21 Juli 2026 In Berita

Penulis : Yuliandre Darwis, Ismail Sualman, Noviy Hasanah, Arghita Aricindy, Yulkardi, Yunarti, Adam Ibnu Aulia, Billy Febrima Hidayat, Maskota Delfi, Sidarta Pujiraharjo, Ana Fitriana Poerana, Dewi Noor Azijah, Elva Ronaning Roem, S. Bekti Istiyanto, Sarmiati, Winda Vanisya 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 139 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Konflik Gaza, yang kembali terjadi pada Oktober 2023 setelah serangan besar-besaran Hamas di wilayah Israel, telah membuka babak baru dalam sejarah peperangan modern. Respons militer Israel selanjutnya telah menyebabkan kerusakan besar di Jalur Gaza dan kematian puluhan ribu warga sipil. Namun, di luar medan perang fisik, perang lain sedang berlangsung—perang informasi dan narasi di dunia digital. Di ruang virtual ini, kebenaran, propaganda, dan emosi bercampur membentuk gambaran tentang siapa aktor moral, korban, dan pemenang konflik tersebut (Allan & Zelizer, 2023).
Era digital telah mengubah sifat komunikasi konflik. Jika di era sebelumnya informasi dikendalikan oleh kantor berita internasional seperti Reuters atau The Associated Press, kini media sosial memungkinkan siapa pun menjadi penyampai informasi. Rekaman langsung serangan, jenazah anak-anak, dan penghancuran rumah sakit disiarkan langsung ke seluruh dunia melalui smartphone dan merupakan unsur kunci dalam membentuk narasi global. Fenomena ini telah memunculkan istilah baru yang menarik perhatian para akademisi komunikasi — narasi perang digital (Hoskins, 2022).
Menurut Hoskins (2010), peperangan kontemporer bukan lagi sekadar bentrokan senjata, melainkan juga perebutan kendali atas makna. Dalam konteks Gaza, setiap gambar dan video yang disebarluaskan membawa pesan politik implisit: siapa yang menindas, siapa yang tertindas, dan siapa yang harus didukung. Narasi digital ini telah menjadi alat strategis untuk meraih simpati publik internasional, memobilisasi solidaritas, dan menekan pemerintah dunia melalui opini publik global.
Selain itu, peran algoritma platform digital juga memperkuat efek penyebaran emosi. Konten yang dramatis dan tragis seringkali menjangkau lebih luas, sementara laporan analitis atau netral tenggelam dalam lautan data. Situasi ini menunjukkan bagaimana logika komersial platform dapat memperkuat bias emosional dan membentuk “ekologi informasi” yang tidak seimbang (Bakir & McStay, 2018).

24 Jun 2026 In Berita

Penulis : Dr. Inggrit Fernandes, S.h., M.H 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 262 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Laut Natuna Utara dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kawasan yang mendapatkan perhatian serius, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dinamika yang terjadi tidak hanya mencerminkan persoalan hukum semata, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek politik, keamanan, dan kepentingan strategis negara. Dalam konteks tersebut, buku ini berupaya menguraikan secara komprehensif bagaimana posisi hukum Indonesia dalam menegakkan hak berdaulatnya, baik berdasarkan hukum nasional maupun hukum internasional, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam praktik penegakan hukum di lapangan.

23 Agustus 2025 In Berita

Penulis : Drs. Tamrin, M.Si | Prof. Dr. Afrizal, MA | Prof. Dr. Asrinaldi, M.Si

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2025

Jumlah Halaman: 164 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Buku ini lahir dari kegelisahan akademik sekaligus keprihatinan sosial atas berlarutnya konflik pengelolaan sumber daya hutan antara masyarakat adat dan negara. Hutan nagari sebagai salah satu skema perhutanan sosial di Sumatera Barat menghadirkan peluang baru untuk mengembalikan hak kelola kepada masyarakat adat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.