29 Juli 2026 In Berita

Penulis : Rini Elisia, S.Pt., MP | Dr. Annisa, S.Pt | Dr. Malikil Kudus Susalam, S.Pt., MP | Refika Komala, S.Pt., MP | Ir. Maiyontoni, MP 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 245 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Setiap kali kita menyantap semangkuk bakso, segelas susu, atau sepiring nugget ayam, kita sesungguhnya sedang menikmati hasil akhir dari sebuah rantai panjang yang disebut agroindustri peternakan. Rantai ini dimulai dari peternak yang membesarkan sapi atau ayam, berlanjut ke rumah potong hewan, pabrik pengolahan, hingga jaringan distribusi yang mengantarkan produk ke meja makan konsumen. Tanpa disadari, hampir seluruh aktivitas ekonomi di sekitar produk peternakan—mulai dari pakan, obat hewan, pemotongan, pengolahan, sampai pengemasan—merupakan bagian dari satu sistem besar yang saling terkait.
Indonesia, dengan populasi penduduk lebih dari 280 juta jiwa dan tingkat konsumsi protein hewani yang terus meningkat, memiliki pasar agroindustri peternakan yang sangat besar sekaligus tantangan yang tidak sederhana. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Peternakan dalam Angka 2025 mencatat bahwa populasi ayam di Indonesia mencapai sekitar 3,92 miliar ekor, populasi sapi potong sekitar 12,12 juta ekor, dan populasi kerbau sekitar 755 ribu ekor. Skala populasi ternak sebesar ini hanya dapat dikelola secara efisien melalui sistem agroindustri yang terorganisasi, bukan sekadar aktivitas beternak secara tradisional dan terpisah-pisah.
Bab ini mengajak mahasiswa untuk memahami agroindustri peternakan bukan sebagai satu bidang usaha yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian integral dari sistem agribisnis yang lebih luas. Pemahaman ini menjadi fondasi penting sebelum mahasiswa mempelajari topik-topik lanjutan seperti tantangan dan peluang pengembangan, karakteristik bahan baku, teknologi produksi, hingga manajemen agroindustri pada bab-bab selanjutnya. Relevansi bab ini terhadap CPMK-1 terletak pada perannya sebagai pintu masuk konseptual: mahasiswa harus terlebih dahulu memahami definisi, ruang lingkup, dan kedudukan agroindustri peternakan sebelum mampu menganalisis persoalan yang lebih kompleks di bab-bab berikutnya.

02 Jun 2026 In Berita

Penulis : Wenny Surya Murtius 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 237 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan merupakan salah satu tantangan sekaligus peluang terbesar yang dihadapi oleh negara-negara agraris, termasuk Indonesia. Sebagai negara dengan kekayaan biomassa yang melimpah, Indonesia menghasilkan limbah agroindustri dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya, baik dari sektor pertanian, perkebunan, maupun industri pengolahan hasil. Limbah tersebut, yang selama ini kerap dipandang sebagai residu yang tidak bernilai, pada kenyataannya menyimpan potensi yang sangat besar untuk dikonversi menjadi berbagai produk bernilai tambah tinggi. Dalam konteks inilah, konsep valorisasi limbah agroindustri menjadi semakin relevan dan strategis.
Valorisasi limbah agroindustri merupakan pendekatan ilmiah dan teknologi yang bertujuan untuk mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga pada optimalisasi pemanfaatan seluruh komponen biomassa melalui integrasi berbagai proses konversi. Dalam praktiknya, valorisasi limbah erat kaitannya dengan konsep biorefinery, di mana biomassa diolah secara terintegrasi untuk menghasilkan bioenergi, biokimia, dan biomaterial secara simultan atau berurutan. Pendekatan ini mencerminkan transformasi paradigma dari sistem linear menuju sistem sirkular yang lebih efisien dan berkelanjutan.