Penulis : Pramono | Masykur Syafruddin | Hermansyah
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 226 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Manuskrip dalam tradisi Islam Melayu-Nusantara tidak pernah hadir hanya sebagai wadah teks. Ia adalah artefak budaya yang menyatukan tulisan, bahan, tata halaman, warna, garis, ruang kosong, rubrikasi, iluminasi, dan jejak penggunaan dalam satu kesatuan material. Di dalamnya, teks tidak berdiri sendiri. Teks selalu hadir pada bidang halaman tertentu, ditulis dengan jenis tinta tertentu, disusun dalam ruang teks tertentu, kadang diberi rubrikasi, dibingkai oleh garis, dihias dengan motif, dan ditempatkan dalam struktur visual yang membentuk pengalaman membaca. Karena itu, membaca manuskrip tidak cukup dilakukan dengan memeriksa isi teksnya semata. Manuskrip juga perlu dipahami sebagai benda yang dirancang, disentuh, disimpan, diwariskan, dan diberi makna oleh komunitasnya.
Pemahaman tersebut menempatkan kajian manuskrip pada pertemuan antara filologi, kodikologi, dan analisis visual. Filologi membantu mengenali teks, bahasa, aksara, struktur, varian bacaan, kolofon, pengarang, penyalin, dan jalur transmisi pengetahuan. Kodikologi membaca tubuh naskah: kertas, tinta, kuras, sampul, jilidan, ukuran, ruang teks, jumlah baris, watermark, kondisi fisik, serta jejak pemakaian. Analisis visual memperhatikan bagaimana garis, warna, bingkai, rubrikasi, iluminasi, dan motif mengatur halaman serta memberi tekanan pada bagian tertentu dari teks. Ketiga pendekatan ini diperlukan karena manuskrip bukan hanya sumber isi, melainkan juga sumber bentuk, materialitas, dan kecerdasan visual.