06 Mei 2026 In Berita

Penulis : Khalil | Dwi Ananta

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 328 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Pakan merupakan fondasi utama dalam sistem produksi ternak. Ketersediaan, kualitas, dan efisiensinya menentukan produktivitas, daya saing, serta keberlanjutan usaha peternakan. Di Provinsi Sumatera Barat, kekayaan sumber daya alam, baik dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, maupun deposit mineral alam, menyediakan berbagai bahan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan. Namun demikian, sebagian besar potensi tersebut masih belum dioptimalkan. Bahkan, sebagian di antaranya menjadi limbah dan berpotensi mencemari lingkungan.

08 November 2025 In Berita

Penulis : Khasrad dan Tinda Afriani

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2025

Jumlah Halaman: 212 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Ternak potong merujuk pada hewan ternak, baik ruminansia maupun nonruminansia, yang dibudidayakan dengan orientasi utama sebagai sumber produksi daging. Upaya budidaya ini dilakukan melalui optimalisasi berbagai faktor internal (seperti genetik dan fisiologis) maupun faktor eksternal (seperti manajemen pemeliharaan dan lingkungan).
Ternak potong merupakan jenis ternak yang dibudidayakan dengan tujuan utama sebagai penghasil daging. Kelompok ternak potong yang tergolong dalam ruminansia besar mencakup sapi dan kerbau. Kedua jenis ternak ini telah lama dikembangkan di Indonesia sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan daging nasional. Proses domestikasi yang berlangsung dalam kurun waktu yang panjang telah menghasilkan beragam bangsa (breed) ternak, yang menunjukkan adaptasi serta seleksi terhadap kondisi lingkungan maupun kebutuhan produksi. Bangsa ternak (breed) didefinisikan sebagai sekelompok hewan ternak yang memiliki karakteristik morfologis, fisiologis, dan genetik tertentu yang membedakannya dari kelompok lain dalam spesies yang sama. Karakteristik tersebut bersifat herediter dan dapat diwariskan kepada keturunan secara konsisten.

25 September 2025 In Berita

Penulis : Prof. Dr. Ir. Syahro Ali Akbar MP | Prof. Dr. Ir. Tri Astuti SPt. MP. IPU | Dr. Rica Mega Sari SPt. MP | Prof. Dr. Ir. Nurhaita, MP | Dara Surtina, SPt, MP

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2025

Jumlah Halaman: 179 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Ternak unggas berkontribusi cukup besar dalam penyediaan protein hewani (berupa daging dan telur) untuk kebutuhan masyarakat Indonesia. Utuk itu diperlukan suatu usaha peningkatan produksi ternak unggas, seiring dengan terjadinya penambahan kebutuhan daging dan telur, sebagai akibat pertambahan jumlah penduduk yang siknifikan setiap tahunnya. Peningkatan produksi daging dan telur yang dimaksud adalah dari produksi ternak Itik, ternak Puyuh, ternak Ayam Ras Petelur, ternak Ayam Ras Pedaging, ternak Ayam Kampung (Buras) dan ternak Ayam Kampung Unggul Balai Penelitian Pengembangan Pertanian (ayam KUB). Salah satu cara untuk meningkatkan produksi ternak unggas yang dimaksud adalah dengan menggunakan bahan ransum yang berkualitas (nilai gizi ransum harus terpenuhi sesuai dengan kebutuhannya).

27 Agustus 2025 In Berita

Penulis : Prof. Dr. Ir. Tertia Delia Nova, M.Si | Dr. Ir. Zulkarnain, MP | Dr. Ir. Azhar, MP

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2025

Jumlah Halaman: 231 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Dunia perunggasan di Indonesia sudah semakin berkembang, baik pengelolaan maupun teknologinya. Pengembangan manajemen usaha perunggasan juga sudah semakin mempertimbangkan targetpencapaian produksi yang optimal serta penurunan tingkat kegagalan panen akibat penyakit dan masalah manajemen
Kendala Peternakan Unggas di Indonesia
Iklim Tropis sebagai kendala utama pada peternakan ungags di Indonesia
Kondisi fisiologis dan metabolism tubuh unggas sangat tergantung pada suhu dan kelembaban lingkungan. Kondisi lingkungan yang mempengaruhi prokduktifitas, kesehatan dan performan ungags, meliputi suhi, kelembaban relative, pencahatyaan, system perkandangan dan ventilasi.
Suhu lingkungan pemeliharaan ayam adalah 25 – 28oC dengan kelembaban 60 -70%
Usaha peternakan di Indonesi belum dimanfaatkannya sumberdaya alam secara optimal karena, di antaranya kurangnya tenaga teknis terampil. ketersediaan teknologi tepat guna dan lain-lain.
Lemahnya kelembagaan dan posisi peternak, Adanya tuntutan agar pengelolaan peternakandapat memperhatikan masalah lingkungan yang dihasilkannya.
Permasalahan‑permasalahan tersebut harus segera diatasi guna menghadapi era otonomi daerah dan era pasar bebas. Sumberdaya pakan Ongkos produksi pakan adl bagian terbesar yaitu sekitar 50‑80% dari total biaya produksi dipeliharanya dan efisiensi manajemennya. !Maka dilakukan untuk mendapatkan pakan yang murah tanpa mengurangi nilai gizi, tidak bersaing dengan manusia dan cukup tersedia.

Halaman 1 dari 5