Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Efri Yoni Baikoeni | Yulnetri | Feni Munifatullah | Indraddin
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 340 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Biografi yang berjudul Dari Inggris ke Limau Manis: Mengenang Tiga Dekade Wafatnya Prof. Dr. H. Khaidir Anwar, MA sebagian besar isinya disadur dan dikembangkan dengan sangat baik oleh para penulis dari memoir singkat “Growing Up in Minangkabau. The Indonesian Revolution as I Knew it” yang ditulis oleh ayah saya waktu kami masih bermukim di London. Ayah saya senang menceritakan fragmen-fragmen pengalamannya sewaktu zaman Revolusi kepada kami dan teman-temannya, dan ketika telah menyesaikan disertasinya, beliau menyempatkan mengetik memoir sepanjang 65 halaman ini. Saya sendiri baru membaca memoir ini secara utuh dan lebih teliti setelah Sdr. Efri Yoni mengirim draft biografi untuk dapat membuat perbandingan.
Berbeda dari adik-adik saya, Danti dan Desi, saya tidak memiliki banyak kenangan masa kecil dengan ayah di Bandung, karena saya menjalani masa kecil di Koto Kociak, VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten 50 Kota. Saya tinggal bersama Mamak dari ibu saya yang bernama Datuk H. Habib dan istrinya, Mak Tuo Nurma di Tanjung Ipuh, di atas tanah pusako keluarga ibu saya, suku Pitopang Pondam, Koto Kociak. Saya mengenyam Pendidikan SD di Koto Kociak dan SMP di Dangung-Dangung.
Penulis : Dr. Sosmiarti, S.E., M.Si & Fadhil Aptana Sadjiana, S.E
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 282 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Dalam beberapa dekade terakhir, bencana telah menjadi isu global yang semakin kompleks, baik dari segi frekuensi, intensitas, maupun dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Bencana tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai peristiwa alam semata, tetapi sebagai fenomena multidimensional yang memiliki implikasi signifikan terhadap sistem ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Dampak ekonomi yang ditimbulkan tidak hanya bersifat langsung, seperti kerusakan infrastruktur dan kehilangan aset, tetapi juga menciptakan efek lanjutan yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi, distribusi pendapatan, stabilitas fiskal, serta tingkat kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Penulis : Ns. Arif Rohman Mansur, S.Kep., M.Kep., CIIQA | Ns. Ira Mulya Sari, M.Kep., Sp.Kep. An | Ns. Mutia Farlina, M.Kep., Sp.Kep A.n | Ns. Marsi Sekar Ningrum, S.Kep | Ns. Finatri Handayani, S.Kep
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 241 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Masa pubertas membawa perubahan fisik, emosional, dan sosial bagi setiap remaja, termasuk remaja dengan disabilitas intelektual. Namun, keterbatasan dalam memahami informasi abstrak, mengenali batas sosial, dan mengungkapkan pengalaman membuat mereka membutuhkan pendampingan yang lebih konkret, bertahap, dan berulang. Tanpa edukasi yang tepat, remaja dapat mengalami kebingungan, kesulitan merawat diri, serta lebih rentan terhadap manipulasi, eksploitasi, dan kekerasan seksual.
Buku Tubuhku Aman, Diriku Bermartabat hadir sebagai panduan bagi orang tua, guru, tenaga kesehatan, konselor, mahasiswa, dan pendamping dalam memberikan edukasi seksualitas yang aman, inklusif, dan menghormati martabat remaja dengan disabilitas intelektual. Buku ini membahas karakteristik dan kebutuhan dukungan remaja, perubahan tubuh selama pubertas, kebersihan diri dan organ reproduksi, batas tubuh, privasi, persetujuan, relasi sosial yang sehat, serta perilaku yang sesuai dengan tempat dan situasi.
Pembaca juga memperoleh panduan praktis untuk mengajarkan keterampilan perlindungan diri melalui bahasa yang sederhana, media visual, cerita sosial, kartu situasi, latihan peran, dan contoh percakapan sehari-hari. Pembahasan diperluas pada kesehatan reproduksi, keamanan menggunakan gawai dan media sosial, pengenalan tanda bahaya, cara menerima laporan kekerasan secara peka terhadap trauma, serta langkah melibatkan tenaga profesional dan layanan perlindungan.
Dengan pendekatan berbasis hak, empati, dan kolaborasi, buku ini menegaskan bahwa edukasi seksualitas bukanlah sesuatu yang tabu, melainkan bagian penting dari perlindungan, kesehatan, dan kemandirian remaja. Melalui pendampingan yang konsisten antara keluarga, sekolah, dan layanan kesehatan, remaja dengan disabilitas intelektual dapat belajar mengenali tubuhnya, menjaga privasi, menyatakan penolakan, mencari pertolongan, dan tumbuh sebagai pribadi yang aman, mandiri, serta bermartabat.
