Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, M.Sc | Prof. Dr. Ir. Nurhajati Hakim | Prof. Ir. Ali Munawar, MSc.Ph.D | Putri Aditya Padma Pertiwi, S.P., M.Agr
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 304 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
buku ini merupakan penyempurnaan dari buku Buku Kesuburan Tanah yang diterbitkan oleh Universitas Lampung pada tahun 1988, sesuai dengan perkembangan Ilmu Tanah terakhir dan bertambahnya ilmu pengetahuan penelitian dan pengalaman para penulis. Sehubungan dengan penyempurnaan isi buku tersebut maka nama buku ini disempurnakan pula menjadi Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. Buku ini merupakan salah satu Buku Ajar bidang Ilmu Tanah setelah Dasar-Dasar Ilmu Tanah bagi mahasiswa Fakultas Pertanian, dengan bobot 3 SKS.
Penulis : Yuliandre Darwis, Ismail Sualman, Noviy Hasanah, Arghita Aricindy, Yulkardi, Yunarti, Adam Ibnu Aulia, Billy Febrima Hidayat, Yunarti, Maskota Delfi, Yulkardi, Sidarta Pujiraharjo, Ana Fitriana Poerana, Dewi Noor Azijah, Elva Ronaning Roem, S. Bekti Istiyanto, Sarmiati, Winda Vanisya
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 139 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Konflik Gaza, yang kembali terjadi pada Oktober 2023 setelah serangan besar-besaran Hamas di wilayah Israel, telah membuka babak baru dalam sejarah peperangan modern. Respons militer Israel selanjutnya telah menyebabkan kerusakan besar di Jalur Gaza dan kematian puluhan ribu warga sipil. Namun, di luar medan perang fisik, perang lain sedang berlangsung—perang informasi dan narasi di dunia digital. Di ruang virtual ini, kebenaran, propaganda, dan emosi bercampur membentuk gambaran tentang siapa aktor moral, korban, dan pemenang konflik tersebut (Allan & Zelizer, 2023).
Era digital telah mengubah sifat komunikasi konflik. Jika di era sebelumnya informasi dikendalikan oleh kantor berita internasional seperti Reuters atau The Associated Press, kini media sosial memungkinkan siapa pun menjadi penyampai informasi. Rekaman langsung serangan, jenazah anak-anak, dan penghancuran rumah sakit disiarkan langsung ke seluruh dunia melalui smartphone dan merupakan unsur kunci dalam membentuk narasi global. Fenomena ini telah memunculkan istilah baru yang menarik perhatian para akademisi komunikasi — narasi perang digital (Hoskins, 2022).
Menurut Hoskins (2010), peperangan kontemporer bukan lagi sekadar bentrokan senjata, melainkan juga perebutan kendali atas makna. Dalam konteks Gaza, setiap gambar dan video yang disebarluaskan membawa pesan politik implisit: siapa yang menindas, siapa yang tertindas, dan siapa yang harus didukung. Narasi digital ini telah menjadi alat strategis untuk meraih simpati publik internasional, memobilisasi solidaritas, dan menekan pemerintah dunia melalui opini publik global.
Selain itu, peran algoritma platform digital juga memperkuat efek penyebaran emosi. Konten yang dramatis dan tragis seringkali menjangkau lebih luas, sementara laporan analitis atau netral tenggelam dalam lautan data. Situasi ini menunjukkan bagaimana logika komersial platform dapat memperkuat bias emosional dan membentuk "ekologi informasi" yang tidak seimbang (Bakir & McStay, 2018).
Penulis : Revaldi Alzikri, Anita Afriani Sinulingga, Silvi Cory, Farhan Rizki Rifandy, Sofia Trisni, Putiviola Elian Nasir, Saiman Pakpahan, Sahida Salma Fariza, Sofia Trisni, Silvi Cory, Virtuous Setyaka
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 118 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Perubahan besar dalam lanskap global abad ke-21 tidak hanya ditentukan oleh pergeseran kekuatan militer atau aliansi geopolitik, tetapi oleh transformasi digital yang merasuk ke dalam hampir seluruh aspek kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Disrupsi teknologi informasi, ekspansi media sosial, kapitalisme platform, serta ledakan data telah mengubah cara negara membangun citra, masyarakat berinteraksi lintas batas, hingga bagaimana disiplin Ilmu Hubungan Internasional (HI) memetakan realitas dunia.
Buku bunga rampai ini lahir karena kesadaran bahwa era digital merupakan konteks tambahan dalam studi hubungan internasional, dan merupakan struktur baru yang membentuk praktik diplomasi, nation branding, produksi pengetahuan, hingga dinamika kekuasaan global. Lima tulisan dalam buku ini bergerak dari ranah praktik kebijakan publik hingga refleksi teoretis, dari strategi nation branding negara hingga peran komunitas fandom sebagai aktor diplomasi, serta dari transformasi asosiasi keilmuan hingga pembacaan ulang Marxisme dalam kapitalisme digital.
Secara garis besar, buku ini menempatkan transformasi digital sebagai benang merah yang menghubungkan tiga ranah utama: (1) diplomasi dan nation branding, (2) aktor non-negara dan komunitas digital, serta (3) transformasi epistemologis dalam disiplin HI dan ilmu sosial.
Tulisan pertama mengangkat kasus Thailand melalui strategi transformasi digital dalam nation branding pascapandemi COVID-19. Sebelum pandemi, Thailand merupakan salah satu destinasi wisata global terkemuka dengan hampir 40 juta kunjungan internasional pada 2019. Namun, ketergantungan yang besar pada pasar Tiongkok dan krisis kepercayaan akibat narasi negatif di ruang digital memperlihatkan rapuhnya model mass tourism tradisional. Melalui peran Tourism Authority of Thailand (TAT), Thailand melakukan reposisi strategi dari orientasi volume menuju value and trust, dengan memanfaatkan ekosistem digital Tiongkok sebagai arena utama pemulihan citra. Transformasi ini menunjukkan bahwa nation branding di era digital tidak lagi hanya tentang slogan seperti Amazing Thailand, tetapi tentang integrasi data analytics, kebijakan visa, sertifikasi keamanan digital, dan komunikasi berbasis platform.
Penulis : Prof. Dr. dr. Yuliarni Syafrita, SpN, Subs.NGD(K)
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 156 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Penyakit Alzheimer merupakan salah satu tantangan terbesar dalam neurologi modern. Seiring meningkatnya usia harapan hidup, jumlah individu yang hidup dengan gangguan kognitif dan demensia terus bertambah, membawa dampak yang tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga keluarga, caregiver, sistem pelayanan kesehatan, dan masyarakat secara keseluruhan.