Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Wirsma Arif Harahap
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 230 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Insiden kanker payudara menunjukkan variasi geografis yang mencerminkan interaksi kompleks pola reproduksi, paparan hormonal, skrining, dan tingkat sosial ekonomi.1 Tingkat insiden secara global terkonsentrasi pada negara maju seperti Australia dan Selandia Baru (95,5 per 100.000), Eropa Barat (90,7 per 100.000), dan Amerika Utara (89,4 per 100.000).1 Program skrining telah beberapa dekadae dilaksanakan pada negara ini dengan menggunakan mamografi secara masal dan mampu meningkatkan angka deteksi dini kasus. Sebaliknya, tingkat insiden terendah terjadi pada negara dengan sumber daya terbatas seperti Asia Selatan-Tengah (26,2 per 100.000), Afrika Tengah dan Timur (33 per 100.000), dan Amerika Tengah (39,5 per 100.000).1
Proyeksi demografis menunjukkan bahwa kasus kanker payudara global akan mencapai sekitar 2.964.197 pada tahun 2040, merupakan peningkatan 31% dari tahun 2020.2 Yang lebih mencolok, pada tahun 2050, beban global diproyeksikan melebihi 6 juta kasus baru setiap tahun, dengan Asia menyumbang sebagian besar dari kasus-kasus ini.3
Penulis : Dolly Irfandy | Bestari Jaka Budiman | Effy Huriyati
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 266 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Rinosinusitis kronis adalah salah satu entitas klinis yang paling sering ditemui dalam praktik THT, namun sekaligus menjadi salah satu kondisi yang paling kompleks dalam aspek diagnosis dan penatalaksanaan. Penyakit ini tidak hanya berkaitan dengan inflamasi mukosa hidung dan sinus paranasal yang berlangsung lebih dari 12 minggu, tetapi juga melibatkan berbagai faktor predisposisi seperti variasi anatomi, gangguan imunologis, alergi, infeksi persisten, hingga faktor lingkungan dan kebiasaan hidup. Kompleksitas inilah yang mendorong penulis untuk menyusun buku ini secara sistematis, komprehensif, dan berbasis bukti ilmiah.
Penulis : Tutty Ariani, Gardenia Akhyar
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 202 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Dermatofitosis merupakan kelompok infeksi jamur superfisial yang disebabkan oleh dermatofita, yaitu kelompok jamur filamentosa yang memiliki kemampuan menghasilkan enzim keratinase untuk mendegradasi keratin pada jaringan superfisial seperti stratum korneum, batang rambut, dan lempeng kuku. Infeksi ini terbatas pada lapisan epidermis dan jarang menembus jaringan yang lebih dalam, meskipun reaksi inflamasi dapat bervariasi tergantung respon imun inang dan jenis jamur penyebab.1,2
Dermatofitosis menyebar secara luas di dunia dan menjadi masalah kesehatan kulit yang paling sering ditemui dalam praktik klinis. Faktor iklim tropis dengan kelembapan tinggi, penggunaan alas kaki tertutup, kepadatan penduduk, serta kebiasaan higienis berperan penting dalam peningkatan angka kejadian infeksi jamur superfisial di negara berkembang.3 Selain memengaruhi kesehatan kulit secara fisik, infeksi dermatofita berdampak pada kualitas hidup pasien, karena dapat menimbulkan rasa gatal, ketidaknyamanan, gangguan estetika, hingga beban psikologis akibat stigma sosial.4
Penulis : Qaira Anum, Vesri Yossy
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 200 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Dalam kehidupan sehari-hari, istilah keputihan merupakan sebutan yang sangat umum digunakan oleh masyarakat dengan keluhan keluarnya cairan dari kemaluan perempuan selain darah. Istilah ini dikenal luas di berbagai budaya dan sering menjadi keluhan utama perempuan dalam praktik klinis, khususnya di bidang venereologi dan kesehatan reproduksi. Keputihan kerap dianggap sebagai sesuatu yang tidak normal dan memalukan, sehingga tidak jarang pasien menunda untuk mencari pertolongan medis. Persepsi ini dipengaruhi oleh minimnya edukasi kesehatan reproduksi, norma sosial, serta stigma yang melekat pada keluhan yang berkaitan dengan organ intim.1
Di kalangan awam, keputihan sering diidentikkan dengan kondisi penyakit, infeksi menular seksual atau kebersihan diri yang buruk. Cairan yang keluar dari vagina, baik dalam jumlah sedikit maupun banyak, sering kali langsung diasosiasikan sebagai tanda adanya gangguan kesehatan. Padahal, secara fisiologis, vagina memang memproduksi sekret yang berfungsi menjaga kelembapan, kebersihan, serta keseimbangan lingkungan mikrobiologis. Kurangnya pemahaman mengenai perbedaan antara keputihan normal dan abnormal atau patologis menyebabkan kecemasan berlebihan pada sebagian perempuan, sementara sebagian lainnya justru mengabaikan gejala yang seharusnya mendapat perhatian medis.1,2