Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Lyra Yulianti
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 293 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Konsep dasar dalam teori graf yang diuraikan dalam bagian ini diambil dari (Bondy & Murty, 1976), (Chartrand & Zhang, 2009), dan (Chartrand & Zhang, 2005). Suatu graf G=(V(G),E(G)) didefinisikan sebagai pasangan himpunan terurut dari himpunan titik dan himpunan sisi, dimana V(G) adalah himpunan tidak kosong yang berisikan titik-titik (vertices) dari G dan E(G) merupakan himpunan (boleh kosong) yang berisikan sisi (edge), yaitu garis yang menghubungkan dua titik di G. Banyaknya titik di G, dinotasikan |V(G)|, dinamakan orde (order), sementara banyaknya sisi, dinotasikan |E(G)|, dinamakan ukuran (size).
Penulis : Qaira Anum, Vesri Yossy
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 200 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Dalam kehidupan sehari-hari, istilah keputihan merupakan sebutan yang sangat umum digunakan oleh masyarakat dengan keluhan keluarnya cairan dari kemaluan perempuan selain darah. Istilah ini dikenal luas di berbagai budaya dan sering menjadi keluhan utama perempuan dalam praktik klinis, khususnya di bidang venereologi dan kesehatan reproduksi. Keputihan kerap dianggap sebagai sesuatu yang tidak normal dan memalukan, sehingga tidak jarang pasien menunda untuk mencari pertolongan medis. Persepsi ini dipengaruhi oleh minimnya edukasi kesehatan reproduksi, norma sosial, serta stigma yang melekat pada keluhan yang berkaitan dengan organ intim.1
Di kalangan awam, keputihan sering diidentikkan dengan kondisi penyakit, infeksi menular seksual atau kebersihan diri yang buruk. Cairan yang keluar dari vagina, baik dalam jumlah sedikit maupun banyak, sering kali langsung diasosiasikan sebagai tanda adanya gangguan kesehatan. Padahal, secara fisiologis, vagina memang memproduksi sekret yang berfungsi menjaga kelembapan, kebersihan, serta keseimbangan lingkungan mikrobiologis. Kurangnya pemahaman mengenai perbedaan antara keputihan normal dan abnormal atau patologis menyebabkan kecemasan berlebihan pada sebagian perempuan, sementara sebagian lainnya justru mengabaikan gejala yang seharusnya mendapat perhatian medis.1,2
Penulis : Hindun Mila Hudzaifah, M.Tr.Keb
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 187 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Laktasi merupakan proses biologis kompleks yang melibatkan serangkaian perubahan fisiologis dan hormonal pada tubuh ibu pascapersalinan, yang berperan pada produksi dan sekresi air susu ibu (ASI) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Proses ini bukan sekadar respons mekanis, melainkan sebuah proses biologis yang sangat terkoordinasi, dimulai dari masa kehamilan dan berlanjut selama periode menyusui. Memahami laktasi secara komprehensif sangat penting untuk mengoptimalkan keberhasilan menyusui, terutama pada ibu nifas yang seringkali menghadapi berbagai tantangan.
Secara etimologis, istilah laktasi berasal dari bahasa Latin lactare, yang berarti menyusui atau menghasilkan susu. Dalam konteks fisiologi manusia, laktasi merujuk pada seluruh proses yang memungkinkan mamalia betina, termasuk manusia, untuk menghasilkan susu. Proses ini melibatkan tiga fase utama: mammogenesis (perkembangan kelenjar payudara), laktogenesis (inisiasi sekresi susu), dan galaktopoisis (pemeliharaan produksi susu) (Lawrence & Lawrence, 2016). Setiap fase memiliki karakteristik unik dan dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara hormon, faktor pertumbuhan, dan stimulasi mekanis.
Penulis : Muhammad Parikesit Wisnubroto
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 181 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Tanaman perkebunan merupakan salah satu pilar penting pembangunan pertanian yang berkontribusi terhadap penyediaan bahan baku industri, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi nasional. Keberhasilan budidaya tanaman perkebunan pada dasarnya ditentukan oleh berbagai proses fisiologis yang berlangsung di dalam tanaman, mulai dari penangkapan energi matahari, penyerapan air dan unsur hara, pengaturan pertumbuhan oleh hormon, hingga kemampuan tanaman beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Buku Aspek Fisiologi Tanaman Perkebunan menyajikan pembahasan yang komprehensif mengenai berbagai mekanisme fisiologis yang mendasari pertumbuhan, perkembangan, dan produktivitas tanaman perkebunan. Materi disusun secara sistematis, mencakup fotosintesis, pengaruh cahaya, suhu, air, dan unsur hara, regulasi hormonal, perkecambahan, pembungaan, pemasakan buah, serta respons tanaman terhadap cekaman biotik dan abiotik. Berbagai konsep fisiologi tersebut diperkaya dengan contoh pada komoditas perkebunan penting seperti kelapa sawit, kopi, kakao, teh, karet, aren, dan tebu, sehingga memberikan keterkaitan yang erat antara teori dan praktik budidaya di lapangan.
Di tengah tantangan perubahan iklim dan tuntutan peningkatan produktivitas yang berkelanjutan, pemahaman terhadap fisiologi tanaman menjadi semakin penting. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, peneliti, penyuluh, dan praktisi perkebunan dalam memahami proses kehidupan tanaman sebagai dasar pengelolaan perkebunan yang produktif, adaptif, dan berkelanjutan.