Berita

Berita (677)

Penulis : Haura Atthahara, Yesi Puspita, Emeraldy Chatra, Ilham Havifi, Robi Jaya Putra, Revi Marta, Misbah El Yaser, Dewi Anggraini, Zulfadli, Lusi Puspika Sari, Hanny Purnamasari, Rozidateno Putri Hanida, Rayla Osvita Putri, Lolita Deby Mahendra Putri, Dewi Noor Azijah

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 124 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Keterlibatan perempuan dalam politik merupakan salah satu indikator fundamental bagi kualitas demokrasi. Demokrasi pada prinsipnya mengandung makna partisipasi setara dari seluruh warga negara tanpa diskriminasi, termasuk diskriminasi berdasarkan gender (Kristina & Iskandar, 2022). Oleh karena itu, keterwakilan perempuan dalam lembaga politik tidak hanya dipandang sebagai isu keadilan sosial, tetapi juga sebagai prasyarat bagi terwujudnya demokrasi yang substantif dan inklusif. Secara teoretis, hubungan antara gender dan demokrasi berakar pada konsep democratic inclusiveness bahwa demokrasi sejati menuntut partisipasi seluruh kelompok sosial dalam proses pengambilan keputusan publik (Pramudita et al., 2020). Dalam konteks ini, gender menjadi variabel penting karena struktur sosial dan politik selama ini cenderung memusatkan kekuasaan pada laki-laki. Demokrasi yang tidak sensitif gender berpotensi menghasilkan kebijakan yang bias dan gagal mencerminkan kepentingan seluruh warga negara (Tias et al., 2023). Dengan demikian, keterlibatan perempuan di parlemen tidak sekadar memperbanyak jumlah kursi yang diisi oleh perempuan, tetapi juga menjadi sarana korektif terhadap defisit representasi dalam sistem demokrasi.

Penulis : Prof. Dr. Ir. Asdi Agustar, M.Sc

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 202 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Ilmu pengetahuan lahir dari kebutuhan akan prosedur pemeriksaan itu. Ia bukan kumpulan fakta, melainkan cara kerja untuk memperoleh, menguji, dan mengoreksi pernyataan tentang dunia. Setidaknya empat ciri melekat padanya. Ilmu bersifat empiris, artinya klaimnya berujung pada pengalaman yang dapat diamati. Ilmu bersifat sistematis, karena langkah-langkahnya tersusun dan bukan hasil lompatan intuisi semata. Ilmu bersifat terbuka pada kritik, sebab setiap temuan dipersilakan diuji ulang. Dan ilmu bersifat sementara, karena kesimpulan hari ini bisa digugurkan oleh bukti yang lebih baik esok hari.
Ciri terakhir itu yang paling sering disalahpahami. Banyak pembaca pemula mengira karya ilmiah harus melahirkan kepastian mutlak. Kenyataannya, kekuatan ilmu justru terletak pada kesediaannya untuk salah secara terbuka. Sebuah kesimpulan yang dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mungkin dibantah oleh bukti apa pun bukanlah kesimpulan ilmiah, melainkan pernyataan iman atau selera.
Sejarah pemikiran menyediakan dua jalan untuk sampai ke sana, dan keduanya masih hidup dalam praktik penelitian hari ini. Jalan empiris bertumpu pada pengamatan: pengetahuan dibangun dari kasus-kasus yang teramati, lalu ditarik menjadi pernyataan yang lebih umum. Jalan rasional bertumpu pada penalaran: pengetahuan diturunkan dari asas atau teori yang sudah ada menuju pernyataan yang lebih khusus. Penelitian modern jarang memilih satu dan membuang yang lain. Peneliti berangkat dari teori untuk menurunkan dugaan, menguji dugaan itu dengan data lapangan, lalu memakai hasilnya untuk memperbaiki teori. Gerak bolak-balik antara penalaran dan pengamatan inilah yang membuat pengetahuan ilmiah bertambah tanpa harus dimulai dari nol setiap kali.

