Unand Press
Untuk Kejayaan Bangsa
Penulis : Ana Fitri Ramadani
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 147 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Pertumbuhan penduduk juga berpengaruh terhadap perubahan administrasi kota. Salah satu contoh adalah penelitian Milone, membahas mengenai pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perubahan sistem administrasi kota di Indonesia dengan membandingkan hasil sensus penduduk tahun 1930 dan 1961. Berikutnya adalah buku yang ditulis oleh Gusti Asnan berjudul Pemerintahan Sumatera Barat dari VOC hingga Reformasi. Buku tersebut membahas mengenai sejarah administrasi pemerintahan di Sumatera Barat. Sungguh pun pembahasan buku tersebut lebih mengarah kepada sejarah pemerintahan di Sumatera Barat, tetapi tidak melihat mengenai perubahan administrasi pemerintahan terhadap perkembangan kota.
Permasalahan perubahan administrasi pemerintahan menjadi satu hal yang menarik untuk dibahas dalam penulisan sejarah kota, sama seperti yang terjadi pada kota Payakumbuh. Payakumbuh yang merupakan salah satu kota di dataran tinggi Sumatera Barat, memiliki keunikan dalam sistem administrasi pemerintahan selama hampir 30 tahun lebih. Payakumbuh di samping berkedudukan sebagai sebuah kotamadya juga merangkap sebagai ibukota dari Kabupaten Limopuluah Koto. Posisi istimewa tersebut berakar pada sejarah kota tersebut, yang merupakan bagian dan pusat pemerintahan dari Afdeeling Limopuluah Koto.
Nas dan Martin mengemukakan bahwa Pemerintah Kolonial Belanda yang menjadikan Payakumbuh sebagai sebuah kota. Payakumbuh dikembangkan dengan melibatkan ke-13 kelarasan yang terdapat di Afdeeling Limopuluah Koto. Pemerintah Kolonial Belanda mengembangkan Nagari Koto nan Gadang dan Nagari Koto nan Ampek menjadi daerah kota Payakumbuh dan sebagai pusat administrasi dari pemerintah Afdeeling Limopuluah Koto.
Penulis : Dr. Siska Efendi, SP., MP
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 251 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Kumbang koksi memiliki rekam jejak histori yang sangat panjang sebagai agens pengendali hayati di berbagai belahan dunia. Dokumentasi awal oleh Kirby dan Spence (1846) menyingkap bahwa pada awal abad ke-19, para petani di Inggris telah mempraktikkan konservasi dengan cara memelihara dan melindungi koloni kumbang koksi dari serangan burung pemangsa guna mengendalikan ledakan populasi kutu daun hop (Phorodon humuli). Paradigma ini memicu perluasan program introduksi antar-kawasan geografis berskala besar di fase berikutnya. Salah satu tonggak sejarah awal ditunjukkan melalui pelepasan spesies Coccinella undecimpunctata dari Eropa ke Selandia Baru pada tahun 1874 yang secara efektif menekan kepadatan populasi kutu daun pada tanaman buah serta vegetasi rumput pakan ternak (Gambar 1) (Dumbleton, 1936). Memasuki awal abad ke-20, kebutuhan mendesak akan supresi pengendalian hayati terhadap kompleksitas hama eksotik mendorong Amerika Utara melakukan introduksi masif yang mencakup tidak kurang dari 179 spesies kumbang koksi sejak tahun 1900, di mana spesies superior Harmonia axyridis tercatat pertama kali dilepaskan sebagai agens pengendalian hayati klasik di benua tersebut pada tahun 1916 (Gambar 1) (Obrycki & Kring, 1998).
Penulis : Rina Marnita
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 205 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Kuantifikasi merupakan salah satu domain fundamental dalam struktur bahasa manusia karena berkaitan langsung dengan cara penutur memahami, membatasi, dan mengonseptualisasikan realitas. Dalam hampir semua bahasa, manusia tidak hanya menamai benda, tetapi juga menentukan berapa banyak, seberapa besar, atau sejauh mana suatu entitas dipahami dalam pengalaman sehari-hari. Oleh sebab itu, kuantifikasi tidak dapat dipandang sekadar sebagai persoalan numerik, melainkan sebagai fenomena linguistik, kognitif, dan budaya yang kompleks.
Dalam kajian tipologi gramatikal, kuantifikasi melibatkan interaksi antara numeralia, classifier, penanda massa (mass markers), satuan ukuran, serta struktur sintaktis yang menghubungkannya dalam frasa nominal. Studi-studi lintas bahasa menunjukkan bahwa bahasa-bahasa di dunia memiliki strategi yang sangat beragam dalam mengekspresikan kuantitas. Sebagian bahasa menggunakan sistem classifier secara produktif, sementara bahasa lain lebih mengandalkan struktur nominal atau satuan ukur leksikal. Variasi ini menunjukkan bahwa kuantifikasi merupakan salah satu area penting dalam tipologi linguistik karena berkaitan erat dengan cara bahasa mengorganisasi entitas dalam dunia pengalaman.