Penulis : Prof. Ir. Mas Mera, M.T., Ph.D
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 152 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Pemahaman mengenai aliran air di salura n terbuka merupakan fondasi krusial dalam perencanaan infrastruktur keairan, mulai dari jaringan irigasi, sistem drainase perko- taan, hingga bangunan pengendali banjir. Buku "Hidrolika Saluran Terbuka, Edisi Kedua" hadir untuk menjawab kebutuhan literatur teknik sipil yang komprehensif, mendalam, dan selaras dengan perkembangan teknologi modern.
Merupakan penyempurnaan menyeluruh dari edisi pertamanya, buku ini mengupas tuntas teori dasar hingga aplikasi lanjutan hidrolika saluran terbuka. Pembahasan di- susun secara sistematis mencakup elemen geometrik penampang saluran, distribusi kecepatan, kriteria aliran kritis, serta karakteristik aliran seragam—termasuk penggu- naan rumus Chézy, Manning, koefisien kekasaran majemuk, hingga analisis saluran tahan dan peka erosi.
Keunggulan utama pada edisi kedua ini adalah penyertaan materi Hidrolika Kompu- tasi. Penulis tidak hanya memaparkan penurunan formula analitis secara klasik, teta- pi juga membimbing pembaca untuk mengintegrasikan metode numerik Newton- Raphson serta pemanfaatan aplikasi spreadsheet dalam menyelesaikan kasus aliran kritis dan seragam, baik pada saluran tunggal maupun saluran bertingkat secara pre- sisi dan efisien.
Ditulis oleh seorang akademisi dan profesional di bidang teknik keairan, buku setebal 152 halaman ini sangat ideal digunakan sebagai buku pegangan utama bagi mahasis- wa program sarjana maupun pascasarjana teknik sipil, serta referensi esensial bagi para perencana, konsultan, dan praktisi di lapangan.
Penulis : Prof. Dr. apt. Yufri Aldi, M.Si | Prof. Dr. apt. Salman, M.Si | Dr. Apt. Hansen Nasif, S.Si., Sp.FRS | Dr. apt. Meri Susanti, S.Si., M.Farm | Dr.apt. Dwisari Dillasamola, M.Farm | Rezy Mulya Budiman, S.Farm | Asshiddiqie Hanif, S.Farm | Yudistio Arnoza, S.Farm | Vika Permata Gustam, S.Farm
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 137 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Keanekaragaman hayati yang beragam menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi penghasil bahan obat alam. Bahan obat alam yang paling banyak dimanfaatkan umumnya berasal dari tanaman atau biasa disebut sebagai Tanaman Obat (TO). Pengetahuan tentang tanaman obat dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan merupakan warisan nenek moyang secara turun- temurun yang berdasarkan pengalaman, pengetahuan dan keterampilan (1).
Salah satu tanaman obat yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat adalah mengkudu (Morinda citrifolia L.) (2). Tanaman tropis ini telah digunakan sebagai bahan pangan dan obat tradisional sejak diperkenalkan oleh bangsa Polinesia ke kawasan Asia Tenggara sekitar 2.000 tahun yang lalu (3). Berbagai bagian tanaman mengkudu, seperti buah, akar, daun, dan kulit batang, telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, antara lain infeksi, peradangan, gangguan metabolik, serta gangguan pada sistem respirasi (4). Di antara bagian tanaman tersebut, buah mengkudu diketahui mengandung beragam senyawa bioaktif, terutama senyawa fenolik yang berperan sebagai mikronutrien penting (5). Beberapa senyawa yang telah diidentifikasi meliputi damnacanthal, scopoletin, morindaone, alizarin, aucubin, nordamnacanthal, rubiadin, serta senyawa antrakuinon lainnya (6). Di antara senyawa-senyawa tersebut, scopoletin merupakan salah satu komponen utama dengan kadar berkisar antara 0,44-0,51% pada ekstrak etanol buah mengkudu (7), yang diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologis. Scopoletin diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, hepatoprotektif, antihiperlipidemia, serta memiliki aktivitas imunomodulator (8), termasuk menurunkan kadar IgE pada reaksi hipersensitivitas tipe I (9).
Penulis : Robi Jaya Putra, S.Pd, M.I.Kom, CPR | Dr. Yesi Puspita, M.Si. CPPS
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 232 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Komunikasi adalah salah satu bagian terpenting dari kehidupan manusia. Sejak awal sejarah manusia, orang telah menggunakan suara mereka untuk berkomunikasi, berbagi ide, bercerita, memberikan instruksi, dan membangun hubungan. Bahkan ketika teknologi telah mengubah hampir setiap aspek cara kita hidup dan bekerja, suara manusia tetap menjadi salah satu alat paling ampuh yang kita miliki. Di dunia saat ini, kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas dan efektif melalui suara lebih penting dari sebelumnya.
