02 Jun 2026 In Berita

Penulis : Prof. Dr. Tertia Delia Nova, M.Si 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 392 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Dalam konteks produksi ternak modern, pengelolaan lingkungan menjadi aspek fundamental yang tidak hanya mempengaruhi efisiensi dan produktivitas, tetapi juga keberlanjutan dan kesejahteraan hewan serta manusia yang terlibat. Bab ini disusun sebagai fondasi konseptual yang akan membimbing mahasiswa dalam memahami kompleksitas manajemen lingkungan dalam sistem peternakan, mulai dari skala mikro seperti kandang hingga skala makro berupa lanskap dan ekosistem agroindustri.

06 Mei 2026 In Berita

Penulis : Khalil | Dwi Ananta

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 328 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Pakan merupakan fondasi utama dalam sistem produksi ternak. Ketersediaan, kualitas, dan efisiensinya menentukan produktivitas, daya saing, serta keberlanjutan usaha peternakan. Di Provinsi Sumatera Barat, kekayaan sumber daya alam, baik dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, maupun deposit mineral alam, menyediakan berbagai bahan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan. Namun demikian, sebagian besar potensi tersebut masih belum dioptimalkan. Bahkan, sebagian di antaranya menjadi limbah dan berpotensi mencemari lingkungan.

08 November 2025 In Berita

Penulis : Khasrad dan Tinda Afriani

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2025

Jumlah Halaman: 212 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Ternak potong merujuk pada hewan ternak, baik ruminansia maupun nonruminansia, yang dibudidayakan dengan orientasi utama sebagai sumber produksi daging. Upaya budidaya ini dilakukan melalui optimalisasi berbagai faktor internal (seperti genetik dan fisiologis) maupun faktor eksternal (seperti manajemen pemeliharaan dan lingkungan).
Ternak potong merupakan jenis ternak yang dibudidayakan dengan tujuan utama sebagai penghasil daging. Kelompok ternak potong yang tergolong dalam ruminansia besar mencakup sapi dan kerbau. Kedua jenis ternak ini telah lama dikembangkan di Indonesia sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan daging nasional. Proses domestikasi yang berlangsung dalam kurun waktu yang panjang telah menghasilkan beragam bangsa (breed) ternak, yang menunjukkan adaptasi serta seleksi terhadap kondisi lingkungan maupun kebutuhan produksi. Bangsa ternak (breed) didefinisikan sebagai sekelompok hewan ternak yang memiliki karakteristik morfologis, fisiologis, dan genetik tertentu yang membedakannya dari kelompok lain dalam spesies yang sama. Karakteristik tersebut bersifat herediter dan dapat diwariskan kepada keturunan secara konsisten.

25 September 2025 In Berita

Penulis : Prof. Dr. Ir. Syahro Ali Akbar MP | Prof. Dr. Ir. Tri Astuti SPt. MP. IPU | Dr. Rica Mega Sari SPt. MP | Prof. Dr. Ir. Nurhaita, MP | Dara Surtina, SPt, MP

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2025

Jumlah Halaman: 179 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Ternak unggas berkontribusi cukup besar dalam penyediaan protein hewani (berupa daging dan telur) untuk kebutuhan masyarakat Indonesia. Utuk itu diperlukan suatu usaha peningkatan produksi ternak unggas, seiring dengan terjadinya penambahan kebutuhan daging dan telur, sebagai akibat pertambahan jumlah penduduk yang siknifikan setiap tahunnya. Peningkatan produksi daging dan telur yang dimaksud adalah dari produksi ternak Itik, ternak Puyuh, ternak Ayam Ras Petelur, ternak Ayam Ras Pedaging, ternak Ayam Kampung (Buras) dan ternak Ayam Kampung Unggul Balai Penelitian Pengembangan Pertanian (ayam KUB). Salah satu cara untuk meningkatkan produksi ternak unggas yang dimaksud adalah dengan menggunakan bahan ransum yang berkualitas (nilai gizi ransum harus terpenuhi sesuai dengan kebutuhannya).

Halaman 1 dari 5