07 Desember 2023 In Berita

Penulis: Prof. Dr. Ir. Auzar Syarif, MS., Prof. Dr. Ir. Musliar Kasim, MS dan Dr. P.K. Dewi Hayati, MSi

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2023

Jumlah Halaman: 114 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Ilmu botani memungkinkan kita untuk memahami siklus hidup tanaman, pola pertumbuhan, dan cara tanaman beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Sementara itu, ilmu ekofisiologi membantu kita memahami bagaimana mekanisme atau cara tanaman tumbuh pada lingkungan alamnya seperti cuaca, tanah, dan air serta makhluk hidup lainnya. Melalui pemahaman yang mendalam terhadap kedua ilmu ini, seseorang dapat merancang strategi pertanian yang lebih efektif, termasuk pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan lokal, pengaturan pola tanam yang optimal, dan penggunaan input pertanian yang tepat. Buku ini berisikan pemahaman mengenai aspek botani dan ekofisiologis tanaman padi yang diharapkan dapat menjadi rujukan dan analisis dalam pengembangan teknologi tanaman padi yang mampu menjadikan Indonesia selalu berswasembada pangan secara berkelanjutan dengan tetap tidak mengabaikan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, untuk mencapai swasembada beras, penting bagi para pelaku pertanian untuk menggali pengetahuan botani dan ekofisiologi sebagai dasar untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil tanaman padi.

13 November 2023 In Berita

Penulis: Masdar, Reny Herawati, Atra Romeida, Marlin dan Marulak Simarmata

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2023

Jumlah Halaman: 102 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Penilaian terhadap suatu optimistik ketahanan pengenyang senantiasa berhadapan secara negatif dengan dinamika peningkatan jumlah penduduk dunia. Pada saat bersamaan, masih banyak orang tanpa sadar dominan mengonsumsi nama suatu tanaman dibanding mengonsumsi gizi (nutrisi) tanamannya sehingga terjadi kerancuan fokus penanganan lapar. Kecuali di negara-negara maju, manusia umumnya relatif kurang perhatian terhadap kandungan nutrisi makanan yang dikonsumsi, padahal sesungguhnya mereka mengonsumsi gizi, tidak peduli pada nama tanamannya. Dewasa ini tekanan kebutuhan bahan pengenyang dari jumlah penduduk yang meningkat semakin meningkat, maka perhatian manusia tertuju kepada kecemasan terhadap kelaparan dunia. Manusia lapar relatif cenderung memilih memakan segala macam sumber pengenyang, sehingga pada akhirnya manusia tidak lagi peduli pada nama dari tanaman sumber pengenyang.
Memang prioritas terpenting sekaligus dambaan manusia pada umumnya adalah usaha kolosal mencapai kenyang, dan berinisiatif kenyang tahan lama. Dengan demikian, apapun jenis sumber gizi yang berpotensi mengenyangkan pada dasarnya menjadi sumber pengenyang yang diprioritaskan dipilih manusia. Tidak dipungkiri bahwa ketahanan pengenyang sangat erat berhubungan dengan dinamika aplikasi pemuliaan tanaman dan teknologi gizi yang relevan. Dinamika penyesuaian konsumsi harian pengenyang manusia adalah bagian penting optimistik ketahanan pengenyang. Ketahanan pengenyang dirunut melalui interaksi kebutuhan nutrisi tubuh manusia dengan aplikasi suatu pemuliaan tanaman dan teknologi gizi.
Peningkatkan kapasitas pemuliaan tanaman dan teknologi gizi dibutuhkan dalam rangka mencapai target pemenuhan bahan pengenyang dunia secara reguler. Dalam hubungan ini, beberapa spesies tanaman telah berstatus tanaman pengenyang baru. Secara sinergis ilmu rekayasa genetika dalam konteks pemuliaan tanaman dan teknologi gizi menjadi andalan utama meningkatkan kuantitas dan kualitas pengenyang penduduk dunia. Aplikasi pemuliaan tanaman dan teknologi gizi sangat strategis untuk optimistik ketahanan pengenyang.