Komunikasi modern datang dalam berbagai bentuk. Kami mengirim email, memposting di media sosial, menulis laporan, dan menggunakan aplikasi percakapan setiap hari. Tetapi terlepas dari semua bentuk komunikasi tertulis ini, suara itu masih memiliki tempat khusus. Ketika kita mendengar seseorang berbicara, kita tidak hanya menerima kata-kata, kita juga mendengar emosi, kepercayaan diri, dan kepribadian. Ini adalah sesuatu yang tidak dapat digantikan oleh teks saja sepenuhnya. Baik itu manajer yang memberikan instruksi, guru yang menjelaskan konsep, politisi yang menyampaikan pidato, atau pembuat konten yang berbicara dengan audiens mereka di YouTube, suara selalu menjadi pusat bagaimana pesan disampaikan dan diterima.
Bagian ini mengeksplorasi peran suara dalam komunikasi modern. Ini membahas mengapa suara itu penting, bagaimana ia berkembang di era digital, dan apa yang membuat komunikasi vokal begitu berbeda dan begitu kuat dibandingkan dengan bentuk komunikasi lainnya. Memahami ide-ide ini adalah landasan yang sangat penting sebelum kita masuk lebih dalam ke keterampilan berbicara di depan umum.
Penulis : Hefrizal Handra
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 276 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Hutang sektor publik merupakan salah satu isu yang paling penting, sekaligus paling kontroversial, dalam pengelolaan ekonomi modern. Hampir tidak ada negara di dunia yang sepenuhnya bebas dari hutang. Negara maju, negara berkembang, bahkan negara yang kaya sumber daya alam sekalipun, pada berbagai tahap pembangunan dan siklus ekonominya, pernah menggunakan hutang sebagai bagian dari strategi fiskal untuk membiayai kebutuhan negara. Hutang publik telah menjadi instrumen yang memungkinkan pemerintah membangun infrastruktur, memperluas layanan pendidikan dan kesehatan, menjaga stabilitas ekonomi pada masa krisis, serta mempercepat pembangunan ketika penerimaan negara tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembiayaan.
Namun di balik peran strategis tersebut, hutang publik juga selalu menghadirkan pertanyaan yang mendasar dan sering menimbulkan perdebatan: sampai di mana hutang dapat dianggap sehat? Kapan hutang menjadi alat pembangunan, dan kapan hutang berubah menjadi sumber risiko fiskal? Apakah hutang yang besar selalu berbahaya? Apakah hutang yang rendah selalu aman? Bagaimana memastikan bahwa hutang yang digunakan hari ini tidak berubah menjadi beban yang menggadaikan masa depan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mendorong lahirnya buku ini.
Dalam diskursus publik, pembahasan tentang hutang sektor publik sering kali terjebak pada perdebatan yang terlalu sederhana. Tidak jarang penilaian terhadap kesehatan fiskal sebuah negara hanya didasarkan pada satu angka rasio hutang terhadap PDB. Ketika angka itu naik, muncul kekhawatiran bahwa negara sedang menuju krisis. Ketika angka itu rendah, muncul keyakinan bahwa kondisi fiskal pasti aman. Padahal realitas ekonomi jauh lebih kompleks. Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa debt ratio yang tinggi tidak selalu berujung pada krisis, sementara debt ratio yang lebih rendah pun tidak otomatis menjamin stabilitas fiskal.
Penulis : Ana Fitri Ramadani
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 147 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Pertumbuhan penduduk juga berpengaruh terhadap perubahan administrasi kota. Salah satu contoh adalah penelitian Milone, membahas mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perubahan sistem administrasi kota di Indonesia dengan membandingkan hasil sensus penduduk tahun 1930 dan 1961. Berikutnya adalah buku yang ditulis oleh Gusti Asnan berjudul Pemerintahan Sumatera Barat dari VOC hingga Reformasi. Buku tersebut membahas mengenai sejarah administrasi pemerintahan di Sumatera Barat. Sungguh pun pembahasan buku tersebut lebih mengarah kepada sejarah pemerintahan di Sumatera Barat, tetapi tidak melihat mengenai perubahan administrasi pemerintahan terhadap perkembangan kota.
