Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Daratullaila Nasri
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 105 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Minangkabau merupakan salah satu wilayah di Nusantara yang memiliki naskah kuno (manuskrip) yang sangat signifikan, baik dari segi jumlah maupun keragaman isinya. Sejumlah penelitian filologis menunjukkan bahwa naskah Minangkabau mencapai ribuan eksemplar yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera Barat. Prof, Pramono, seorang filolog dari Universitas Andalas menyebutkan bahwa 1.235 telah berhasil didigitalkan, sementara sekitar seribuan lainnya telah melalui restorasi sebagai upaya pelestarian (wawancara lisan, 2026). Temuan ini sejalan dengan hasil inventarisasi sebelumnya yang mencatat bahwa koleksi naskah Minangkabau tidak hanya berada dalam institusi formal, tetapi juga tersebar luas di tengah masyarakat sebagai koleksi pribadi yang diwariskan secara turun-temurun. Hal itu memperlihatkan bahwa tradisi literasi sosial ini hidup di ruang sosial, bukan semata-mata di lembaga arsip formal (Susena, 2013).
Secara geografis dan institusional, naskah-naskah Minangkabau tersebar di beberapa tempat, baik di dalam maupun di luar negeri. Di Indonesia, koleksi tersebut dapat ditemukan di Perpustakaan nasional republik Indonesia, Museum Adiyawarman, Lembaga kearsipan daerah, Minangkabau Corner di Universitas Andalas, SURI, dan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol. Selain itu, pusat dokumentasi budaya seperti Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) juga menjadi ruang penyimpanan dan kajian naskah-naskah tersebut. Di luar negeri, jumlah naskah yang cukup besar tersimpan di perpustakaan-perpustakaan di Belanda, Jerman, Inggris, sebagai konsekuensi dari sejarah kolonial dan aktivitas pengumpulan naskah oleh orientalis. Menariknya, selain lembaga formal, surau-surau tradisional di Minangkabau juga berfungis sebagai pusat produksi sekaligus penyimpanan naskah, yang dalam konteks filologi dapat disebut sebagai scriptorium lokal (Susena, dkk., 2013). Bahkan, beberapa studi menemukan ratusan naskah tersimpan di surau tertentu, menegaskan bahwa peran institusi keagamaan dalam transmisi pengetahuan (Pramono, 2015)
Penulis : Asrinaldi
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 214 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Buku ini merupakan kumpulan refleksi akademik yang lahir dari kegelisahan intelektual penulis dalam memahami dinamika demokrasi Indonesia, khususnya ketika dilihat dari perspektif identitas sosial dan budaya masyarakat Minangkabau. Dalam perjalanan penelitian dan penulisan yang cukup panjang, penulis semakin menyadari bahwa demokrasi tidak pernah berdiri di ruang hampa, melainkan selalu berinteraksi dengan nilai, norma, dan identitas budaya yang hidup dalam masyarakat.
Penulis: Prof. Dr. Afrizal, M.A, Zuldesni, M.A, Fendi Agus Syaputra, M.Sos, Indah Sari Rahmaini, M.A, Indeska Putra, M.Sos, Faiz Badridduja, M.A
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2024
Jumlah Halaman: 64 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Buku ini ditulis untuk meneruskan dan mendalami kelestarian sistem pemilikan dan penguasaan tanah masyarakat Minangkabau dalam masyarakat kekinian yang sistem pemilikan tanah individual menguat. Sistem pemilikan tanah, termasuk sistem pewarisan tanah, terkait kuat dengan sistem kekerabatan matrilineal yang dianut dan dibanggakan oleh orang Minangkabau
Penulis: Haiyyu Darman Moenir, Abdul Halim. Editor : Maryam Jamilah, Ilham Havifi
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2022
Jumlah Halaman: 58 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Dalam konteks diplomasi, kemampuan orang Minangkabau dalam diplomasi memiliki rekam jejak yang luar biasa, ini dibuktikan dengan banyaknya diplomat dari Minangkabau yang berhasil membantu Indonesia dalam memperjuangkan kedaulatan Indonesia selama kemerdekaan, seperti Mohammad Hatta (1902), Sutan Sjahrir (1909), Muhammad Natsir (1908), H. Agus Salim (1884).