21 Juli 2026 In Berita

Penulis : Dr. M.A. Dalmenda, S.Sos, M.Si | Dr. Yuliandre Darwis, M.Mass.Com., Ph.D | M. Fedro Syafiola, S.Sos., M.Sos 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 229 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Buku Komunikasi Politik dalam Sistem Adat Minangkabau ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik yang memperkaya khazanah ilmu komunikasi politik sekaligus membuka wawasan baru mengenai pentingnya kearifan lokal dalam membangun sistem komunikasi yang demokratis, inklusif, dan berakar pada budaya. Melalui kajian yang komprehensif, buku ini tidak hanya menjelaskan konsep dan teori komunikasi politik, tetapi juga mengintegrasikannya dengan praktik nyata dalam kehidupan masyarakat Minangkabau yang sarat nilai, simbol, dan tradisi. Dengan demikian, buku ini dapat menjadi referensi penting bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, serta siapa saja yang memiliki ketertarikan terhadap dinamika komunikasi politik berbasis budaya lokal, sekaligus mendorong upaya pelestarian dan pengembangan sistem adat sebagai kekuatan sosial di tengah arus perubahan zaman.

13 Juli 2026 In Berita

Penulis : Lindawati

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 198 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Peribahasa adalah bahagian dari bahasa kias. Bagi masyarakat Minangkabau, kiasan adalah ekpresi bahasa yang penting. Demikian pentingnya sampai-sampai orang yang tidak arif dengan kiasan  dikatakan indak tahu diampek, indak tahu dikato bayang, indak tahu di ujuang kato sampai, indak baraso-raso 'tidak mengerti paham bahasa kias'. Banyak penilaian negatif bila seseorang tidak faham dengan kiasan. 

13 Juli 2026 In Berita

Penulis : Daratullaila Nasri 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 105 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Minangkabau merupakan salah satu wilayah di Nusantara yang memiliki naskah kuno (manuskrip) yang sangat signifikan, baik dari segi jumlah maupun keragaman isinya. Sejumlah penelitian filologis menunjukkan bahwa naskah Minangkabau mencapai ribuan eksemplar yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera Barat. Prof, Pramono, seorang filolog dari Universitas Andalas menyebutkan bahwa 1.235 telah berhasil didigitalkan, sementara sekitar seribuan lainnya telah melalui restorasi sebagai upaya pelestarian (wawancara lisan, 2026). Temuan ini sejalan dengan hasil inventarisasi sebelumnya yang mencatat bahwa koleksi naskah Minangkabau tidak hanya berada dalam institusi formal, tetapi juga tersebar luas di tengah masyarakat sebagai koleksi pribadi yang diwariskan secara turun-temurun. Hal itu memperlihatkan bahwa tradisi literasi sosial ini hidup di ruang sosial, bukan semata-mata di lembaga arsip formal (Susena, 2013).
Secara geografis dan institusional, naskah-naskah Minangkabau tersebar di beberapa tempat, baik di dalam maupun di luar negeri. Di Indonesia, koleksi tersebut dapat ditemukan di Perpustakaan nasional republik Indonesia, Museum Adiyawarman, Lembaga kearsipan daerah, Minangkabau Corner di Universitas Andalas, SURI, dan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol. Selain itu, pusat dokumentasi budaya seperti Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) juga menjadi ruang penyimpanan dan kajian naskah-naskah tersebut. Di luar negeri, jumlah naskah yang cukup besar tersimpan di perpustakaan-perpustakaan di Belanda, Jerman, Inggris, sebagai konsekuensi dari sejarah kolonial dan aktivitas pengumpulan naskah oleh orientalis. Menariknya, selain lembaga formal, surau-surau tradisional di Minangkabau juga berfungis sebagai pusat produksi sekaligus penyimpanan naskah, yang dalam konteks filologi dapat disebut sebagai scriptorium lokal (Susena, dkk., 2013). Bahkan, beberapa studi menemukan ratusan naskah tersimpan di surau tertentu, menegaskan bahwa peran institusi keagamaan dalam transmisi pengetahuan (Pramono, 2015)

12 Mei 2026 In Berita

Penulis : Asrinaldi

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 214 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Buku ini merupakan kumpulan refleksi akademik yang lahir dari kegelisahan intelektual penulis dalam memahami dinamika demokrasi Indonesia, khususnya ketika dilihat dari perspektif identitas sosial dan budaya masyarakat Minangkabau. Dalam perjalanan penelitian dan penulisan yang cukup panjang, penulis semakin menyadari bahwa demokrasi tidak pernah berdiri di ruang hampa, melainkan selalu berinteraksi dengan nilai, norma, dan identitas budaya yang hidup dalam masyarakat.

Halaman 1 dari 2