Kajian klasik yang dihimpun oleh Timothy Shopen (1985) memperlihatkan bahwa strategi kuantifikasi dalam bahasa sangat dipengaruhi oleh cara suatu bahasa membedakan entitas sebagai diskret (discrete entities) atau kontinu (continuous entities). Entitas diskret dipahami sebagai objek yang memiliki batas individual yang jelas dan dapat dihitung satu per satu, seperti manusia, hewan, atau benda tertentu. Sebaliknya, entitas kontinu dipahami sebagai substansi atau massa yang tidak secara inheren memiliki batas unit alami, seperti air, beras, pasir, atau cairan lainnya. Pembedaan ini menjadi dasar munculnya dua strategi kuantifikasi utama, yaitu menghitung (counting) dan mengukur (measuring).
Penulis : Hary Efendi | Zaiyardam | Siti Ba’isati Dzakiyah
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 194 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Keluarga dalam gambaran ideal sering dipahami sebagai ruang paling intim bagi manusia untuk beristirahat dari dunia kerja. Rumah dibayangkan sebagai tempat percakapan berlangsung, kehangatan dipelihara, dan waktu dibagi secara utuh di antara anggota keluarga (Purwati, 2026:18). Idealnya, “kerja” dipahami sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sekaligus menopang keberlangsungan kehidupan keluarga. Namun dalam kehidupan masyarakat modern, kerja sering kali justru menyita sebagian besar waktu dan energi individu sehingga memengaruhi relasi sosial dalam rumah tangga (Lefebvre, 1991:63).
Kondisi tersebut terlihat dalam kehidupan Joni Hendra sebagai seorang kepala keluarga yang merupakan mekanik distributor BBM. Pekerjaan ini menuntut ritme kerja panjang, mobilitas tinggi, dan jam kerja yang tidak menentu. Ia pergi ketika sebagian besar orang masih tidur dan pulang saat pagi mulai datang. Dalam situasi seperti ini, batas antara malam dan pagi menjadi kabur, waktu keluarga dipotong oleh tuntutan pekerjaan, sementara tubuh dipaksa terus bergerak mengikuti ritme industri dan distribusi. Di sisi lain, sang istri, Witrayeti, menjalani kehidupan domestik yang hampir tidak berubah dari hari ke hari. Aktivitas memasak, mencuci, membersihkan rumah, menyiapkan kebutuhan keluarga, hingga menunggu kepulangan suami berlangsung dalam pola repetitif yang nyaris tanpa jeda. Kehidupan rumah tangga berjalan, tetapi dalam irama yang monoton dan sunyi.
Fenomena ini memperlihatkan bahwa kehidupan sehari-hari sesungguhnya bukan sesuatu yang sederhana. Henri Lefebvre dalam Critique of Everyday Life (1991) menjelaskan bahwa kehidupan sehari-hari merupakan ruang penting untuk memahami bagaimana modernitas bekerja melalui rutinitas, waktu, dan pembagian kerja sosial. Bagi Lefebvre, kehidupan sehari-hari adalah titik pertemuan antara kebutuhan manusia dan sistem sosial yang mengatur hidupnya. Rutinitas yang terus berulang perlahan membentuk keterasingan manusia terhadap waktu, tubuh, bahkan relasi sosialnya sendiri. Kehidupan yang tampak biasa justru menjadi ruang di mana tekanan ekonomi, disiplin kerja, dan tuntutan sosial bekerja paling nyata.
Penulis : Dr. Hamdani, MM, M.Si, Ak, CA, Cert.IPSAS, CFr.A, CACP, Asean-CPA | Dr. Efa Yonnedi, SE, MPPM, Akt, CA, CRGP
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 309 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Dalam teori, konsep dan praktek auditing dan akuntansi ada tiga istilah yang memiliki persamaan namun memiliki perbedaan dalam pengertiannya yakni audit kecurangan, audit forensik, dan audit investigasi. Fraud auditing adalah pemeriksaan khusus yang dirancang untuk mendeteksi, menyelidiki, dan mencegah tindakan kecurangan (fraud) seperti penipuan, penggelapan aset, atau manipulasi laporan keuangan. Sedangkan audit forensik adalah proses investigasi mendalam terhadap catatan dan transaksi keuangan untuk mendeteksi atau menyelidiki tindak kecurangan (fraud) dengan tujuan mengumpulkan dan menganalisis bukti-bukti yang sah agar dapat digunakan dalam proses hukum atau peradilan untuk membuktikan apakah kecurangan benar terjadi, mengidentifikasi pelakunya, dan mengumpulkan alat bukti hukum yang kuat. Selanjutnya audit investigasi adalah serangkaian proses sistematis dalam mencari, mengumpulkan, dan menganalisis bukti-bukti untuk mengungkap apakah suatu dugaan kecurangan (fraud) atau pelanggaran hukum benar-benar terjadi dengan tujuan menemukan fakta dan pelakunya guna mendukung tindakan hukum atau penyelesaian selanjutnya
Audit Kecurangan (Fraud Auditing) sudah diajarkan pada Program Studi Akuntasi yang diselenggarakan perguruan tinggi negeri dan swasta sebagai mata kuliah. Materi ini menjadi bagian dari mata kuliah Akuntansi Sektor Publik, mengingat audit kecurangan memeliki keterkaitan dengan Audit Investigasi atau Akuntansi Forensik untuk kepentingan sektor publik. Meningkatnya kebutuhan akan auditor yang mampu melakukan Audit Investigasi Kerugian Keuangan Negara/Daerah maupun BUMN/BUMD membuka peluang bagi lulusan akuntansi menjalani profesi dan keahlian tersebut.