Penulis : Prof. Dr. Ir. Asdi Agustar, M.Sc

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 241 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Setiap bangunan ilmu yang kita kenal hari ini, mulai dari ilmu alam yang menjelaskan gerak planet sampai ilmu sosial yang menafsirkan perilaku manusia, bermula dari sesuatu yang tampak sederhana, yaitu keinginan untuk memahami. Sebelum ada laboratorium, jurnal ilmiah, dan gelar akademik, yang ada lebih dahulu adalah manusia yang merasa heran terhadap dunia di sekitarnya dan tidak puas hanya menerima keadaan apa adanya. Bab ini mengajak pembaca menelusuri titik awal itu dan menempatkan falsafah ilmu sebagai upaya untuk memahami bagaimana pengetahuan lahir, disusun, dan dipertanggungjawabkan. Pembahasan dimulai dari rasa ingin tahu sebagai sumber pengetahuan, dilanjutkan dengan hubungan antara filsafat dan ilmu, lalu ditutup dengan ruang lingkup serta kedudukan falsafah ilmu itu sendiri.

Penulis : Dr. dr. Dwitya Elvira, Sp.PD-KAI.FINASIM | Dr. dr. Effy Huriyanti, Sp.THT-KL(K) | Dr. dr. Havriza Vitresia, Sp.M(K) | Dr. dr. Gardenia Akhyar, Sp.DVE(K) | Dr. Fenty Anggraini. Sp.P(K)

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 65 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Rinitis secara luas didefinisikan sebagai peradangan pada mukosa hidung. Ini merupakan gangguan yang umum terjadi dan dapat memengaruhi hingga 40% populasi.1 Rinitis alergi (RA) dianggap sebagai gangguan yang terbatas pada hidung dan saluran hidung. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi ini dapat merupakan bagian dari penyakit saluran napas sistemik yang melibatkan seluruh traktus respiratorius.2 Gejala rinitis alergi meliputi hidung gatal, bersin berulang, cairan hidung yang jernih dan hidung tersumbat yang bersifat hilang timbul atau reversibel, secara spontan atau dengan pengobatan.3
Rinitis alergi (RA) memiliki prevalensi yang tinggi di seluruh dunia, dan penatalaksanaan klinisnya masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, RA memberikan beban yang signifikan baik bagi individu maupun masyarakat.4 Rhintis alergi ini juga berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk produktivitas, pola tidur, interaksi sosial, gaya hidup, serta kemampuan bekerja.5 Penelitian lain menunjukkan bahwa rhinitis alergi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti pusing, sakit kepala, gatal-gatal di berbagai bagian tubuh, telinga terasa penuh, dan masalah kesehatan lainnya.6Tujuan tatalaksana dan pemberian terapi pada pasien dengan rhinitis alergi adalah didasarkan pada penggunaan obat-obatan yang bertujuan menghilangkan atau mengurangi gejala alergi, dan imunoterapi alergen (allergen immunotherapy) yang dirancang untuk memodifikasi respons imun terhadap alergen penyebab rhinitis alergi.7 Obat-obatan tersebut meliputi antihistamin intranasal dan oral, kortikosteroid intranasal, oral, dan injeksi, dekongestan oral dan intranasal, antagonis reseptor leukotrien, kromolin oral, antikolinergik intranasal, serta terapi biologik (omalizumab).

