Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Efri Yoni Baikoeni | Yulnetri | Feni Munifatullah | Indraddin
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 340 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Biografi yang berjudul Dari Inggris ke Limau Manis: Mengenang Tiga Dekade Wafatnya Prof. Dr. H. Khaidir Anwar, MA sebagian besar isinya disadur dan dikembangkan dengan sangat baik oleh para penulis dari memoir singkat “Growing Up in Minangkabau. The Indonesian Revolution as I Knew it” yang ditulis oleh ayah saya waktu kami masih bermukim di London. Ayah saya senang menceritakan fragmen-fragmen pengalamannya sewaktu zaman Revolusi kepada kami dan teman-temannya, dan ketika telah menyesaikan disertasinya, beliau menyempatkan mengetik memoir sepanjang 65 halaman ini. Saya sendiri baru membaca memoir ini secara utuh dan lebih teliti setelah Sdr. Efri Yoni mengirim draft biografi untuk dapat membuat perbandingan.
Berbeda dari adik-adik saya, Danti dan Desi, saya tidak memiliki banyak kenangan masa kecil dengan ayah di Bandung, karena saya menjalani masa kecil di Koto Kociak, VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten 50 Kota. Saya tinggal bersama Mamak dari ibu saya yang bernama Datuk H. Habib dan istrinya, Mak Tuo Nurma di Tanjung Ipuh, di atas tanah pusako keluarga ibu saya, suku Pitopang Pondam, Koto Kociak. Saya mengenyam Pendidikan SD di Koto Kociak dan SMP di Dangung-Dangung.
Penulis : Prof. Dr. dr. Rima Semiarty, MARS, FISPH, FISCM, Sp.KKLP, Subsp.COPC
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 89 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Ada masa dalam hidup ketika langkah terasa begitu berat, dan manusia hanya mampu berserah kepada kehendak-Nya. Saya pernah berada di titik itu. Masa ketika Allah menghadirkan ujian yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan.
Suami saya, yang selama ini menjadi teman berjalan dalam hidup, tiba-tiba harus menjalani hari-harinya dalam keterbatasan. Rumah yang dulu ramai dengan canda dan tawa, berubah sunyi. Ada waktu-waktu yang diisi di ruang tunggu rumah sakit, jadwal kontrol, obat-obatan, dan doa yang dipanjatkan berulang kali dalam diam.
Dari situlah saya belajar bahwa cinta ternyata tidak selalu hadir dalam bentuk kata-kata. Kadang, cinta adalah ’tetap tinggal’. Menemani. Mendengar napas yang melemah di tengah malam. Menguatkan hati sendiri sebelum menguatkan orang lain.
Saya menjalani semua ini bukan karena saya kuat. Saya hanya dituntun sedikit demi sedikit oleh kasih Allah dan orang-orang yang tidak berhenti mengulurkan doa, baik itu dari suami, anak-anak, keluarga, sahabat, sejawat, dan para murid yang terus memberi semangat dengan cara mereka masing-masing.
Perjalanan menuju titik yang sering disebut sebagai ’puncak,’ ternyata tidak pernah ditempuh sendirian. Ada banyak tangan yang bekerja dalam diam. Ada dukungan yang tidak selalu kasatmata, tetapi terasa nyata saat hati mulai lelah.
Saya percaya, setiap kemudahan yang dihadirkan Allah, selalu datang bersama keikhlasan dan pertolongan dari banyak hati.
Penulis: Rizki Oktavian | Raja Eka Citra Kalisa | Friska Handayani | Abdul Rahman | Waldi Kurniawan | Rika Desviorita | Fanny Pratami | Poby Karmendra | Rofila Dita Karmia | Fitri Nurhandi | Rosi Maulini | Auliya Al Hazmi | Hersa Firda Kartika | Andriani Fuji Lestari | Mia Laurentika | Rendra Darmasatria | Berliana Islamiyarti | Putri Yunanda |Ledira Dara Ismi | Agung Bima Putera | Clarissa Maharani Putri | Bintang Rezki Aulia | Hasnal Laily | Rizki Audita | Afifah Alfyanita | Yuni Kartika | Aisha Triani | Sari Almira Taria
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2024
Jumlah Halaman: 285 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Setelah hujan badai, pelangi muncul dengan keindahan yang memukau. Begitu pula dengan perjalanan para dokter yang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Buku ini mengisahkan perjuangan mereka yang berani keluar dari zona nyaman, meninggalkan kota asal demi mengejar mimpi menjadi dokter spesialis. Dengan tekad kuat dan semangat pantang menyerah, mereka menghadapi setiap rintangan, mulai dari adaptasi di lingkungan baru hingga pengorbanan waktu, tenaga, dan finansial yang tidak sedikit. Dalam perjalanan ini, para PPDS tidak hanya belajar menjadi spesialis yang handal, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih tangguh dan bijaksana. Mereka membangun persahabatan yang erat, saling mendukung dan menguatkan dalam setiap langkah. Buku ini adalah penghormatan untuk setiap usaha keras dan pengorbanan yang mereka lakukan, serta pengingat bahwa setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. "Pelangi Setelah Hujan" bukan hanya tentang perjalanan menjadi dokter spesialis, tetapi juga tentang menemukan jati diri dan arti sejati dari pengabdian dan pelayanan. Ini adalah cerita tentang bagaimana mimpi dapat tercapai dengan tekad yang kuat dan semangat yang tidak pernah padam. Mari jelajahi kisah-kisah inspiratif ini dan temukan pelangi Anda sendiri setelah badai kehidupan.