika Permata Gustam, S.Farm
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 137 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Keanekaragaman hayati yang beragam menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi penghasil bahan obat alam. Bahan obat alam yang paling banyak dimanfaatkan umumnya berasal dari tanaman atau biasa disebut sebagai Tanaman Obat (TO). Pengetahuan tentang tanaman obat dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan merupakan warisan nenek moyang secara turun- temurun yang berdasarkan pengalaman, pengetahuan dan keterampilan (1).
Salah satu tanaman obat yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat adalah mengkudu (Morinda citrifolia L.) (2). Tanaman tropis ini telah digunakan sebagai bahan pangan dan obat tradisional sejak diperkenalkan oleh bangsa Polinesia ke kawasan Asia Tenggara sekitar 2.000 tahun yang lalu (3). Berbagai bagian tanaman mengkudu, seperti buah, akar, daun, dan kulit batang, telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, antara lain infeksi, peradangan, gangguan metabolik, serta gangguan pada sistem respirasi (4). Di antara bagian tanaman tersebut, buah mengkudu diketahui mengandung beragam senyawa bioaktif, terutama senyawa fenolik yang berperan sebagai mikronutrien penting (5). Beberapa senyawa yang telah diidentifikasi meliputi damnacanthal, scopoletin, morindaone, alizarin, aucubin, nordamnacanthal, rubiadin, serta senyawa antrakuinon lainnya (6). Di antara senyawa-senyawa tersebut, scopoletin merupakan salah satu komponen utama dengan kadar berkisar antara 0,44-0,51% pada ekstrak etanol buah mengkudu (7), yang diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis. Scopoletin diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, hepatoprotektif, antihiperlipidemia, serta memiliki aktivitas imunomodulator (8), termasuk menurunkan kadar IgE pada reaksi hipersensitivitas tipe I (9).
Penulis : Fadrian
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 220 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Buku ini disusun sebagai bentuk kontribusi ilmiah dan praktis dalam mendukung penggunaan antibiotik yang rasional, efektif, dan berbasis bukti di lingkungan rumah sakit. Materi dalam buku ini merupakan hasil telaah literatur, pengalaman klinis, serta penelitian yang berkaitan dengan tatalaksana infeksi dan strategi pemilihan antibiotik pada berbagai kondisi klinis pada lingkup rumah sakit.
Penulis : Prof. Dr. apt. Elidahanum Husni, M.Si | apt. Suryati, M.Sc, Ph.D | Prof. apt. Dachriyanus, Ph.D | apt. Hafizatul Hidayah, S.Farm | apt. Dita Olenda Harefa, S.Farm | apt. Dean Pavvellin, S.Farm | apt. Cahayu Putri N, S.Farm | apt. Fauzia Husna, M.Farm
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 125 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Buku berjudul “Minyak Atsiri Dari Citrus Spesies” ini membahas secara ringkas namun komprehensif mengenai berbagai jenis tanaman Citrus sebagai penghasil minyak atsiri, meliputi karakteristik, teknik pengolahan, serta potensi aktivitas biologisnya. Kami berharap buku ini dapat menjadi referensi dan menambah wawasan bagi pembaca, khususnya di bidang farmasi, kesehatan, dan pengembangan bahan alam.
Penulis : Febriyenti
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2025
Jumlah Halaman: 157 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Liposom pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh Dr. Alec Douglas Bangham pada awal tahun 1960-an. Liposom merupakan vesikel sferis buatan yang terdiri dari satu atau lebih bilayer fosfolipid yang mengelilingi ruang berisi air. Struktur ini menyerupai membran biologis dan mampu mengenkapsulasi zat aktif baik yang bersifat hidrofilik (di dalam inti berair) maupun hidrofobik (di dalam bilayer lipid), menjadikannya sebagai alat penghantaran obat yang sangat fleksibel. Studi awal mengenai struktur membran sel dan model vesikel memberikan dasar teoritis yang kuat bagi pengembangan sistem penghantaran berbasis lipid. Penerapan liposom dalam formulasi farmasi, seperti Doxil®, telah membuka jalan bagi strategi pengobatan yang lebih selektif, aman, dan efektif. Di bidang bioteknologi, kemampuannya untuk membawa enzim, gen, dan bahkan vaksin menjadikannya alat serbaguna yang merevolusi terapi modern, termasuk kontribusi pentingnya dalam pengembangan vaksin mRNA COVID-19.
Perkembangan mutakhir, seperti liposom bertarget, responsive release systems, dan theranostics, menandakan bahwa teknologi ini tidak hanya berevolusi secara teknis, tetapi juga menyatu dalam paradigma baru pengobatan. Tantangan dalam proses produksi seperti kestabilan, skala produksi, dan biaya, diatasi melalui kolaborasi lintas disiplin dan pendekatan berbasis teknologi canggih seperti AI dan rekayasa biomolekuler.