Admin Uapress

Admin Uapress

Quis fringilla quis cursus urna sed sed velit nunc metus condimentum. Et pretium nec magna eros id commodo ligula Phasellus Curabitur wisi. Lacus elit lorem ridiculus vitae tempus eget nibh ut risus et.
13 Juli 2026

Penulis : Silmi, S.E., M.Ak., CTT dan Indah Kurnia Sari 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 205 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Perpajakan merupakan elemen penting dalam sistem keuangan negara, karena menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan nasional. Dalam perkembangan ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang semakin kompleks, pemahaman mengenai perpajakan tidak cukup hanya pada konsep dasar, tetapi juga harus mencakup mekanisme administratif, prosedural, dan teknis pemungutan pajak. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran lanjutan yang membahas aspek-aspek lebih mendalam mengenai ketentuan umum, tata cara perpajakan, serta jenis-jenis pajak yang diterapkan dalam praktik.
Buku “Perpajakan Indonesia: Teori, Regulasi, dan Praktik” disusun untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai sistem perpajakan di Indonesia. Pembahasan dalam buku ini mencakup proses administrasi pajak, hak dan kewajiban Wajib Pajak, mekanisme penyelesaian sengketa, serta ketentuan terkait pajak yang dikelola pemerintah daerah seperti Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Bea Meterai.
Perubahan regulasi perpajakan yang terus terjadi menuntut adanya literatur yang terkini dan sistematis. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi referensi yang relevan, baik bagi mahasiswa, akademisi, maupun praktisi, untuk memahami perpajakan secara lebih terstruktur dan kontekstual.

13 Juli 2026

Penulis : Daratullaila Nasri 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 105 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Minangkabau merupakan salah satu wilayah di Nusantara yang memiliki naskah kuno (manuskrip) yang sangat signifikan, baik dari segi jumlah maupun keragaman isinya. Sejumlah penelitian filologis menunjukkan bahwa naskah Minangkabau mencapai ribuan eksemplar yang tersebar di berbagai wilayah Sumatera Barat. Prof, Pramono, seorang filolog dari Universitas Andalas menyebutkan bahwa 1.235 telah berhasil didigitalkan, sementara sekitar seribuan lainnya telah melalui restorasi sebagai upaya pelestarian (wawancara lisan, 2026). Temuan ini sejalan dengan hasil inventarisasi sebelumnya yang mencatat bahwa koleksi naskah Minangkabau tidak hanya berada dalam institusi formal, tetapi juga tersebar luas di tengah masyarakat sebagai koleksi pribadi yang diwariskan secara turun-temurun. Hal itu memperlihatkan bahwa tradisi literasi sosial ini hidup di ruang sosial, bukan semata-mata di lembaga arsip formal (Susena, 2013).
Secara geografis dan institusional, naskah-naskah Minangkabau tersebar di beberapa tempat, baik di dalam maupun di luar negeri. Di Indonesia, koleksi tersebut dapat ditemukan di Perpustakaan nasional republik Indonesia, Museum Adiyawarman, Lembaga kearsipan daerah, Minangkabau Corner di Universitas Andalas, SURI, dan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol. Selain itu, pusat dokumentasi budaya seperti Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) juga menjadi ruang penyimpanan dan kajian naskah-naskah tersebut. Di luar negeri, jumlah naskah yang cukup besar tersimpan di perpustakaan-perpustakaan di Belanda, Jerman, Inggris, sebagai konsekuensi dari sejarah kolonial dan aktivitas pengumpulan naskah oleh orientalis. Menariknya, selain lembaga formal, surau-surau tradisional di Minangkabau juga berfungis sebagai pusat produksi sekaligus penyimpanan naskah, yang dalam konteks filologi dapat disebut sebagai scriptorium lokal (Susena, dkk., 2013). Bahkan, beberapa studi menemukan ratusan naskah tersimpan di surau tertentu, menegaskan bahwa peran institusi keagamaan dalam transmisi pengetahuan (Pramono, 2015)

13 Juli 2026

Penulis : Ivan Adilla 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 173 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Pada sisi lain, terdapat serial buku menarik yang dieditori Pamusuk Eneste berjudul Proses Kreatif. Buku ini kini telah tersedia dalam empat jilid, yang masing-masingnya memuat tulisan dari beberapa pengarang. Usaha Eneste ini amat penting karena menjelaskan bagaimana pengarang memasuki dunia sastra, proses mereka menulis dan seterusnya. Buku itu menyajikan banyak data penting tentang pengarang Indonesia. Sayangnya tak banyak peneliti yang memanfaatkannya buku laris yang berharga ini. Para peneliti tampaknya terpesona pada teori yang berorientasi obyektif; memaknai dan menjelaskan karya sastra terlepas dari hal di luarnya. Maka teori struktural dan semiotik menjadi pisau analisis yang sering digunakan. Sebuah karya tak lahir dari ruang kosong. Begitupun, seorang pesngang mustahil lahir dari ruang hampa.
Tulisan dalam buku ini berasal tulisan sepanjang hampir dua puluh tahun, 2008-2026. Bentuk awalnya ada yang berupa makalah ilmiah, pengantar untuk buku antologi, resensi buku dan esei budaya. Sepanjang masa itu ternyata ada kesamaan yang menyolok dari tulisan saya. Perhatian saya yang semula lebih banyak pada teks sastra, pada periode itu bergeser ke arah ruang sosial yang melahirkan pengarang dan karyanya atau habitus. Habitus adalah konsep yang ditawarkan oleh Piere Bourdieu, seorang ahli sosiologi seni, termasuk sastra.

13 Juli 2026

Penulis : Dr. Midawati, M.Hum 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 173 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Surau Abdurrahman menjadi ikon nagari karena merupakan nagari ayah Proklamator Bung Hatta. Muhammad Hatta merupakan anak dari Syaikh Muhammad Jamil yang ayahnya adalah Syaikh Abdurrahman. Surau Abdurahman ini oleh Azzumardi Azra dikatan termasuk surau terbesar di Minangkabau sejak abad ke-18 sehingga pertengahan abad ke-20.
Nagari Batuhampar merupakan nagari agraris, mayoritas masyarakat hidup dari hasil pertanian, terutama sawah yang luas dibanding dengan nagari-nagari di sekelilingnya. Di samping itu jumlah penduduk lebih banyak dari pada nagari-nagari lainnya. Sistem pendidikan surau yang telah berlangsung lama, maka masyarakatnya adalah masyarakat yang berpendidikan, hampir tidak ada rumah anaknya tidak bergelar sarjana, baik pendidikan umum mahupun pendidikan agama. Oleh karenanya ketika terjadi modernisasi dalam system pertanian masyarakat dengan cepat menyesuaikan dengan system baru. Masyarakat cepat berubah dari pertanian subsistem ke pertanian komersil.
Perempuan yang mempunyai hak waris sebagai pengelola harta komunal mereka mempunyai basis ekonomi yang kuat. Ketika terjadi perubahan dalam system pertanian, mereka adalah orang yang dahulu menerima perubahan tersebut. Buku ini beranjak dari pemikiran bahwa masalah perempuan belum banyak ditulis, terutama perempuan-perempuan di ruang pertanian. Penulis merasa buku ini masih tidak sempurna dan masih banyak kekurangan dari segi isi, bahasa dan lainnya, sehingga penulis sangat terbuka atas kritik dan saran dari pembaca.