Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Dr. Ernita Arif, M.Si, Dr. Syamsul Bahri, S.T., M.M
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 316 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
munikasi adalah kunci untuk membuka peluang, membangun hubungan, dan menciptakan pengaruh nyata. Namun, tidak semua orang mampu memanfaatkannya dengan maksimal. Banyak dari kita berbicara tanpa didengar, mendengar tanpa memahami, atau berinteraksi tanpa meninggalkan kesan yang berarti.
Tentukan Karir Hidup: Dengan Cakap Berkomunikasi dan Networking yang Kuat hadir untuk mengubah cara berkomunikasi sekaligus membantu menentukan arah karir hidup. Buku ini bukan sekadar retorika. Ia adalah panduan praktis untuk siapa saja yang ingin menjadikan komunikasi sebagai alat untuk belajar, menginspirasi, memimpin, dan membuka peluang dalam perjalanan karir serta kehidupan.
Dengan membaca buku ini, pembaca akan:
• Meningkatkan kemampuan mendengar dan berbicara sehingga pesan tersampaikan dengan jelas, mudah dipahami, dan berkesan.
• Membangun hubungan yang bermakna dalam lingkup sosial, komunitas, organisasi, maupun ruang publik.
• Mengelola interaksi sulit dan konflik dengan strategi yang menjaga hubungan dan membangun kepercayaan.
• Mengasah soft skills yang membuka peluang dalam pendidikan, karier, dan pelayanan publik.
• Mengubah percakapan menjadi pengaruh dan dampak nyata yang memberi kontribusi positif bagi diri sendiri dan orang lain.
• Menerapkan komunikasi efektif di dunia digital tanpa kehilangan etika dan integritas.
Buku ini dirancang untuk berbagai pembaca: pelajar, mahasiswa, dan generasi muda yang ingin mengasah kemampuan komunikasi; pendidik dan fasilitator yang ingin memberdayakan orang lain; legislator, pemimpin publik, dan profesional yang ingin menciptakan pengaruh melalui dialog dan hubungan yang kuat; serta masyarakat umum yang ingin meningkatkan kualitas interaksi, membangun relasi positif, dan memanfaatkan komunikasi sebagai alat transformasi dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap bab dipenuhi contoh nyata, latihan interaktif, checklist, dan panduan praktis, sehingga pembaca tidak hanya membaca, tetapi dapat langsung menerapkan dan merasakan hasilnya. Dari konsep dasar hingga strategi komunikasi yang membangun hubungan, membuka kesempatan, dan menciptakan pengaruh nyata, buku ini adalah panduan lengkap untuk menjadi komunikator yang efektif, berdaya, dan berdampak.
Miliki buku ini dan mulailah perjalanan untuk berbicara dengan makna, membangun hubungan yang berarti, menentukan arah karir hidup, dan mengubah setiap percakapan menjadi kesempatan serta pengaruh nyata.
Penulis: Anwar Kasim, dkk
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2024
Jumlah Halaman: 156 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Indonesia merupakan negara agraris dengan kekayaan alam yang melimpah, terutama dibidang pertanian yang sangat beragam baik berupa tumbuh-tumbuhan, maupun bahan mineral. Ubi jalar ungu merupakan salah satu komoditas yang cukup melimpah di Indonesia dengan produktifitas 1,9 juta ton per tahun (Robi’a, 2015). Di Sumatra Barat luas perkebunan ubi jalar ungu pada tahun 2021 3.586,20 Ha dengan jumlah produksi 125.200,65 ton (BPS, 2021). Ubi jalar ungu potensial dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional karena memiliki antosianin, pigmen yang menyebabkan daging umbi berwarna ungu, memiliki kandungan antioksidan dan juga kandungan serat. Ubi jalar ungu memiliki kandungan serat yang tinggi, termasuk tepung ubi jalar ungu mengandung serat sebanyak 12,9 % (Depkes, 2017).
Kelebihan yang dimiliki ubi jalar ungu dapat dimanfaatkan sebagai bahan substitusi. Untuk tujuan tersebut, ubi jalar ungu diolah menjadi produk olahan yang tahan lama seperti tepung. Tepung ubi jalar ungu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga baik digunakan untuk menghasilkan aneka produk olahan pangan yang inovatif, mempunyai nilai gizi, dan meningkatkan nilai ekonomi, seperti mi basah dengan substitusi tepung ubi jalar ungu. Tepung ubi jalar ungu tidak mengandung gluten, namun dapat digunakan untuk mensubtitusi sebagian dari tepung terigu dalam pembuatan mi basah (Triastuti, 2021).
