Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Ns. Arif Rohman Mansur, S.Kep., M.Kep., CIIQA | Ns. Ira Mulya Sari, M.Kep., Sp.Kep. An | Ns. Mutia Farlina, M.Kep., Sp.Kep A.n | Ns. Marsi Sekar Ningrum, S.Kep | Ns. Finatri Handayani, S.Kep
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 241 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Masa pubertas membawa perubahan fisik, emosional, dan sosial bagi setiap remaja, termasuk remaja dengan disabilitas intelektual. Namun, keterbatasan dalam memahami informasi abstrak, mengenali batas sosial, dan mengungkapkan pengalaman membuat mereka membutuhkan pendampingan yang lebih konkret, bertahap, dan berulang. Tanpa edukasi yang tepat, remaja dapat mengalami kebingungan, kesulitan merawat diri, serta lebih rentan terhadap manipulasi, eksploitasi, dan kekerasan seksual.
Buku Tubuhku Aman, Diriku Bermartabat hadir sebagai panduan bagi orang tua, guru, tenaga kesehatan, konselor, mahasiswa, dan pendamping dalam memberikan edukasi seksualitas yang aman, inklusif, dan menghormati martabat remaja dengan disabilitas intelektual. Buku ini membahas karakteristik dan kebutuhan dukungan remaja, perubahan tubuh selama pubertas, kebersihan diri dan organ reproduksi, batas tubuh, privasi, persetujuan, relasi sosial yang sehat, serta perilaku yang sesuai dengan tempat dan situasi.
Pembaca juga memperoleh panduan praktis untuk mengajarkan keterampilan perlindungan diri melalui bahasa yang sederhana, media visual, cerita sosial, kartu situasi, latihan peran, dan contoh percakapan sehari-hari. Pembahasan diperluas pada kesehatan reproduksi, keamanan menggunakan gawai dan media sosial, pengenalan tanda bahaya, cara menerima laporan kekerasan secara peka terhadap trauma, serta langkah melibatkan tenaga profesional dan layanan perlindungan.
Dengan pendekatan berbasis hak, empati, dan kolaborasi, buku ini menegaskan bahwa edukasi seksualitas bukanlah sesuatu yang tabu, melainkan bagian penting dari perlindungan, kesehatan, dan kemandirian remaja. Melalui pendampingan yang konsisten antara keluarga, sekolah, dan layanan kesehatan, remaja dengan disabilitas intelektual dapat belajar mengenali tubuhnya, menjaga privasi, menyatakan penolakan, mencari pertolongan, dan tumbuh sebagai pribadi yang aman, mandiri, serta bermartabat.
Penulis : Ns. Leni Merdawati, S.Kep., M.Kep., Ph.D | Dr. dr. Daan Khambri, Sp.B(K) Onk | Ns. Yelnia Tetrianti, S.Kep., M.Kep
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 220 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Sebagai klinisi yang menangani pasien kanker payudara secara langsung, saya menyaksikan bahwa mual dan muntah akibat kemoterapi masih menjadi tantangan signifikan dalam keberlangsungan terapi. Gejala ini tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga memengaruhi kesiapan psikologis, kepatuhan terhadap terapi, serta kualitas hidup secara keseluruhan. Pendekatan farmakologis telah berkembang pesat, namun dalam praktiknya masih diperlukan strategi pendukung yang aman, efektif, dan berbasis bukti untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Integrasi intervensi nonfarmakologis seperti akupresur dan terapi musik menjadi salah satu pendekatan yang menjanjikan dalam praktik klinis modern.
Penulis : Ns. Arif Rohman Mansur, S.Kep., M.Kep | Ns. Ira Mulya Sari, M.Kep., Sp.Kep A.n | Ns. Mutia Farlina, M.Kep., Sp.Kep A.n | Ns. Marsi Sekar Ningrum, S.Kep | Finatri Handayani, S.Kep
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 271 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Buku referensi ini hadir sebagai jawaban atas kekosongan literatur sekaligus kuatnya stigma tabu di Indonesia terkait pendidikan seksualitas bagi remaja penyandang disabilitas intelektual (DI). Selama ini, masyarakat kerap memelihara miskonsepsi yang memandang individu difabel sebagai sosok aseksual anak-anak abadi tanpa hasrat atau sebaliknya, hiperseksual dan tidak terkendali. Faktanya, remaja dengan DI mengalami proses pubertas dan kematangan biologis yang setara dengan populasi umum, namun tidak diiringi oleh kesiapan emosional maupun kapasitas kognitif. Fenomena klinis ini dikenal sebagai disinkroni perkembangan.
