21 Agustus 2026 In Berita

Penulis : Dr. Hamdani, MM, M.Si, Ak, CA, Cert.IPSAS, CFr.A, CACP, Asean-CPA | Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt, CA, CRGP  

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 309 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Dalam teori, konsep dan praktek auditing dan akuntansi ada tiga istilah yang memiliki persamaan namun memiliki perbedaan dalam pengertiannya yakni audit kecurangan, audit forensik, dan audit investigasi. Fraud auditing adalah pemeriksaan khusus yang dirancang untuk mendeteksi, menyelidiki, dan mencegah tindakan kecurangan (fraud) seperti penipuan, penggelapan aset, atau manipulasi laporan keuangan. Sedangkan audit forensik adalah proses investigasi mendalam terhadap catatan dan transaksi keuangan untuk mendeteksi atau menyelidiki tindak kecurangan (fraud) dengan tujuan mengumpulkan dan menganalisis bukti-bukti yang sah agar dapat digunakan dalam proses hukum atau peradilan untuk membuktikan apakah kecurangan benar terjadi, mengidentifikasi pelakunya, dan mengumpulkan alat bukti hukum yang kuat. Selanjutnya audit investigasi adalah serangkaian proses sistematis dalam mencari, mengumpulkan, dan menganalisis bukti-bukti untuk mengungkap apakah suatu dugaan kecurangan (fraud) atau pelanggaran hukum benar-benar terjadi dengan tujuan menemukan fakta dan pelakunya guna mendukung tindakan hukum atau penyelesaian selanjutnya
Audit Kecurangan (Fraud Auditing) sudah diajarkan pada Program Studi Akuntasi yang diselenggarakan perguruan tinggi negeri dan swasta sebagai mata kuliah. Materi ini menjadi bagian dari mata kuliah Akuntansi Sektor Publik, mengingat audit kecurangan memeliki keterkaitan dengan Audit Investigasi atau Akuntansi Forensik untuk kepentingan sektor publik. Meningkatnya kebutuhan akan auditor yang mampu melakukan Audit Investigasi Kerugian Keuangan Negara/Daerah maupun BUMN/BUMD membuka peluang bagi lulusan akuntansi menjalani profesi dan keahlian tersebut.

21 Juli 2026 In Berita

Penulis : Dr. Sosmiarti, S.E., M.Si & Fadhil Aptana Sadjiana, S.E 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 398 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Dalam beberapa dekade terakhir, bencana telah menjadi isu global yang semakin kompleks, baik dari segi frekuensi, intensitas, maupun dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Bencana tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai peristiwa alam semata, tetapi sebagai fenomena multidimensional yang memiliki implikasi signifikan terhadap sistem ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Dampak ekonomi yang ditimbulkan tidak hanya bersifat langsung, seperti kerusakan infrastruktur dan kehilangan aset, tetapi juga menciptakan efek lanjutan yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, distribusi pendapatan, stabilitas fiskal, serta tingkat kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

24 Jun 2026 In Berita

Penulis : Dr. Inggrit Fernandes, S.h., M.H 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 262 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Laut Natuna Utara dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu kawasan yang mendapatkan perhatian serius, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dinamika yang terjadi tidak hanya mencerminkan persoalan hukum semata, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek politik, keamanan, dan kepentingan strategis negara. Dalam konteks tersebut, buku ini berupaya menguraikan secara komprehensif bagaimana posisi hukum Indonesia dalam menegakkan hak berdaulatnya, baik berdasarkan hukum nasional maupun hukum internasional, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam praktik penegakan hukum di lapangan.

19 Mei 2026 In Berita

Penulis : Prof. Dr. Elfindri, S.E., M.A 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 366 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Paradox Pembangunan Nasional dan Daerah merupakan rangkaian kajian dan refleksi pengalaman penulis dalam memotret dinamika pembangunan di Indonesia. Buku ini berfokus pada analisis populer mengenai berbagai deviasi dalam proses Pembangunan ketika kemajuan terjadi, namun tidak selalu sejalan dengan pemerataan, kualitas manusia, dan keberlanjutan.