Permasalahan perubahan administrasi pemerintahan menjadi satu hal yang menarik untuk dibahas dalam penulisan sejarah kota, sama seperti yang terjadi pada kota Payakumbuh. Payakumbuh yang merupakan salah satu kota di dataran tinggi Sumatera Barat, memiliki keunikan dalam sistem administrasi pemerintahan selama hampir 30 tahun lebih. Payakumbuh di samping berkedudukan sebagai sebuah kotamadya juga merangkap sebagai ibukota dari Kabupaten Limopuluah Koto. Posisi istimewa tersebut berakar pada sejarah kota tersebut, yang merupakan bagian dan pusat pemerintahan dari Afdeeling Limopuluah Koto.
Nas dan Martin mengemukakan bahwa Pemerintah Kolonial Belanda yang menjadikan Payakumbuh sebagai sebuah kota. Payakumbuh dikembangkan dengan melibatkan ke-13 kelarasan yang terdapat di Afdeeling Limopuluah Koto. Pemerintah Kolonial Belanda mengembangkan Nagari Koto nan Gadang dan Nagari Koto nan Ampek menjadi daerah kota Payakumbuh dan sebagai pusat administrasi dari pemerintah Afdeeling Limopuluah Koto.
Penulis : Dr. Siska Efendi, SP., MP
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 251 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Kumbang koksi memiliki rekam jejak histori yang sangat panjang sebagai agens pengendali hayati di berbagai belahan dunia. Dokumentasi awal oleh Kirby dan Spence (1846) menyingkap bahwa pada awal abad ke-19, para petani di Inggris telah mempraktikkan konservasi dengan cara memelihara dan melindungi koloni kumbang koksi dari serangan burung pemangsa guna mengendalikan ledakan populasi kutu daun hop (Phorodon humuli). Paradigma ini memicu perluasan program introduksi antar-kawasan geografis berskala besar di fase berikutnya. Salah satu tonggak sejarah awal ditunjukkan melalui pelepasan spesies Coccinella undecimpunctata dari Eropa ke Selandia Baru pada tahun 1874 yang secara efektif menekan kepadatan populasi kutu daun pada tanaman buah serta vegetasi rumput pakan ternak (Gambar 1) (Dumbleton, 1936). Memasuki awal abad ke-20, kebutuhan mendesak akan supresi pengendalian hayati terhadap kompleksitas hama eksotik mendorong Amerika Utara melakukan introduksi masif yang mencakup tidak kurang dari 179 spesies kumbang koksi sejak tahun 1900, di mana spesies superior Harmonia axyridis tercatat pertama kali dilepaskan sebagai agens pengendalian hayati klasik di benua tersebut pada tahun 1916 (Gambar 1) (Obrycki & Kring, 1998).
Penulis : Rina Marnita
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 205 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Kuantifikasi merupakan salah satu domain fundamental dalam struktur bahasa manusia karena berkaitan langsung dengan cara penutur memahami, membatasi, dan mengonseptualisasikan realitas. Dalam hampir semua bahasa, manusia tidak hanya menamai benda, tetapi juga menentukan berapa banyak, seberapa besar, atau sejauh mana suatu entitas dipahami dalam pengalaman sehari-hari. Oleh sebab itu, kuantifikasi tidak dapat dipandang sekadar sebagai persoalan numerik, melainkan sebagai fenomena linguistik, kognitif, dan budaya yang kompleks.
Dalam kajian tipologi gramatikal, kuantifikasi melibatkan interaksi antara numeralia, classifier, penanda massa (mass markers), satuan ukuran, serta struktur sintaktis yang menghubungkannya dalam frasa nominal. Studi-studi lintas bahasa menunjukkan bahwa bahasa-bahasa di dunia memiliki strategi yang sangat beragam dalam mengekspresikan kuantitas. Sebagian bahasa menggunakan sistem classifier secara produktif, sementara bahasa lain lebih mengandalkan struktur nominal atau satuan ukur leksikal. Variasi ini menunjukkan bahwa kuantifikasi merupakan salah satu area penting dalam tipologi linguistik karena berkaitan erat dengan cara bahasa mengorganisasi entitas dalam dunia pengalaman.
Kajian klasik yang dihimpun oleh Timothy Shopen (1985) memperlihatkan bahwa strategi kuantifikasi dalam bahasa sangat dipengaruhi oleh cara suatu bahasa membedakan entitas sebagai diskret (discrete entities) atau kontinu (continuous entities). Entitas diskret dipahami sebagai objek yang memiliki batas individual yang jelas dan dapat dihitung satu per satu, seperti manusia, hewan, atau benda tertentu. Sebaliknya, entitas kontinu dipahami sebagai substansi atau massa yang tidak secara inheren memiliki batas unit alami, seperti air, beras, pasir, atau cairan lainnya. Pembedaan ini menjadi dasar munculnya dua strategi kuantifikasi utama, yaitu menghitung (counting) dan mengukur (measuring).