07 Mei 2026 In Berita

Penulis : Silmi, S.E., M.Ak dan Indah Kurnia Sari 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 205 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Surat Tagihan Pajak (STP) merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh otoritas perpajakan dengan tujuan untuk menagih kewajiban pajak yang belum dipenuhi oleh wajib pajak. Selain itu, STP juga dapat berisi penagihan atas sanksi administrasi yang timbul akibat keterlambatan atau ketidakpatuhan, berupa pengenaan bunga maupun denda. Ketentuan mengenai keberadaan dan fungsi STP secara jelas diatur dalam Pasal 1 ayat (20) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP). Dalam praktiknya, STP tidak hanya berperan sebagai instrumen untuk menagih kewajiban pajak, tetapi juga berfungsi sebagai sarana koreksi terhadap jumlah pajak terutang yang harus dibayar oleh wajib pajak. Lebih lanjut, dokumen ini memiliki kekuatan hukum yang setara dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP), sehingga keberadaannya menjadi penting dalam sistem administrasi perpajakan di Indonesia.

07 Mei 2026 In Berita

Penulis : Uliy Iffah, S.ST., M.Keb | Dyan Permata Rachim, Bd., M.Keb | Rikaoktriantiaskar, S.ST., M.Biomed

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 373 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Pelayanan antenatal yang kita kenal saat ini merupakan hasil dari proses panjang penyempurnaan yang didasarkan pada bukti ilmiah dan perubahan kebutuhan sosial. Memahami evolusi ini memberikan perspektif krusial tentang mengapa praktik-praktik tertentu dipertahankan, dimodifikasi, atau bahkan ditinggalkan. Awalnya, asuhan kehamilan bersifat reaktif, hanya menangani masalah ketika sudah muncul (Olatunbosun & Edouard, 2021). Seiring waktu, pendekatan ini bergeser menjadi proaktif, dengan fokus pada pencegahan dan deteksi dini komplikasi, sebuah perubahan yang secara fundamental membentuk praktik kebidanan modern.
Pergeseran ini tidak seragam di seluruh dunia. Negara-negara maju memelopori pengembangan model asuhan terstruktur sejak awal abad ke-20, sementara banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, mengadaptasi dan memodifikasi model-model tersebut sesuai dengan konteks lokal, kapasitas sistem kesehatan, dan tantangan epidemiologis yang spesifik (Boerma et al., 2023). Evolusi di tingkat lokal seringkali dipengaruhi oleh kebijakan kesehatan nasional, ketersediaan sumber daya manusia, dan faktor sosial-budaya yang unik. Proses ini mencerminkan sebuah dialog berkelanjutan antara standar global dan realitas lokal.

