Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Drs. Rinaldi Eka Putra, M.Si | Prof. Dr. Rer. Soz. Damsar, M.A | M. Fedro Syafiola, S.Sos., M.Sos
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 225 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Bencana alam telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang peradaban manusia. Namun demikian, cara pandang terhadap bencana mengalami transformasi mendasar dari waktu ke waktu. Jika pada masa lalu bencana kerap dipahami semata-mata sebagai fenomena alam yang terjadi di luar kendali manusia, maka perspektif kontemporer justru menegaskan bahwa bencana adalah konstruksi sosial yang lahir dari pertemuan antara ancaman alam dengan kerentanan yang dibangun oleh struktur masyarakat (Wisner et al., 2004). Pemahaman ini membuka cakrawala baru yang menempatkan dimensi sosial sebagai inti dari kajian kebencanaan, sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan sosiologis dalam upaya mitigasi.
Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa dalam kurun 2010–2023, lebih dari 35.000 kejadian bencana telah melanda berbagai wilayah nusantara, dengan korban jiwa, pengungsian, dan kerugian ekonomi yang sangat besar (BNPB, 2023). Bencana-bencana besar seperti tsunami Aceh 2004, gempa Yogyakarta 2006, tsunami Palu-Donggala 2018, hingga banjir bandang Nusa Tenggara Timur 2021 telah memperlihatkan secara gamblang bahwa ketimpangan sosial, kemiskinan, dan lemahnya kohesi komunitas turut menentukan seberapa besar dampak yang diterima masyarakat. Dengan kata lain, bencana selalu memiliki wajah sosial yang tidak bisa diabaikan.