Admin Uapress

Admin Uapress

Quis fringilla quis cursus urna sed sed velit nunc metus condimentum. Et pretium nec magna eros id commodo ligula Phasellus Curabitur wisi. Lacus elit lorem ridiculus vitae tempus eget nibh ut risus et.
02 Jun 2026

Penulis : Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenny, Sp.DVE, Subsp.DKE, M.Ag, FINSDV, FAADV 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 171 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Folikel rambut merupakan struktur kompleks yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tumbuhnya batang rambut, tetapi juga sebagai suatu “mini-organ” dinamis yang mengalami siklus pertumbuhan, regresi, dan regenerasi secara berulang sepanjang kehidupan. Pemahaman mengenai embriologi dan struktur mikroskopis folikel rambut menjadi landasan penting dalam menjelaskan berbagai kelainan rambut, baik yang bersifat kongenital maupun didapat. (1)
Perkembangan folikel rambut dimulai sejak masa embrional melalui interaksi yang erat antara epitel ektoderm dan jaringan mesenkim dermis. Tahap awal ditandai dengan terbentuknya penebalan lokal pada epidermis yang disebut sebagai plakoda rambut. Struktur ini merupakan manifestasi pertama diferensiasi epidermis menuju pembentukan folikel rambut. (1,2)
Pada minggu ke-22 masa embrional, seluruh folikel rambut telah terbentuk sepenuhnya. Manusia tidak menghasilkan folikel rambut baru setelah lahir, dengan total sekitar 5 juta folikel di seluruh tubuh dan sekitar 100.000 di antaranya berada di kulit kepala. Secara mikroskopis, rambut terdiri dari dua struktur utama yaitu folikel rambut yang berada di dalam kulit dan batang rambut yang tampak di permukaan. (3)

02 Jun 2026

Penulis : Wenny Surya Murtius 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 237 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan merupakan salah satu tantangan sekaligus peluang terbesar yang dihadapi oleh negara-negara agraris, termasuk Indonesia. Sebagai negara dengan kekayaan biomassa yang melimpah, Indonesia menghasilkan limbah agroindustri dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya, baik dari sektor pertanian, perkebunan, maupun industri pengolahan hasil. Limbah tersebut, yang selama ini kerap dipandang sebagai residu yang tidak bernilai, pada kenyataannya menyimpan potensi yang sangat besar untuk dikonversi menjadi berbagai produk bernilai tambah tinggi. Dalam konteks inilah, konsep valorisasi limbah agroindustri menjadi semakin relevan dan strategis.
Valorisasi limbah agroindustri merupakan pendekatan ilmiah dan teknologi yang bertujuan untuk mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga pada optimalisasi pemanfaatan seluruh komponen biomassa melalui integrasi berbagai proses konversi. Dalam praktiknya, valorisasi limbah erat kaitannya dengan konsep biorefinery, di mana biomassa diolah secara terintegrasi untuk menghasilkan bioenergi, biokimia, dan biomaterial secara simultan atau berurutan. Pendekatan ini mencerminkan transformasi paradigma dari sistem linear menuju sistem sirkular yang lebih efisien dan berkelanjutan.

02 Jun 2026

Penulis : Drs. Rinaldi Eka Putra, M.Si | Prof. Dr. Rer. Soz. Damsar, M.A | M. Fedro Syafiola, S.Sos., M.Sos 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 225 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Bencana alam telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang peradaban manusia. Namun demikian, cara pandang terhadap bencana mengalami transformasi mendasar dari waktu ke waktu. Jika pada masa lalu bencana kerap dipahami semata-mata sebagai fenomena alam yang terjadi di luar kendali manusia, maka perspektif kontemporer justru menegaskan bahwa bencana adalah konstruksi sosial yang lahir dari pertemuan antara ancaman alam dengan kerentanan yang dibangun oleh struktur masyarakat (Wisner et al., 2004). Pemahaman ini membuka cakrawala baru yang menempatkan dimensi sosial sebagai inti dari kajian kebencanaan, sekaligus menegaskan pentingnya pendekatan sosiologis dalam upaya mitigasi.
Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di dunia. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa dalam kurun 2010–2023, lebih dari 35.000 kejadian bencana telah melanda berbagai wilayah nusantara, dengan korban jiwa, pengungsian, dan kerugian ekonomi yang sangat besar (BNPB, 2023). Bencana-bencana besar seperti tsunami Aceh 2004, gempa Yogyakarta 2006, tsunami Palu-Donggala 2018, hingga banjir bandang Nusa Tenggara Timur 2021 telah memperlihatkan secara gamblang bahwa ketimpangan sosial, kemiskinan, dan lemahnya kohesi komunitas turut menentukan seberapa besar dampak yang diterima masyarakat. Dengan kata lain, bencana selalu memiliki wajah sosial yang tidak bisa diabaikan.

02 Jun 2026

Penulis : Dr. Apt. Dwisari Dillasamola, M.Farm., Apt | Muhammad Riyadz Aqsha, S.Farm 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 270 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas yang memiliki kekayaan flora luar biasa, termasuk beragam tumbuhan yang berpotensi sebagai obat. Keanekaragaman hayati ini didukung oleh kondisi geografis dan iklim tropis yang memungkinkan berbagai jenis tanaman tumbuh subur sepanjang tahun. Hutan tropis Indonesia menjadi habitat bagi ribuan spesies tumbuhan, banyak di antaranya belum sepenuhnya diteliti dan memiliki potensi besar dalam pengembangan obat herbal maupun modern. Kekayaan ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat sumber daya genetik penting di dunia.
Sejak dahulu, masyarakat Indonesia telah memanfaatkan tanaman di sekitarnya untuk menjaga kesehatan dan mengobati berbagai penyakit. Pemanfaatan tersebut dilakukan secara sederhana, seperti melalui rebusan, tumbukan, atau ramuan tradisional yang dikenal luas sebagai jamu. Praktik ini tidak hanya didasarkan pada pengalaman empiris, tetapi juga pada pengamatan terhadap efek tanaman terhadap tubuh. Seiring waktu, penggunaan berkembang menjadi bagian dari sistem pengobatan tradisional yang terus digunakan hingga saat ini, baik di pedesaan maupun perkotaan.