07 Mei 2026 In Berita

Penulis : Ns. Arif Rohman Mansur, S.Kep., M.Kep | Ns. Ira Mulya Sari, M.Kep., Sp.Kep A.n | Ns. Mutia Farlina, M.Kep., Sp.Kep A.n | Ns. Marsi Sekar Ningrum, S.Kep | Finatri Handayani, S.Kep 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 271 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Buku referensi ini hadir sebagai jawaban atas kekosongan literatur sekaligus kuatnya stigma tabu di Indonesia terkait pendidikan seksualitas bagi remaja penyandang disabilitas intelektual (DI). Selama ini, masyarakat kerap memelihara miskonsepsi yang memandang individu difabel sebagai sosok aseksual anak-anak abadi tanpa hasrat atau sebaliknya, hiperseksual dan tidak terkendali. Faktanya, remaja dengan DI mengalami proses pubertas dan kematangan biologis yang setara dengan populasi umum, namun tidak diiringi oleh kesiapan emosional maupun kapasitas kognitif. Fenomena klinis ini dikenal sebagai disinkroni perkembangan.
Kesenjangan ekstrem antara tubuh yang menua secara biologis dan nalar yang tertinggal ini secara signifikan melipatgandakan kerentanan remaja DI. Kondisi tersebut diperparah oleh kecenderungan kepatuhan tanpa kritik (acquiescence) terhadap figur otoritas, yang kerap dimanipulasi oleh predator untuk melancarkan kekerasan seksual sekaligus membungkam penolakan korban. Menjawab krisis ini, buku ini secara tegas memformulasikan pendekatan Pendidikan Seksualitas Komprehensif yang inklusif, ramah kognisi, dan berbasis bukti empiris.
Disusun di atas landasan riset kuantitatif deskriptif yang melibatkan 197 remaja laki-laki dengan DI di 15 Sekolah Luar Biasa (SLB) dan panti asuhan di Kota Padang, buku ini memetakan tingkat literasi kesehatan reproduksi menggunakan instrumen visual termodifikasi Pictorial Sexual Knowledge Scale (PSKS). Analisis penelitian mengkaji enam domain pengetahuan krusial, yaitu: pubertas, batas tubuh, sentuhan yang pantas, hubungan yang pantas, penyakit menular seksual (PMS), serta relasi antara seksualitas dan hukum.
Temuan utama buku ini sangat membuka mata. Meskipun remaja DI menunjukkan pemahaman dasar yang relatif baik mengenai konsep “batas tubuh” dan etika pergaulan, mereka memiliki kekosongan pengetahuan yang sangat kritis terkait pencegahan penyakit menular seksual khususnya HIV/AIDS yang memperoleh skor terendah secara konsisten. Selain itu, mereka mengalami kesulitan besar dalam mengenali sentuhan ilegal atau pelecehan seksual dalam perspektif hukum, terutama akibat kompleksitas konsep abstrak yang sulit dipahami secara kognitif.
Lebih dari sekadar pemaparan data, buku ini menawarkan rancangan strategi instruksional yang praktis dan aplikatif bagi orang tua, pendidik pendidikan khusus, serta praktisi kesehatan. Menyadari bahwa narasi abstrak dan eufemisme justru berpotensi merusak pemahaman difabel, buku ini menganjurkan penerapan prinsip Universal Design for Learning (UDL) melalui media visual konkret, seperti buku interaktif tiga dimensi (pop-up book), skema circles concept, serta penggunaan istilah anatomi medis secara lugas dan eksplisit. Buku ini juga membekali pembaca dengan strategi pengelolaan perilaku dan simulasi asertivitas (role-play) untuk melatih anak berani mengatakan “tidak”, berteriak, dan melarikan diri ketika otonomi tubuhnya terancam.
Pada akhirnya, karya monumental kontribusi Universitas Andalas ini bukan semata pedoman akademik, melainkan instrumen advokasi hak asasi manusia. Buku ini mendedikasikan visinya untuk memberdayakan remaja penyandang disabilitas intelektual agar memiliki kedaulatan atas tubuh mereka sendiri, sembari mengajak seluruh ekosistem masyarakat merajut jaring perlindungan berlapis. Dengan demikian, generasi rentan ini dapat merayakan kedewasaannya secara aman, terhormat, dan bermartabat.

07 Mei 2026 In Berita

Penulis : Kurnia Warman | Titin Fatimah | Beni Kurnia Illahi | Sucy Delyarahmi | Muhammad Kevin Yades 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 164 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Indonesia merupakan negara kepulauan (archipelagic state) yang karakter geografisnya didominasi oleh wilayah perairan. Luas wilayah perairan Indonesia yang mencapai ± 6.315.222 km² jauh melampaui luas daratannya yang hanya sekitar ± 1.890.739 km². Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada, yakni sekitar 99.123 km. Fakta geografis tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan realitas sosial-hukum yang membentuk pola permukiman, struktur ekonomi, dan sistem penguasaan sumber daya alam masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat pesisir.
Berdasarkan data Potensi Desa (Podes) 2024, tercatat sebanyak 12.968 desa/kelurahan atau sekitar 15,39% dari total desa/kelurahan di Indonesia berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan laut. Desa-desa pesisir ini pada umumnya dihuni oleh masyarakat dengan corak kehidupan maritim, yakni masyarakat yang menggantungkan keberlangsungan hidupnya pada laut dan wilayah pesisir, baik dari aspek ekonomi (perikanan, perdagangan, pariwisata), sosial, maupun budaya. Dalam konteks tersebut, laut dan pesisir tidak hanya dipahami sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai ruang hidup (living space) yang dimanfaatkan secara berkelanjutan.