Admin Uapress

Admin Uapress

Quis fringilla quis cursus urna sed sed velit nunc metus condimentum. Et pretium nec magna eros id commodo ligula Phasellus Curabitur wisi. Lacus elit lorem ridiculus vitae tempus eget nibh ut risus et.
13 Juli 2026

Penulis : Pramawahyuni, Ikhwan Arief 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 201 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Dalam era informasi saat ini, data adalah aset paling berharga bagi organisasi. Namun, data yang tidak terorganisir hanyalah tumpukan "sampah" digital yang membebani penyimpanan. Sistem Basis Data (Database Systems) hadir sebagai solusi untuk mengubah tumpukan data tersebut menjadi informasi yang terstruktur, aman, dan bernilai.
Bagian I ini adalah fondasi dari seluruh mata kuliah. Di sini, mahasiswa tidak akan langsung menulis kode program. Sebaliknya, mahasiswa akan belajar berpikir sebagai seorang arsitek data. Pembahasan dimulai dengan filosofi peralihan perangkat lunak modern dari penyimpanan file tradisional ke sistem basis data, memahami arsitektur DBMS (Database Management System), dan mempelajari pemodelan realitas dunia nyata ke dalam diagram logis.
Pembahasan pada bagian ini dimulai dengan memahami latar belakang evolusi pengelolaan data, khususnya peralihan dari sistem penyimpanan berbasis file tradisional menuju pendekatan berbasis basis data yang lebih terstruktur dan terintegrasi. Selanjutnya, mahasiswa akan diperkenalkan pada konsep dasar dan arsitektur Database Management System (DBMS), termasuk komponen, fungsi, serta peranannya dalam sistem informasi modern.

13 Juli 2026

Penulis : Pramono | Masykur Syafruddin | Hermansyah 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 226 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Manuskrip dalam tradisi Islam Melayu-Nusantara tidak pernah hadir hanya sebagai wadah teks. Ia adalah artefak budaya yang menyatukan tulisan, bahan, tata halaman, warna, garis, ruang kosong, rubrikasi, iluminasi, dan jejak penggunaan dalam satu kesatuan material. Di dalamnya, teks tidak berdiri sendiri. Teks selalu hadir pada bidang halaman tertentu, ditulis dengan jenis tinta tertentu, disusun dalam ruang teks tertentu, kadang diberi rubrikasi, dibingkai oleh garis, dihias dengan motif, dan ditempatkan dalam struktur visual yang membentuk pengalaman membaca. Karena itu, membaca manuskrip tidak cukup dilakukan dengan memeriksa isi teksnya semata. Manuskrip juga perlu dipahami sebagai benda yang dirancang, disentuh, disimpan, diwariskan, dan diberi makna oleh komunitasnya.
Pemahaman tersebut menempatkan kajian manuskrip pada pertemuan antara filologi, kodikologi, dan analisis visual. Filologi membantu mengenali teks, bahasa, aksara, struktur, varian bacaan, kolofon, pengarang, penyalin, dan jalur transmisi pengetahuan. Kodikologi membaca tubuh naskah: kertas, tinta, kuras, sampul, jilidan, ukuran, ruang teks, jumlah baris, watermark, kondisi fisik, serta jejak pemakaian. Analisis visual memperhatikan bagaimana garis, warna, bingkai, rubrikasi, iluminasi, dan motif mengatur halaman serta memberi tekanan pada bagian tertentu dari teks. Ketiga pendekatan ini diperlukan karena manuskrip bukan hanya sumber isi, melainkan juga sumber bentuk, materialitas, dan kecerdasan visual.

13 Juli 2026

Penulis : Lyra Yulianti 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 293 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Konsep dasar dalam teori graf yang diuraikan dalam bagian ini diambil dari (Bondy & Murty, 1976), (Chartrand & Zhang, 2009), dan (Chartrand & Zhang, 2005). Suatu graf G=(V(G),E(G)) didefinisikan sebagai pasangan himpunan terurut dari himpunan titik dan himpunan sisi, dimana V(G) adalah himpunan tidak kosong yang berisikan titik-titik (vertices) dari G dan E(G) merupakan himpunan (boleh kosong) yang berisikan sisi (edge), yaitu garis yang menghubungkan dua titik di G. Banyaknya titik di G, dinotasikan |V(G)|, dinamakan orde (order), sementara banyaknya sisi, dinotasikan |E(G)|, dinamakan ukuran (size).

13 Juli 2026

Penulis : Qaira Anum, Vesri Yossy 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 200 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Dalam kehidupan sehari-hari, istilah keputihan merupakan sebutan yang sangat umum digunakan oleh masyarakat dengan keluhan keluarnya cairan dari kemaluan perempuan selain darah. Istilah ini dikenal luas di berbagai budaya dan sering menjadi keluhan utama perempuan dalam praktik klinis, khususnya di bidang venereologi dan kesehatan reproduksi. Keputihan kerap dianggap sebagai sesuatu yang tidak normal dan memalukan, sehingga tidak jarang pasien menunda untuk mencari pertolongan medis. Persepsi ini dipengaruhi oleh minimnya edukasi kesehatan reproduksi, norma sosial, serta stigma yang melekat pada keluhan yang berkaitan dengan organ intim.1
Di kalangan awam, keputihan sering diidentikkan dengan kondisi penyakit, infeksi menular seksual atau kebersihan diri yang buruk. Cairan yang keluar dari vagina, baik dalam jumlah sedikit maupun banyak, sering kali langsung diasosiasikan sebagai tanda adanya gangguan kesehatan. Padahal, secara fisiologis, vagina memang memproduksi sekret yang berfungsi menjaga kelembapan, kebersihan, serta keseimbangan lingkungan mikrobiologis. Kurangnya pemahaman mengenai perbedaan antara keputihan normal dan abnormal atau patologis menyebabkan kecemasan berlebihan pada sebagian perempuan, sementara sebagian lainnya justru mengabaikan gejala yang seharusnya mendapat perhatian medis.1,2