Memahami Seksualitas Remaja Disabilitas Intelektual Melalui Skala Bergambar : Kontribusi Riset Universitas Andalas

Penulis : Ns. Arif Rohman Mansur, S.Kep., M.Kep | Ns. Ira Mulya Sari, M.Kep., Sp.Kep A.n | Ns. Mutia Farlina, M.Kep., Sp.Kep A.n | Ns. Marsi Sekar Ningrum, S.Kep | Finatri Handayani, S.Kep 

ISBN: 

Bahasa: Indonesia

Cetakan: Pertama, 2026

Jumlah Halaman: 271 halaman

Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

 

Sinopsis :

Buku referensi ini hadir sebagai jawaban atas kekosongan literatur sekaligus kuatnya stigma tabu di Indonesia terkait pendidikan seksualitas bagi remaja penyandang disabilitas intelektual (DI). Selama ini, masyarakat kerap memelihara miskonsepsi yang memandang individu difabel sebagai sosok aseksual anak-anak abadi tanpa hasrat atau sebaliknya, hiperseksual dan tidak terkendali. Faktanya, remaja dengan DI mengalami proses pubertas dan kematangan biologis yang setara dengan populasi umum, namun tidak diiringi oleh kesiapan emosional maupun kapasitas kognitif. Fenomena klinis ini dikenal sebagai disinkroni perkembangan.
Kesenjangan ekstrem antara tubuh yang menua secara biologis dan nalar yang tertinggal ini secara signifikan melipatgandakan kerentanan remaja DI. Kondisi tersebut diperparah oleh kecenderungan kepatuhan tanpa kritik (acquiescence) terhadap figur otoritas, yang kerap dimanipulasi oleh predator untuk melancarkan kekerasan seksual sekaligus membungkam penolakan korban. Menjawab krisis ini, buku ini secara tegas memformulasikan pendekatan Pendidikan Seksualitas Komprehensif yang inklusif, ramah kognisi, dan berbasis bukti empiris.
Disusun di atas landasan riset kuantitatif deskriptif yang melibatkan 197 remaja laki-laki dengan DI di 15 Sekolah Luar Biasa (SLB) dan panti asuhan di Kota Padang, buku ini memetakan tingkat literasi kesehatan reproduksi menggunakan instrumen visual termodifikasi Pictorial Sexual Knowledge Scale (PSKS). Analisis penelitian mengkaji enam domain pengetahuan krusial, yaitu: pubertas, batas tubuh, sentuhan yang pantas, hubungan yang pantas, penyakit menular seksual (PMS), serta relasi antara seksualitas dan hukum.
Temuan utama buku ini sangat membuka mata. Meskipun remaja DI menunjukkan pemahaman dasar yang relatif baik mengenai konsep “batas tubuh” dan etika pergaulan, mereka memiliki kekosongan pengetahuan yang sangat kritis terkait pencegahan penyakit menular seksual khususnya HIV/AIDS yang memperoleh skor terendah secara konsisten. Selain itu, mereka mengalami kesulitan besar dalam mengenali sentuhan ilegal atau pelecehan seksual dalam perspektif hukum, terutama akibat kompleksitas konsep abstrak yang sulit dipahami secara kognitif.
Lebih dari sekadar pemaparan data, buku ini menawarkan rancangan strategi instruksional yang praktis dan aplikatif bagi orang tua, pendidik pendidikan khusus, serta praktisi kesehatan. Menyadari bahwa narasi abstrak dan eufemisme justru berpotensi merusak pemahaman difabel, buku ini menganjurkan penerapan prinsip Universal Design for Learning (UDL) melalui media visual konkret, seperti buku interaktif tiga dimensi (pop-up book), skema circles concept, serta penggunaan istilah anatomi medis secara lugas dan eksplisit. Buku ini juga membekali pembaca dengan strategi pengelolaan perilaku dan simulasi asertivitas (role-play) untuk melatih anak berani mengatakan “tidak”, berteriak, dan melarikan diri ketika otonomi tubuhnya terancam.
Pada akhirnya, karya monumental kontribusi Universitas Andalas ini bukan semata pedoman akademik, melainkan instrumen advokasi hak asasi manusia. Buku ini mendedikasikan visinya untuk memberdayakan remaja penyandang disabilitas intelektual agar memiliki kedaulatan atas tubuh mereka sendiri, sembari mengajak seluruh ekosistem masyarakat merajut jaring perlindungan berlapis. Dengan demikian, generasi rentan ini dapat merayakan kedewasaannya secara aman, terhormat, dan bermartabat.

Read 8 times