21 Agustus 2026 In Berita

Penulis : Ana Fitri Ramadani  

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 147 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Pertumbuhan penduduk juga berpengaruh terhadap perubahan administrasi kota. Salah satu contoh adalah penelitian Milone, membahas mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perubahan sistem administrasi kota di Indonesia dengan membandingkan hasil sensus penduduk tahun 1930 dan 1961. Berikutnya adalah buku yang ditulis oleh Gusti Asnan berjudul Pemerintahan Sumatera Barat dari VOC hingga Reformasi. Buku tersebut membahas mengenai sejarah administrasi pemerintahan di Sumatera Barat. Sungguh pun pembahasan buku tersebut lebih mengarah kepada sejarah pemerintahan di Sumatera Barat, tetapi tidak melihat mengenai perubahan administrasi pemerintahan terhadap perkembangan kota.
Permasalahan perubahan administrasi pemerintahan menjadi satu hal yang menarik untuk dibahas dalam penulisan sejarah kota, sama seperti yang terjadi pada kota Payakumbuh. Payakumbuh yang merupakan salah satu kota di dataran tinggi Sumatera Barat, memiliki keunikan dalam sistem administrasi pemerintahan selama hampir 30 tahun lebih. Payakumbuh di samping berkedudukan sebagai sebuah kotamadya juga merangkap sebagai ibukota dari Kabupaten Limopuluah Koto. Posisi istimewa tersebut berakar pada sejarah kota tersebut, yang merupakan bagian dan pusat pemerintahan dari Afdeeling Limopuluah Koto.
Nas dan Martin mengemukakan bahwa Pemerintah Kolonial Belanda yang menjadikan Payakumbuh sebagai sebuah kota. Payakumbuh dikembangkan dengan melibatkan ke-13 kelarasan yang terdapat di Afdeeling Limopuluah Koto. Pemerintah Kolonial Belanda mengembangkan Nagari Koto nan Gadang dan Nagari Koto nan Ampek menjadi daerah kota Payakumbuh dan sebagai pusat administrasi dari pemerintah Afdeeling Limopuluah Koto.

18 Agustus 2026 In Berita

Penulis : Kurnia Warman | Titin Fatimah | Beni Kurnia Illahi | Sucy Delyarahmi | Muhammad Kevin Yades  

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 151 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Reforma Agraria Berbasis Hukum Adat pada Sempadan Pantai dan Wilayah Pesisir di Sumatera Barat” ini dapat disusun dan diselesaikan dengan baik. Reforma agraria merupakan agenda strategis dalam mewujudkan keadilan sosial, kepastian hukum, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Dalam konteks wilayah pesisir dan sempadan pantai, persoalan agraria tidak hanya berkaitan dengan penguasaan dan pemanfaatan tanah, tetapi juga bersinggungan erat dengan hak-hak masyarakat hukum adat yang secara turun-temurun telah hidup dan mengelola wilayah tersebut.

02 Jun 2026 In Berita

Penulis : Dr. Apt. Dwisari Dillasamola, M.Farm., Apt | Muhammad Riyadz Aqsha, S.Farm 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 270 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas yang memiliki kekayaan flora luar biasa, termasuk beragam tumbuhan yang berpotensi sebagai obat. Keanekaragaman hayati ini didukung oleh kondisi geografis dan iklim tropis yang memungkinkan berbagai jenis tanaman tumbuh subur sepanjang tahun. Hutan tropis Indonesia menjadi habitat bagi ribuan spesies tumbuhan, banyak di antaranya belum sepenuhnya diteliti dan memiliki potensi besar dalam pengembangan obat herbal maupun modern. Kekayaan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat sumber daya genetik penting di dunia.
Sejak dahulu, masyarakat Indonesia telah memanfaatkan tanaman di sekitarnya untuk menjaga kesehatan dan mengobati berbagai penyakit. Pemanfaatan tersebut dilakukan secara sederhana, seperti melalui rebusan, tumbukan, atau ramuan tradisional yang dikenal luas sebagai jamu. Praktik ini tidak hanya didasarkan pada pengalaman empiris, tetapi juga pada pengamatan terhadap efek tanaman terhadap tubuh. Seiring waktu, penggunaan berkembang menjadi bagian dari sistem pengobatan tradisional yang terus digunakan hingga saat ini, baik di pedesaan maupun perkotaan.

02 Jun 2026 In Berita

Penulis : Dr. Elly Delfia, S.S., M.Hum 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 277 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Bahasa tidak hanya digunakan sebagai tuturan manusia, tetapi juga sebagai representasi dari realitas sosial. Saussure (1988) menyatakan bahwa bahasa adalah institusi sosial yang menggunakan sistem tanda untuk mengungkapkan gagasan secara alami dan bahasa merupakan tanda terpenting di antara sistem tanda lainnya. Bahasa adalah sistem tanda yang berfungsi sebagai sumber makna atau sistem realisasi makna melalui bentuk-bentuk linguistik yang terhubung dengan sistem sosial budaya.
Halliday menggambarkan relasi bahasa dengan realitas sosial dalam konsep sistem semiotika sosial yang dijabarkan dalam tradisi linguistik fungsional sistemik (Halliday, 1978). Linguistik fungsional sistemik (selanjutnya disingkat LFS) membicarakan bahasa sebagai simbol semiotika sosial yang secara hierarkis terdiri atas grafologi/fonologi, gramatika, semantik, register, genre, dan ideologi (Halliday dan Hasan, 1989). Halliday juga menyatakan bahwa pada tingkat struktur yang lebih abstrak, bahasa dibicarakan secara ekslusif (lebih atau kurangnya) karena teori fungsional bahasa, bahkan tata bahasa dapat dilihat sebagai struktur atau bentuk sosial (Halliday, 1978). Bahasa tidak hanya dibicarakan pada sebatas struktur internal atau struktur teks, tetapi juga struktur eksternal. Stuktur eksternal bahasa dalam LFS disebut dengan konteks (Halliday dan Hasan, 1985; 1989; 1991; 1992).
Pemikiran Halliday tentang konteks terinspirasi dari antropolog, Bronislaw