Penulis: Prof. Dr. Damsar, Prof. Indrayani, SE, M.M, Ph.D, Dr. Irwan, Dr. Jontro Simanjuntak, S.Pt., S.E., M.M, Dr. Endah Siswati, S.I.P., M.S.W, Dr. Susi Marni, S.E. M.M, Surya Akbar, S.I.P., M.Si
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2024
Jumlah Halaman: 185 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Kekuasaan merupakan kebutuhan, begitu kata McClelland (1961). Kebutuhan akan kekuasaan adalah keinginan dalam diri seseorang untuk memegang kendali dan wewenang atas orang lain dan memengaruhi serta mengubah keputusan sesuai dengan kebutuhan atau keinginannya sendiri. Kebutuhan akan kekuasaan ternyata bukan merupakan hanya kebutuhan pribadi juga sebagai kebutuhan organisasi. Oleh karena kekuasaan ada di mana saja, maka perlu ada manajemen kekuasaan.
Buku ini memberikan fundament dalam memahami manajemen kekuasaan. Bagi siapa saja yang melihat kekuasaan sebagai kebutuhan individual maupun organisasional maka disarankan untuk memiliki manajemen kekuasaan, yang menjadi tema diskusi buku ini.
Penulis: Indraddin, Indah Sari Rahmaini, Retno Anggraini
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2023
Jumlah Halaman: 189 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Pembangunan berbasis pemberdayaan merupakan sebuah tuntutan, karena belajar dari proses pembangunan di Indonesia selama ini salah satu kelemahannya adalah belum terjadi keberlanjutan program pembangunan di tingkat masyarakat. Keberlanjutan program pembanguan akan terwujud apabila tercapai kemandirian di tingkat masyarakat akar rumput dalam melanjutkan program-program pembangunan yang diluncurkan oleh berbagai pihak baik pemerintah, swasta maupun organisasi non pemerintah (NGO). Banyak pihak yang mengatasnamakan pemberdayaan dalam program pembangunan, tetapi kenyataannya belum ditemukan proses dan langkah-langkah yang mengarah kepada pemberdayaan itu sendiri. Selain dari belum samanya persepsi dalam memahami pemberdayaan tingkat masyarakat, juga masih minimnya literatur tentang pemberdayaan masyarakat. Untuk itu buku ini hadir sebagai salah satu khasanah memperkaya literatur dan referensi tentang pemberdayaan masyarakat. Buku ini membahas pemberdayaan dari sisi konseptual dan teoritis. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang konsep dan paradigma pemberdayaan itu sendiri. Pada bagian awal berbicara tentang sejarah dan konsep pemberdayaan. Lalu dibahas langkah-langkah pemberdayaan yang mesti dilakukan oleh agen pembangunan atau yang dikenal dengan fasilitator pemberdayaan. Paling tidak tiga aspek yang perlu ditingkatkan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. Pertama peningkatan pengetahuan, bila pengetahuan masyarakat maupun fasilitator pemberdayaan rendah dalam aspek program yang dilaksanakan, maka arah pelaksanaan program tidak akan terfokus dengan baik. Program yang dirancang tidak setara dengan aspek keilmuan dimana program pembangunan dilaksanakan. Untuk itu kegiatan yang dilakukan dalam program pemberdayaan mestinya mengarah kepada peningkatan pengetahuan komunitas yang diberdayakan. Kedua, peningkatan keterampilan, dimana tidak mungkin program berjalan dengan baik bila masyarakat yang menjadi sasaran program tidak terampil dalam melaksanakan kegiatan baik dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi kegiatan. Maka aktivitas peningkatan keterampilan dalam bentuk pelatihan lokakarya, workshop dan sebagainya perlu muncul dalam program pemberdayaan. Ketiga, peningkatan kesadaran, ini penting, apabila belum tumbuh kesadaran masyarakat tempatan terhadap program pemberdayaan dilaksanakan, maka fasilitator sulit mengajak masyarakat untuk berpartisipasi secara optimal, maka penumbuhan kesadaran hal penting dalam program pemberdayaan. Di ahkir pembahasan buku ini disuguhkan beberapa contoh penelitian tentang pemberdayaan sebagaiinspirasi bagi peneliti yang tertarik dengan masalah pemberdayaan.