Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis :Adek Tasri
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 121 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Bahasa pemrograman adalah sistem notasi formal yang digunakan untuk memberi instruksi kepada komputer agar menjalankan tugas tertentu. Dengan bahasa ini, programmer dapat menuliskan kode yang berisi aturan sintaksis (bentuk) dan semantik (makna) sehingga komputer bisa memahami dan mengeksekusi perintah sesuai logika yang diinginkan. Di antara banyak bahasa yang ada, C++ dikenal sebagai bahasa "tingkat menengah". Artinya, C++ memiliki struktur penulisan yang masih bisa dibaca dan dipahami oleh manusia (dikenal sebagai bahasa pemograman tingkat tinggi), namun juga memiliki kecepatan dan kemampuan untuk mengendalikan perangkat keras komputer secara langsung (dikenal sebagai bahasa pemograman tingkat rendah). C++ dirancang untuk dengan penekanan untuk memudahkan interaksi antara programer dengan komputer [1]. Hal ini membuat C++ sangat populer dipelajari sebagai fondasi awal memahami logika komputer.
Penulis : Ismail Sualman dan Yuliandre Darwis
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 993 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Propaganda adalah salah satu fenomena komunikasi yang memiliki sejarah panjang dalam kehidupan sosial dan politik manusia. Meskipun istilah propaganda sering dikaitkan dengan kampanye politik, perang, konflik ideologis, atau penyebaran informasi yang bersifat manipulatif, faktanya propaganda memiliki cakupan yang lebih luas karena terkait dengan proses pembentukan makna, persepsi, sikap, dan perilaku audiens. Dalam konteks komunikasi politik, propaganda penting karena persaingan politik tidak hanya terjadi melalui perebutan kekuasaan institusional, tetapi juga melalui perjuangan perhatian, interpretasi, emosi, dan keyakinan publik.
Propaganda adalah konsep yang sulit untuk diberikan satu definisi tunggal karena maknanya berubah sesuai perkembangan sejarah, teknologi komunikasi, struktur politik, dan perspektif disiplin yang digunakan oleh para akademisi. Dalam studi komunikasi, propaganda dipandang sebagai penyebaran ide, pengelolaan opini publik, pembentukan sikap, manipulasi psikologis, mobilisasi massal, dan upaya untuk mengarahkan perilaku manusia menuju tujuan tertentu. Oleh karena itu, memahami propaganda memerlukan studi beberapa definisi ilmiah yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan bidang ini.
Penulis : Prof. Dr. Ir. Hermansah, MS, M.Sc | Prof. Dr. Ir. Nurhajati Hakim | Prof. Ir. Ali Munawar, MSc.Ph.D | Putri Aditya Padma Pertiwi, S.P., M.Agr
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 304 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
buku ini merupakan penyempurnaan dari buku Buku Kesuburan Tanah yang diterbitkan oleh Universitas Lampung pada tahun 1988, sesuai dengan perkembangan Ilmu Tanah terakhir dan bertambahnya ilmu pengetahuan penelitian dan pengalaman para penulis. Sehubungan dengan penyempurnaan isi buku tersebut maka nama buku ini disempurnakan pula menjadi Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. Buku ini merupakan salah satu Buku Ajar bidang Ilmu Tanah setelah Dasar-Dasar Ilmu Tanah bagi mahasiswa Fakultas Pertanian, dengan bobot 3 SKS.
Penulis : Yuliandre Darwis, Ismail Sualman, Noviy Hasanah, Arghita Aricindy, Yulkardi, Yunarti, Adam Ibnu Aulia, Billy Febrima Hidayat, Yunarti, Maskota Delfi, Yulkardi, Sidarta Pujiraharjo, Ana Fitriana Poerana, Dewi Noor Azijah, Elva Ronaning Roem, S. Bekti Istiyanto, Sarmiati, Winda Vanisya
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 139 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Konflik Gaza, yang kembali terjadi pada Oktober 2023 setelah serangan besar-besaran Hamas di wilayah Israel, telah membuka babak baru dalam sejarah peperangan modern. Respons militer Israel selanjutnya telah menyebabkan kerusakan besar di Jalur Gaza dan kematian puluhan ribu warga sipil. Namun, di luar medan perang fisik, perang lain sedang berlangsung—perang informasi dan narasi di dunia digital. Di ruang virtual ini, kebenaran, propaganda, dan emosi bercampur membentuk gambaran tentang siapa aktor moral, korban, dan pemenang konflik tersebut (Allan & Zelizer, 2023).
Era digital telah mengubah sifat komunikasi konflik. Jika di era sebelumnya informasi dikendalikan oleh kantor berita internasional seperti Reuters atau The Associated Press, kini media sosial memungkinkan siapa pun menjadi penyampai informasi. Rekaman langsung serangan, jenazah anak-anak, dan penghancuran rumah sakit disiarkan langsung ke seluruh dunia melalui smartphone dan merupakan unsur kunci dalam membentuk narasi global. Fenomena ini telah memunculkan istilah baru yang menarik perhatian para akademisi komunikasi — narasi perang digital (Hoskins, 2022).
Menurut Hoskins (2010), peperangan kontemporer bukan lagi sekadar bentrokan senjata, melainkan juga perebutan kendali atas makna. Dalam konteks Gaza, setiap gambar dan video yang disebarluaskan membawa pesan politik implisit: siapa yang menindas, siapa yang tertindas, dan siapa yang harus didukung. Narasi digital ini telah menjadi alat strategis untuk meraih simpati publik internasional, memobilisasi solidaritas, dan menekan pemerintah dunia melalui opini publik global.
Selain itu, peran algoritma platform digital juga memperkuat efek penyebaran emosi. Konten yang dramatis dan tragis seringkali menjangkau lebih luas, sementara laporan analitis atau netral tenggelam dalam lautan data. Situasi ini menunjukkan bagaimana logika komersial platform dapat memperkuat bias emosional dan membentuk "ekologi informasi" yang tidak seimbang (Bakir & McStay, 2018).