26 Februari 2025 In Berita

Penulis: Dr. dr. Dwitya Elvira, SpPD-KAI, FINASIM

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2025

Jumlah Halaman: 79 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Penyakit autoimun ditandai dengan disregulasi sistem kekebalan tubuh yang meningkatkan aktivasi sel imun untuk menyerang autoantigen dan mengakibatkan inflamasi dan kerusakan banyak jaringan.
Dalam kasus penyakit autoimun sistemik, penggunaan jangka panjang dengan kortikosteroid merupakan tatalaksana utama yang menghasilkan efek imunosupresif dan antiinflamasi yang diperlukan untuk meredakan gejala. Pemberian kortikosteroid dikelompokkan berdasarkan durasi dan dosis pemberian. Jenis dan tingkat keparahan efek samping penggunaan kortikosteroid yang dialami dapat bervariasi tergantung dosis dan lama penggunaan. Efek jangka panjang kortikosteroid meliputi osteoporosis, avaskular nekrosis, hiperglikemia, diabetes melitus, dislipidemia, perdarahan saluran cerna, hipertensi, penyakit jantung koroner, neuropsikiatrik dan infeksi. Pemantauan efek samping meliputi evaluasi klinis dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium (HbA1c, glukosa darah, kolesterol, kortisol serum), EKG, radiologi, FRAX score, dan pemeriksaan penunjang (BMD).
Untuk menghindari terjadinya gangguan akibat penghentian kortikosteroid tiba-tiba, maka diperlukan tappering off kortikosteroid, yaitu penurunan dosis kortikosteroid secara bertahap berdasarkan karakteristik individual dan derajat penyakit.