Selasa, 15 September 2026 08:39

Tumbuhan Obat Sumatra Edisi ke 2 Review

Written by

Penulis : Dayar Arbain | Amri Bakhtiar | Deddi Prima Putra | Nurainas

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 817 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Buku ini memuat informasi ilmiah yang tersedia dengan mencantumkan referensinya de- ngan lengkap, sehingga kalau ada hal-hal yang menarik perhatian pembaca, yang bersang- kutan akan dapat melakukan penelusuran lanjutan tentang infomasi yang diperlukan sesuai daftar referensi yang tersedia.
Mengenai judul Tumbuhan Obat Sumatra bukan berarti jenis tumbuhan yang terdapat dalam buku ini tumbuhan asli Sumatra dan hanya digunakan oleh berbagai suku di Suma- tra untuk pengobatan dengan kegunaan dan cara pakai yang berbeda dengan penggunaan di berbagai belahan lain bumi. Seperti yang terlihat pada tinjauan Botani, beberapa di antara jenis tumbuhan yang terdapat dalam buku ini juga digunakan oleh berbagai anak bangsa dari kelompok etnis yang berbeda dan bangsa lain di dunia dengan nama yang berbeda dan peng- gunaan yang bisa saja berbeda. Di samping itu beberapa tumbuhan yang terdapat dalam buku ini bukanlah tumbuhan asli Sumatra tapi berasal dari belahan lain bumi, tapi oleh orang Suma- tra sudah dianggap sebagai tumbuhan mereka sendiri dengan penggunaan secara tradisional yang khas pula.
Keberadaan tumbuhan Sumatra dapat dikelompokkan atas dua bagian besar. Tumbuhan yang terdapat di sepanjang bukit barisan di bagian barat Pulau Sumatra umumnya ditemukan juga di Pulau Jawa, dan di daerah subtropik seperti di Thailand, Myanmar, Filipina, India, dan Cina Selatan, sedangkan tumbuhan yang terdapat di dataran rendah bagian timur banyak yang sama dengan tumbuhan yang terdapat di Kalimantan dan Semenanjung Malaya.

Senin, 07 September 2026 15:13

Pengantar Akuntansi Pendekatan Proses

Written by

Penulis : Ilmainir Tabrani

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 262 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Buku ini disusun berdasarkan pengalaman penulis mengajar pengantar akutansi selama 37 tahun lebih. Selama mengajar tersebut penulis memakai berbagai buku ajar. Buku ajar ter-sebut ada yang diterbitkan secara nasional dan ada yang diterbitkan secara internasional.
Secara umum setiap literatur tersebut tidak menguraikan secara runtut proses akuntansi. Proses akuntansi yang diuraikan selalu diganggu dengan penggunaan kertas kerja (work sheet) dalam proses pembuatan laporan keuangan. Cara seperti itu menggangu pemahaman mahasiswa dalam memahami proses akuntansi.

Penulis : Dr. Ma’ruf, SE, M.Bus, M.Phill | Dr. Firman Syakri Pribadi, SE, MM

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 256 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Buku ini mengupas pariwisata berbasis kearifan lokal secara komprehensif, mulai dari landasan konseptual dan teoretis, relasi antara pariwisata dan masyarakat lokal, hingga praktik dan kebijakan pengelolaan destinasi. Dengan memadukan perspektif akademik dan refleksi empiris, buku ini menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan pariwisata, bukan sekadar objek industri.

Senin, 31 Agustus 2026 13:56

Dari Inggris ke Limau Manis

Written by

Penulis : Efri Yoni Baikoeni | Yulnetri | Feni Munifatullah | Indraddin

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 340 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Biografi yang berjudul Dari Inggris ke Limau Manis: Mengenang Tiga Dekade Wafatnya Prof. Dr. H. Khaidir Anwar, MA sebagian besar isinya disadur dan dikembangkan dengan sangat baik oleh para penulis dari memoir singkat “Growing Up in Minangkabau. The Indonesian Revolution as I Knew it” yang ditulis oleh ayah saya waktu kami masih bermukim di London. Ayah saya senang menceritakan fragmen-fragmen pengalamannya sewaktu zaman Revolusi kepada kami dan teman-temannya, dan ketika telah menyesaikan disertasinya, beliau menyempatkan mengetik memoir sepanjang 65 halaman ini. Saya sendiri baru membaca memoir ini secara utuh dan lebih teliti setelah Sdr. Efri Yoni mengirim draft biografi untuk dapat membuat perbandingan.
Berbeda dari adik-adik saya, Danti dan Desi, saya tidak memiliki banyak kenangan masa kecil dengan ayah di Bandung, karena saya menjalani masa kecil di Koto Kociak, VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten 50 Kota. Saya tinggal bersama Mamak dari ibu saya yang bernama Datuk H. Habib dan istrinya, Mak Tuo Nurma di Tanjung Ipuh, di atas tanah pusako keluarga ibu saya, suku Pitopang Pondam, Koto Kociak. Saya mengenyam Pendidikan SD di Koto Kociak dan SMP di Dangung-Dangung.

