07 Mei 2026 In Berita

Penulis : Ns. Arif Rohman Mansur, S.Kep., M.Kep | Ns. Ira Mulya Sari, M.Kep., Sp.Kep A.n | Ns. Mutia Farlina, M.Kep., Sp.Kep A.n | Ns. Marsi Sekar Ningrum, S.Kep | Finatri Handayani, S.Kep 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 271 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Buku referensi ini hadir sebagai jawaban atas kekosongan literatur sekaligus kuatnya stigma tabu di Indonesia terkait pendidikan seksualitas bagi remaja penyandang disabilitas intelektual (DI). Selama ini, masyarakat kerap memelihara miskonsepsi yang memandang individu difabel sebagai sosok aseksual anak-anak abadi tanpa hasrat atau sebaliknya, hiperseksual dan tidak terkendali. Faktanya, remaja dengan DI mengalami proses pubertas dan kematangan biologis yang setara dengan populasi umum, namun tidak diiringi oleh kesiapan emosional maupun kapasitas kognitif. Fenomena klinis ini dikenal sebagai disinkroni perkembangan.
Kesenjangan ekstrem antara tubuh yang menua secara biologis dan nalar yang tertinggal ini secara signifikan melipatgandakan kerentanan remaja DI. Kondisi tersebut diperparah oleh kecenderungan kepatuhan tanpa kritik (acquiescence) terhadap figur otoritas, yang kerap dimanipulasi oleh predator untuk melancarkan kekerasan seksual sekaligus membungkam penolakan korban. Menjawab krisis ini, buku ini secara tegas memformulasikan pendekatan Pendidikan Seksualitas Komprehensif yang inklusif, ramah kognisi, dan berbasis bukti empiris.
Disusun di atas landasan riset kuantitatif deskriptif yang melibatkan 197 remaja laki-laki dengan DI di 15 Sekolah Luar Biasa (SLB) dan panti asuhan di Kota Padang, buku ini memetakan tingkat literasi kesehatan reproduksi menggunakan instrumen visual termodifikasi Pictorial Sexual Knowledge Scale (PSKS). Analisis penelitian mengkaji enam domain pengetahuan krusial, yaitu: pubertas, batas tubuh, sentuhan yang pantas, hubungan yang pantas, penyakit menular seksual (PMS), serta relasi antara seksualitas dan hukum.
Temuan utama buku ini sangat membuka mata. Meskipun remaja DI menunjukkan pemahaman dasar yang relatif baik mengenai konsep “batas tubuh” dan etika pergaulan, mereka memiliki kekosongan pengetahuan yang sangat kritis terkait pencegahan penyakit menular seksual khususnya HIV/AIDS yang memperoleh skor terendah secara konsisten. Selain itu, mereka mengalami kesulitan besar dalam mengenali sentuhan ilegal atau pelecehan seksual dalam perspektif hukum, terutama akibat kompleksitas konsep abstrak yang sulit dipahami secara kognitif.
Lebih dari sekadar pemaparan data, buku ini menawarkan rancangan strategi instruksional yang praktis dan aplikatif bagi orang tua, pendidik pendidikan khusus, serta praktisi kesehatan. Menyadari bahwa narasi abstrak dan eufemisme justru berpotensi merusak pemahaman difabel, buku ini menganjurkan penerapan prinsip Universal Design for Learning (UDL) melalui media visual konkret, seperti buku interaktif tiga dimensi (pop-up book), skema circles concept, serta penggunaan istilah anatomi medis secara lugas dan eksplisit. Buku ini juga membekali pembaca dengan strategi pengelolaan perilaku dan simulasi asertivitas (role-play) untuk melatih anak berani mengatakan “tidak”, berteriak, dan melarikan diri ketika otonomi tubuhnya terancam.
Pada akhirnya, karya monumental kontribusi Universitas Andalas ini bukan semata pedoman akademik, melainkan instrumen advokasi hak asasi manusia. Buku ini mendedikasikan visinya untuk memberdayakan remaja penyandang disabilitas intelektual agar memiliki kedaulatan atas tubuh mereka sendiri, sembari mengajak seluruh ekosistem masyarakat merajut jaring perlindungan berlapis. Dengan demikian, generasi rentan ini dapat merayakan kedewasaannya secara aman, terhormat, dan bermartabat.

06 Mei 2026 In Berita

Penulis : Ns. Maximilianus Dasril Samura, S.Kep., M.Kes | Prof. Dr. Afrizal, MA | Dr. dr. Amel Yanis, Sp.Kj(K) | Prof. Dr. Hardisman, M.HID., Dr. PH., FRSFH 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 140 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Stigma dan pandangan negatif terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia masih menjadi tantangan serius yang memicu perlakuan buruk dari berbagai lapisan, mulai dari keluarga hingga lembaga layanan kesehatan. Tekanan sosial ini sering kali membuat keluarga merasa malu sehingga memilih untuk mengisolasi diri atau bahkan melakukan tindakan ekstrem seperti pemasungan. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas, minimnya jumlah perawat jiwa, serta belum optimalnya program edukasi yang mampu menyentuh akar permasalahan di masyarakat.

15 November 2024 In Berita

Penulis: Dr. Ns. Rika Sarfika, S.Kep., M.Kep | Ns. Sidaria, S.Kep., M.Kep

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2024

Jumlah Halaman: 254 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Buku KOMUNIKASI DASAR KEPERAWATAN: Panduan untuk Profesional Kesehatan dirancang sebagai panduan komprehensif bagi perawat dan profesional kesehatan dalam mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif. Buku ini berfokus pada pentingnya komunikasi dalam memberikan asuhan keperawatan berkualitas, mulai dari interaksi dengan pasien hingga kerja sama antar profesional kesehatan di berbagai setting klinis.

Dalam dunia keperawatan, kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif sangat penting untuk memastikan kebutuhan pasien terpenuhi, terutama dalam konteks pasien dengan gangguan kesehatan mental atau kelompok rentan secara psikososial. Buku ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep dasar komunikasi terapeutik, strategi komunikasi yang tepat untuk berbagai situasi klinis, serta tantangan yang dihadapi perawat dan tenaga kesehatan dalam berinteraksi dengan pasien dari berbagai latar belakang sosial dan budaya.

Disusun berdasarkan pengalaman dan riset mendalam dari penulis yang berpengalaman di bidang keperawatan kesehatan mental, buku ini menyajikan berbagai studi kasus, teknik komunikasi praktis, dan panduan langkah demi langkah yang dapat diaplikasikan langsung dalam praktik sehari-hari. Setiap bab dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi perawat dalam membangun hubungan yang efektif dan empatik dengan pasien, keluarga, dan tim kesehatan lainnya.

Buku ini tidak hanya menjadi sumber belajar bagi mahasiswa keperawatan, tetapi juga bagi para profesional kesehatan yang ingin meningkatkan keterampilan komunikasi mereka guna mendukung terciptanya asuhan yang lebih humanis dan berkualitas.

14 Agustus 2024 In Berita

Penulis: Ayulia Fardila Sari ZA

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2024

Jumlah Halaman: 84 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Skrining  Penyakit Tidak  Menular  (PTM)  merupakan  wujud peran    serta    masyarakat     dalam    kegiatan    deteksi     dini, monitoring  dan tindak  lanjut  dini  faktor   risiko  penyakit  tidak menular secara mandiri  dan berkesinambungan.  Buku Pedoman Skrining     Kesehatan    Penyakit    Tidak     Menular    ini    berisi (Pengertian  Skiring  Penyakit  Tidak  Menular,  Manfaat,  Tujuan, Prevalensi Yang Meningkat

Halaman 1 dari 4