Admin Uapress

Admin Uapress

Quis fringilla quis cursus urna sed sed velit nunc metus condimentum. Et pretium nec magna eros id commodo ligula Phasellus Curabitur wisi. Lacus elit lorem ridiculus vitae tempus eget nibh ut risus et.
05 April 2021

Penulis: Wahyu Pramono, Dwiyanti Hanandini, Aziwarti

ISBN: 978-623-7763-99-4

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2021

Jumlah Halaman: 189 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis:

Besarnya jumlah penduduk yang bekerja di sektor informal  disebabkan oleh penyerapan sektor formal sebagai upaya untuk menciptakan pekerja yang lebih sejahtera masih jalan ditempat. Potret penyerapan tenaga kerja pun saat ini masih sangat sedikit.  Jumlah pekerja di sektor informal lebih besar dibandingkan dengan jumlah pekerja di sektor formal. Sektor informal merupakan sektor ekonomi  yang lebih dulu berkembang dari pada sektor formal. Keberadaan sektor informal merupakan cikal  bakal berkembangnya sektor formal karena perkembangan organisasi produksi yang lebih terorganisir. Secara teoritis sektor informal sudah ada sejak manusia berada di dunia. Fenomena ini terlihat dari kemampuan manusia untuk mencukupi kebutuhan sendiri melalui kerja mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Manusia pada awalnya menunjang kehidupannya melalui lapangan kerja yang diciptakan sendiri dan dikerjakan sendiri atau self-employed. Akan tetapi penghargaan terhadap sektor informal sebagai bentuk usaha masyarakat secara mandiri masih kurang diberikan, penggusuran dan penertiban masih mewarnai kebijakan yang dilakukan oleh pemrintah kota terhadap pedagang kaki lima.

29 Maret 2021

Penulis: Tika Hardini, Boy Andre, Isna Desvera, Vanny Swantika M., Zulfa Desinta, Ulfa Ismirza, Mesa Irna Suryani, Wahyu Alfath F., Wira Wahyudi N., Nikenly Fajar W., Addina Zafrul, Denada Nur A., Nurwahidatul Arifa, Elmi Sariani Hsb., Riska Syafrita N., Nurma Febria, Rakhmi Febrina, Fenny Khairunnisa

ISBN: 978-623-7763-98-7

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2021

Jumlah Halaman: 120 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis:

Penemuan obat adalah proses yang kompleks, mahal dan melibatkan beberapa tahapan yang panjang. Rata-rata waktu untuk pengembangan obat baru adalah 13 tahun dengan biaya diatas 1 miliar dolar AS. Pada beberapa tahun terakhir sejumlah obat baru yang disetujui telah menurun tajam meskipun terjadi peningkatan pengeluaran penelitian dan pengembangan.  Beberapa strategi baru-baru ini dilakukan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan tingkat keberhasilan, termasuk kerja sama yang lebih erat antara perusahaan farmasi dan akademisi investigasi untuk obat-obatan baru yang disetujui; peningkatan penggunaan tes fenotipik; dan peningkatan target. Pemetaan genom dewasa ini sudah menjadi perhatian oleh para ahli untuk memahami penyebab patologi penyakit, fungsi biologis sel target, dan pengembangan teknologi HTS untuk menghasilkan banyak kemungkinan senyawa kimia yang dapat berkhasiat sebagi obat-obatan. Selain penemuan obat dari bahan alam, saat ini terus dikembangkan sintesis obat secara kimia dengan meniru struktur dari senyawa bahan alam. Hal ini dilakukan untuk menyediakan ketersediaan obat yang cukup serta menghindari ketergantungan dari sumber hayati.

16 Maret 2021