Senin, 31 Agustus 2026 08:26

Ekonomi Kebencanaan : Teori dan Aplikasi

Written by

Penulis : Dr. Sosmiarti, S.E., M.Si & Fadhil Aptana Sadjiana, S.E

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 282 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Dalam beberapa dekade terakhir, bencana telah menjadi isu global yang semakin kompleks, baik dari segi frekuensi, intensitas, maupun dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Bencana tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai peristiwa alam semata, tetapi sebagai fenomena multidimensional yang memiliki implikasi signifikan terhadap sistem ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Dampak ekonomi yang ditimbulkan tidak hanya bersifat langsung, seperti kerusakan infrastruktur dan kehilangan aset, tetapi juga menciptakan efek lanjutan yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, distribusi pendapatan, stabilitas fiskal, serta tingkat kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Penulis : Ns. Arif Rohman Mansur, S.Kep., M.Kep., CIIQA | Ns. Ira Mulya Sari, M.Kep., Sp.Kep. An | Ns. Mutia Farlina, M.Kep., Sp.Kep A.n | Ns. Marsi Sekar Ningrum, S.Kep | Ns. Finatri Handayani, S.Kep

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 241 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Masa pubertas membawa perubahan fisik, emosional, dan sosial bagi setiap remaja, termasuk remaja dengan disabilitas intelektual. Namun, keterbatasan dalam memahami informasi abstrak, mengenali batas sosial, dan mengungkapkan pengalaman membuat mereka membutuhkan pendampingan yang lebih konkret, bertahap, dan berulang. Tanpa edukasi yang tepat, remaja dapat mengalami kebingungan, kesulitan merawat diri, serta lebih rentan terhadap manipulasi, eksploitasi, dan kekerasan seksual.

Buku Tubuhku Aman, Diriku Bermartabat hadir sebagai panduan bagi orang tua, guru, tenaga kesehatan, konselor, mahasiswa, dan pendamping dalam memberikan edukasi seksualitas yang aman, inklusif, dan menghormati martabat remaja dengan disabilitas intelektual. Buku ini membahas karakteristik dan kebutuhan dukungan remaja, perubahan tubuh selama pubertas, kebersihan diri dan organ reproduksi, batas tubuh, privasi, persetujuan, relasi sosial yang sehat, serta perilaku yang sesuai dengan tempat dan situasi.
Pembaca juga memperoleh panduan praktis untuk mengajarkan keterampilan perlindungan diri melalui bahasa yang sederhana, media visual, cerita sosial, kartu situasi, latihan peran, dan contoh percakapan sehari-hari. Pembahasan diperluas pada kesehatan reproduksi, keamanan menggunakan gawai dan media sosial, pengenalan tanda bahaya, cara menerima laporan kekerasan secara peka terhadap trauma, serta langkah melibatkan tenaga profesional dan layanan perlindungan.
Dengan pendekatan berbasis hak, empati, dan kolaborasi, buku ini menegaskan bahwa edukasi seksualitas bukanlah sesuatu yang tabu, melainkan bagian penting dari perlindungan, kesehatan, dan kemandirian remaja. Melalui pendampingan yang konsisten antara keluarga, sekolah, dan layanan kesehatan, remaja dengan disabilitas intelektual dapat belajar mengenali tubuhnya, menjaga privasi, menyatakan penolakan, mencari pertolongan, dan tumbuh sebagai pribadi yang aman, mandiri, serta bermartabat.