Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Prof. Dr. Ir. Syahro Ali Akbar, MP | Prof. Dr. Ir. Tri Astuti S.Pt. MP.IPU Asean Eng | Dr. Rica Mega Sari, S.Pt. MP | Prof. Dr. Ir. Nurhaita, MP | Dara Surtina, S.Pt. MP | Bima Bagaskara, S.Pt. MPt
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 163 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Alasan Ilmiah Belajar Pelestarian Ternak Ayam Kokok Balenggek.
a. Tercantum Dalam Kurikulum Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian UMMY Solok sebagai Mata Kuliah Wajib pada Program studi Peternakan, Bobot : 3 (2 + 1) sks, dengan Kode Mata Kuliah : PTKA 408.
b. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 2919/Kpts/OT.140/VI/2011. Tanggal 17 Juni tahun 2011 tentang penetapan rumpun ternak ayam kokok balenggek :
Bahwa ayam kokok balenggek (AKB) merupakan salah satu rumpun ayam lokal Indonesia, yang mempunyai keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi yang baik pada keterbatasan lingkungan.
Bahwa ayam kokok balenggek mempunyai ciri khas yang berbeda dengan rumpun ayam asli atau ayam lokal lainnya dan merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan.
c. Termasuk ternak unggas yang unik asli Sumatera Barat :
Habitat aslinya di Kabupaten Solok.
Satu satunya di Indonesia.
Satu satunya di Dunia.
Ciri khas punya lenggek kokok.
d. Harga Jual Telur AKB Melebihi Harga Telur Unggas lainnya.
Sulit Mendapatkan telur yang asli ternak AKB.
Harga jual di Kota Solok Rp.10.000,- sd. Rp.15.000,-
Harga jual di daerah Sentra Rp.7.500.- sd. Rp.10.000,-
e. Harga Jual Ternak AKB Sesuai Dengan Jumlah Lenggek Kokok.
Rp.100.000,- per lenggek kokok untuk 2 – 4 lenggek.
Rp.200.000,- per lenggek kokok untuk 5 – 7 lenggek.
Patuik Katuju untuk yang diatas 7 lenggek (Akbar, 2016)
Penulis : Prof. Dr. Tertia Delia Nova, M.Si
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 392 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Dalam konteks produksi ternak modern, pengelolaan lingkungan menjadi aspek fundamental yang tidak hanya mempengaruhi efisiensi dan produktivitas, tetapi juga keberlanjutan dan kesejahteraan hewan serta manusia yang terlibat. Bab ini disusun sebagai fondasi konseptual yang akan membimbing mahasiswa dalam memahami kompleksitas manajemen lingkungan dalam sistem peternakan, mulai dari skala mikro seperti kandang hingga skala makro berupa lanskap dan ekosistem agroindustri.
Penulis : Khalil | Dwi Ananta
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 328 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Pakan merupakan fondasi utama dalam sistem produksi ternak. Ketersediaan, kualitas, dan efisiensinya menentukan produktivitas, daya saing, serta keberlanjutan usaha peternakan. Di Provinsi Sumatera Barat, kekayaan sumber daya alam, baik dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, maupun deposit mineral alam, menyediakan berbagai bahan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan. Namun demikian, sebagian besar potensi tersebut masih belum dioptimalkan. Bahkan, sebagian di antaranya menjadi limbah dan berpotensi mencemari lingkungan.
Penulis : Khasrad dan Tinda Afriani
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2025
Jumlah Halaman: 212 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Ternak potong merujuk pada hewan ternak, baik ruminansia maupun nonruminansia, yang dibudidayakan dengan orientasi utama sebagai sumber produksi daging. Upaya budidaya ini dilakukan melalui optimalisasi berbagai faktor internal (seperti genetik dan fisiologis) maupun faktor eksternal (seperti manajemen pemeliharaan dan lingkungan).
Ternak potong merupakan jenis ternak yang dibudidayakan dengan tujuan utama sebagai penghasil daging. Kelompok ternak potong yang tergolong dalam ruminansia besar mencakup sapi dan kerbau. Kedua jenis ternak ini telah lama dikembangkan di Indonesia sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan daging nasional. Proses domestikasi yang berlangsung dalam kurun waktu yang panjang telah menghasilkan beragam bangsa (breed) ternak, yang menunjukkan adaptasi serta seleksi terhadap kondisi lingkungan maupun kebutuhan produksi. Bangsa ternak (breed) didefinisikan sebagai sekelompok hewan ternak yang memiliki karakteristik morfologis, fisiologis, dan genetik tertentu yang membedakannya dari kelompok lain dalam spesies yang sama. Karakteristik tersebut bersifat herediter dan dapat diwariskan kepada keturunan secara konsisten.