Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis: Lucky Zamzami
ISBN: 978-623-6234-02-0
Bahasa: Inggris
Cetakan: Pertama, 2021
Jumlah Halaman: 197 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis:
Indonesia as the largest archipelagic state has a wealth of marine ecosystem and biodiversity. Besides its ecological function, the potential marine resource is an important factor in improving the indigenous economy in the fishing communities, and even it could be used as a source of the future welfare of people. The Indonesian government has committed to establish marine conservation areas, each of which has an important role in supporting local sustainable fishery management and human resources having the local wisdom. To study such issues and their concerns demonstrates that some activities for the marine resource conservation management are major parts of the fishermen's strategy for the poverty reduction at the coastal communities. At the village of South Tiku as research location, the various forms of activities concerning marine and coastal resource conservation are carried out by local fishermen, whose behaviours are always based on the value and culture of their local wisdom. This book would predict the further necessity of future marine resource conservation along the Tiku coast, which could improve the balance between marine resource conservation goals and poverty Alleviation outcomes.
Penulis: Ellidahanum Husni
ISBN: 978-623-6234-01-3
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2021
Jumlah Halaman: 63 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis:
Buku ini terdiri dari lima bab, dimana pada bagian pertama dimulai dengan Pendahuluan yang menguraikan tentang latar belakang dan tujuan dari penelitian tentang Isolasi Kandungan Karakterisasi Simplisia Dan Esktrak Kulit Batang Bintangor Serta Uji Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Kulit Batang Bintangor (Calophyllum soulattri Burm. f.) Dengan Metode MTT Assay, kemudian dilanjutkan dengan Tinjauan Pustaka mengenai tumbuhan Calophylum soulattri Burm.f) dari berbagai sumber Pustaka dan laporan penelitian. Bagian ketiga membahas tentang metode penelitian Calophyllum soulattri Burm. f., disusul dengan pembahasan hasil penelitian dan ditutup dengan kesimpulan dan saran. Maksud penerbitan buku ini adalah sebagai luaran tambahan penelitian Percepatan Guru Besar dengan No. Kontrak 9/UN.16.17/PP.PGB/LPPM/2018 dan untuk membantu mahasiswa farmasi yang akan dan sedang melaksanakan penelitian dalam topik karakterisasi simplisia/ekstrak dan uji aktivitas sitotoksik tumbuhan Callophylum.
Penulis: Mulyanti Roberto Muliantino
ISBN: 978-623-6234-00-6
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2021
Jumlah Halaman: 67 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis:
Fatigue sering dimanifestasikan sebagai bentuk keadaan atau perasaan yang tidak menyenangkan, kehilangan energi karena ketidakmampuan untuk melakukan upaya fisik atau intelektual. Hal ini sering terjadi pada pasien dengan masalah penyakit kardiovaskular, terutama pada pasien gagal jantung dan penyakit arteri koroner. Fatigue meliputi dimensi fisik (pysical fatigue) dan mental (mental fatigue). Buku ini menjelaskan keluhan dan gejala fatigue/ keletihan yang terjadi pada pasien dengan gangguan kardiovaskular beserta patofisiologi terjadinya fatigue. Buku ini juga dilengkapi dengan asuhan keperawatan untuk masalah fatigue, yang terdiri dari pengkajian, penegakan diagnosis, penentuan intervensi keperawatan dan luaran serta kriteria hasil yang akan dicapai, yang mengacu kepada SDKI, SIKI dan SLKI. Sehingga buku ini aplikatif untuk digunakan sebagai pedoman dalam mengelola pasien gangguan kardiovaskular dengan masalah fatigue. Dalam buku ini juga disajikan beberapa instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur atau mengkaji fatigue/keletihan yang dialami pasien.
Penulis: Wahyu Pramono, Dwiyanti Hanandini, Aziwarti
ISBN: 978-623-7763-99-4
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2021
Jumlah Halaman: 189 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis:
Besarnya jumlah penduduk yang bekerja di sektor informal disebabkan oleh penyerapan sektor formal sebagai upaya untuk menciptakan pekerja yang lebih sejahtera masih jalan ditempat. Potret penyerapan tenaga kerja pun saat ini masih sangat sedikit. Jumlah pekerja di sektor informal lebih besar dibandingkan dengan jumlah pekerja di sektor formal. Sektor informal merupakan sektor ekonomi yang lebih dulu berkembang dari pada sektor formal. Keberadaan sektor informal merupakan cikal bakal berkembangnya sektor formal karena perkembangan organisasi produksi yang lebih terorganisir. Secara teoritis sektor informal sudah ada sejak manusia berada di dunia. Fenomena ini terlihat dari kemampuan manusia untuk mencukupi kebutuhan sendiri melalui kerja mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Manusia pada awalnya menunjang kehidupannya melalui lapangan kerja yang diciptakan sendiri dan dikerjakan sendiri atau self-employed. Akan tetapi penghargaan terhadap sektor informal sebagai bentuk usaha masyarakat secara mandiri masih kurang diberikan, penggusuran dan penertiban masih mewarnai kebijakan yang dilakukan oleh pemrintah kota terhadap pedagang kaki lima.