27 Oktober 2026 In Berita

Penulis : Yuliandre Darwis, Ismail Sualman, Noviy Hasanah, Arghita Aricindy, Yulkardi, Yunarti, Adam Ibnu Aulia, Billy Febrima Hidayat, Yunarti, Maskota Delfi,                   Yulkardi, Sidarta Pujiraharjo, Ana Fitriana Poerana, Dewi Noor Azijah, Elva Ronaning Roem, S. Bekti Istiyanto, Sarmiati, Winda Vanisya

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 139 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Konflik Gaza, yang kembali terjadi pada Oktober 2023 setelah serangan besar-besaran Hamas di wilayah Israel, telah membuka babak baru dalam sejarah peperangan modern. Respons militer Israel selanjutnya telah menyebabkan kerusakan besar di Jalur Gaza dan kematian puluhan ribu warga sipil. Namun, di luar medan perang fisik, perang lain sedang berlangsung—perang informasi dan narasi di dunia digital. Di ruang virtual ini, kebenaran, propaganda, dan emosi bercampur membentuk gambaran tentang siapa aktor moral, korban, dan pemenang konflik tersebut (Allan & Zelizer, 2023).
Era digital telah mengubah sifat komunikasi konflik. Jika di era sebelumnya informasi dikendalikan oleh kantor berita internasional seperti Reuters atau The Associated Press, kini media sosial memungkinkan siapa pun menjadi penyampai informasi. Rekaman langsung serangan, jenazah anak-anak, dan penghancuran rumah sakit disiarkan langsung ke seluruh dunia melalui smartphone dan merupakan unsur kunci dalam membentuk narasi global. Fenomena ini telah memunculkan istilah baru yang menarik perhatian para akademisi komunikasi — narasi perang digital (Hoskins, 2022).
Menurut Hoskins (2010), peperangan kontemporer bukan lagi sekadar bentrokan senjata, melainkan juga perebutan kendali atas makna. Dalam konteks Gaza, setiap gambar dan video yang disebarluaskan membawa pesan politik implisit: siapa yang menindas, siapa yang tertindas, dan siapa yang harus didukung. Narasi digital ini telah menjadi alat strategis untuk meraih simpati publik internasional, memobilisasi solidaritas, dan menekan pemerintah dunia melalui opini publik global.
Selain itu, peran algoritma platform digital juga memperkuat efek penyebaran emosi. Konten yang dramatis dan tragis seringkali menjangkau lebih luas, sementara laporan analitis atau netral tenggelam dalam lautan data. Situasi ini menunjukkan bagaimana logika komersial platform dapat memperkuat bias emosional dan membentuk "ekologi informasi" yang tidak seimbang (Bakir & McStay, 2018).

21 Agustus 2026 In Berita

Penulis : Robi Jaya Putra, S.Pd, M.I.Kom, CPR | Dr. Yesi Puspita, M.Si. CPPS  

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 232 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Komunikasi adalah salah satu bagian terpenting dari kehidupan manusia. Sejak awal sejarah manusia, orang telah menggunakan suara mereka untuk berkomunikasi, berbagi ide, bercerita, memberikan instruksi, dan membangun hubungan. Bahkan ketika teknologi telah mengubah hampir setiap aspek cara kita hidup dan bekerja, suara manusia tetap menjadi salah satu alat paling ampuh yang kita miliki. Di dunia saat ini, kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas dan efektif melalui suara lebih penting dari sebelumnya.
Komunikasi modern datang dalam berbagai bentuk. Kami mengirim email, memposting di media sosial, menulis laporan, dan menggunakan aplikasi percakapan setiap hari. Tetapi terlepas dari semua bentuk komunikasi tertulis ini, suara itu masih memiliki tempat khusus. Ketika kita mendengar seseorang berbicara, kita tidak hanya menerima kata-kata, kita juga mendengar emosi, kepercayaan diri, dan kepribadian. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat digantikan oleh teks saja sepenuhnya. Baik itu manajer yang memberikan instruksi, guru yang menjelaskan konsep, politisi yang menyampaikan pidato, atau pembuat konten yang berbicara dengan audiens mereka di YouTube, suara selalu menjadi pusat bagaimana pesan disampaikan dan diterima.
Bagian ini mengeksplorasi peran suara dalam komunikasi modern. Ini membahas mengapa suara itu penting, bagaimana ia berkembang di era digital, dan apa yang membuat komunikasi vokal begitu berbeda dan begitu kuat dibandingkan dengan bentuk komunikasi lainnya. Memahami ide-ide ini adalah landasan yang sangat penting sebelum kita masuk lebih dalam ke keterampilan berbicara di depan umum.

21 Juli 2026 In Berita

Penulis : Dr. M.A. Dalmenda, S.Sos, M.Si | Dr. Yuliandre Darwis, M.Mass.Com., Ph.D | M. Fedro Syafiola, S.Sos., M.Sos 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 229 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Buku Komunikasi Politik dalam Sistem Adat Minangkabau ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik yang memperkaya khazanah ilmu komunikasi politik sekaligus membuka wawasan baru mengenai pentingnya kearifan lokal dalam membangun sistem komunikasi yang demokratis, inklusif, dan berakar pada budaya. Melalui kajian yang komprehensif, buku ini tidak hanya menjelaskan konsep dan teori komunikasi politik, tetapi juga mengintegrasikannya dengan praktik nyata dalam kehidupan masyarakat Minangkabau yang sarat nilai, simbol, dan tradisi. Dengan demikian, buku ini dapat menjadi referensi penting bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, serta siapa saja yang memiliki ketertarikan terhadap dinamika komunikasi politik berbasis budaya lokal, sekaligus mendorong upaya pelestarian dan pengembangan sistem adat sebagai kekuatan sosial di tengah arus perubahan zaman.

02 Jun 2026 In Berita

Penulis : Elva Ronaning Roem dan Winda Vanisya 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 202 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah berkomunikasi dalam ruang hampa. Setiap kata, gestur, ekspresi, dan simbol yang digunakan selalu terikat pada nilai, norma, dan makna budaya tertentu. Perbedaan latar belakang budaya sering kali memengaruhi cara orang menafsirkan pesan, membangun relasi sosial, dan membentuk identitas diri. Ketika perbedaan ini tidak disadari, komunikasi justru dapat menjadi sumber kesalahpahaman, stereotip, dan konflik sosial. Oleh karena itu, pemahaman tentang hubungan erat antara komunikasi dan budaya menjadi semakin penting, baik dalam interaksi interpersonal, kehidupan bermasyarakat, maupun dalam konteks global yang semakin saling terhubung.

Halaman 1 dari 2