Kesenjangan ekstrem antara tubuh yang menua secara biologis dan nalar yang tertinggal ini secara signifikan melipatgandakan kerentanan remaja DI. Kondisi tersebut diperparah oleh kecenderungan kepatuhan tanpa kritik (acquiescence) terhadap figur otoritas, yang kerap dimanipulasi oleh predator untuk melancarkan kekerasan seksual sekaligus membungkam penolakan korban. Menjawab krisis ini, buku ini secara tegas memformulasikan pendekatan Pendidikan Seksualitas Komprehensif yang inklusif, ramah kognisi, dan berbasis bukti empiris.
Disusun di atas landasan riset kuantitatif deskriptif yang melibatkan 197 remaja laki-laki dengan DI di 15 Sekolah Luar Biasa (SLB) dan panti asuhan di Kota Padang, buku ini memetakan tingkat literasi kesehatan reproduksi menggunakan instrumen visual termodifikasi Pictorial Sexual Knowledge Scale (PSKS). Analisis penelitian mengkaji enam domain pengetahuan krusial, yaitu: pubertas, batas tubuh, sentuhan yang pantas, hubungan yang pantas, penyakit menular seksual (PMS), serta relasi antara seksualitas dan hukum.
Temuan utama buku ini sangat membuka mata. Meskipun remaja DI menunjukkan pemahaman dasar yang relatif baik mengenai konsep “batas tubuh” dan etika pergaulan, mereka memiliki kekosongan pengetahuan yang sangat kritis terkait pencegahan penyakit menular seksual khususnya HIV/AIDS yang memperoleh skor terendah secara konsisten. Selain itu, mereka mengalami kesulitan besar dalam mengenali sentuhan ilegal atau pelecehan seksual dalam perspektif hukum, terutama akibat kompleksitas konsep abstrak yang sulit dipahami secara kognitif.
Lebih dari sekadar pemaparan data, buku ini menawarkan rancangan strategi instruksional yang praktis dan aplikatif bagi orang tua, pendidik pendidikan khusus, serta praktisi kesehatan. Menyadari bahwa narasi abstrak dan eufemisme justru berpotensi merusak pemahaman difabel, buku ini menganjurkan penerapan prinsip Universal Design for Learning (UDL) melalui media visual konkret, seperti buku interaktif tiga dimensi (pop-up book), skema circles concept, serta penggunaan istilah anatomi medis secara lugas dan eksplisit. Buku ini juga membekali pembaca dengan strategi pengelolaan perilaku dan simulasi asertivitas (role-play) untuk melatih anak berani mengatakan “tidak”, berteriak, dan melarikan diri ketika otonomi tubuhnya terancam.
Pada akhirnya, karya monumental kontribusi Universitas Andalas ini bukan semata pedoman akademik, melainkan instrumen advokasi hak asasi manusia. Buku ini mendedikasikan visinya untuk memberdayakan remaja penyandang disabilitas intelektual agar memiliki kedaulatan atas tubuh mereka sendiri, sembari mengajak seluruh ekosistem masyarakat merajut jaring perlindungan berlapis. Dengan demikian, generasi rentan ini dapat merayakan kedewasaannya secara aman, terhormat, dan bermartabat.
Penulis : Ns. Maximilianus Dasril Samura, S.Kep., M.Kes | Prof. Dr. Afrizal, MA | Dr. dr. Amel Yanis, Sp.Kj(K) | Prof. Dr. Hardisman, M.HID., Dr. PH., FRSFH
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 140 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Stigma dan pandangan negatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia masih menjadi tantangan serius yang memicu perlakuan buruk dari berbagai lapisan, mulai dari keluarga hingga lembaga layanan kesehatan. Tekanan sosial ini sering kali membuat keluarga merasa malu sehingga memilih untuk mengisolasi diri atau bahkan melakukan tindakan ekstrem seperti pemasungan. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas, minimnya jumlah perawat jiwa, serta belum optimalnya program edukasi yang mampu menyentuh akar permasalahan di masyarakat.