Penulis : Prof. Ir. Syafii, ST, MT, PhD | Imra Nur Izrillah, ST
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 201 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Perkembangan penetrasi energi terbarukan yang semakin besar dalam sistem tenaga listrik menuntut adanya perubahan pendekatan dalam perencanaan dan pengoperasian sistem tenaga. Karakteristik intermiten dan ketidakpastian daya keluaran pembangkit energi terbarukan menimbulkan tantangan baru terhadap stabilitas, keandalan, kualitas daya, serta keseimbangan operasi sistem tenaga listrik. Oleh karena itu, buku ini membahas berbagai aspek penting dalam perencanaan sistem tenaga terintegrasi, mulai dari proyeksi kebutuhan daya, integrasi pembangkit energi terbarukan, analisis reserve margin, dan stabilitas sistem tenaga.
Materi dalam buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, akademisi, maupun praktisi di bidang teknik elektro dan sistem tenaga listrik, khususnya pada mata kuliah Perencanaan Sistem Tenaga Listrik, Analisa Sistem Tenaga, Energi Terbarukan, dan Smart Grid. Buku ini disusun dengan menggabungkan pendekatan teoritis dan aplikatif agar pembaca memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perencanaan sistem tenaga listrik pada era transisi energi menuju Net Zero Emission. Beberapa ilustrasi dan gambar dalam buku ini dibuat dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan ChatGPT dan selanjutnya disesuaikan oleh penulis untuk mendukung kebutuhan visual dan penyampaian materi.
Penulis : Zaiyardam | Septi Utami | Selfi Mahat Putri | Kurnia Warman | Sitti Ba’itsati Dzakiyah
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 211 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Dalam Sejarah Indonesia modern, memang tidak ditemukan sistem perbudakan seperti yang terjadi dalam Sejarah Amerika atau Afrika. Namun demikian, gaya perbudakan itu justru kental, terutama ketika memperlakukan masyarakat sebagai hamba sahaya. Hal itu terutama dalam kasus-kasus kepemilikan tanah, dimana penguasa berperilaku seperti paduka raja dan tuan tanah secara sewenang-wenang merampas tanah milik Masyarakat, sehingga Masyarakat sebagai pemilik sah dari tanah itu ditempatkan sebagai hamba sahaya, hamba yang harus mengabdi kepada paduka raja dan tuan tanah. Jelas sekali sikap, pikiran dan tindakan paduka raja dan tuan tanah itu mendapat tantangan dan perlawanan keras dari Masyarakat.
Mereka sesungguhnya bukan hamba sahaya, yang harus mengabdi kepada negara dan tuan tanah. Mereka adalah pemilik sah, kelompok Masyarakat yang sah dan diakui oleh hukum adat maupun hukum negara. Hukum yang seringkali diselewengkan oleh paduka raja dan tuan tanah. Simak kisah dibawah ini yang sikap paduka raja dan tuan tanah memperlakukan masyarakat seperti hamba sahaya. Perlakauan ini kemudian menimbulkan perlawanan dari Masyarakat. Jika berhadapan dengan petani, maka masalah utama Adalah tanah, terutama Ketika terjadi ekspansi Perkebunan (sawit).
Mengamati secara seksama tentang ekspansi Perkebunan sawit, terdapat berbagai persoalan didalamnya. Satu sisi, perkebunan sawit menjanjikan kesejahteraan Masyarakat. Namun di sisi lain, terjadi perampasan tanah, baik secara terselubung maupun secara terbuka. Aktor-aktor yang bermain didalamnya juga beragam banyak seperti penguasa (negara), penguasa tradisonal (penghulu) pengusaha, broker, aparat negara, aparat sipil negara dan preman. Mereka inilah yang memiliki andil besar sbagai sumber konflik dalam ekspansi kapitalis perkebunan sawit itu. Untuk mempertajam analisis, maka dirumuskan beberapa pertanyaan pokok yaitu; Bagaimana posisi paduka raja, tuan tanah dan hamba sahaya dalam konstalasi ekspansi kapitalism perkebunan sawit di Pasaman Barat? Mengapa konflik dan konflik kekerasan sampai bentrokan berdarah muncul di Nagari Kapa, Air Bangis, Kinali, dan Nagari Aia Gadang? Skenario seperti apa yang diinginkan setiap elemen (paduka raja, tuan tanah dan hamba sahaya) dalam persoalan penyelesaan konflik tanah.?
Penulis : Dr. Nindya Fitri, S.S., M.Hum
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 225 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk cara manusia berkomunikasi, berinteraksi, dan meninggalkan jejak bahasa. Komunikasi yang dahulu berlangsung secara lisan atau melalui dokumen fisik kini sebagian besar berpindah ke ruang digital dalam bentuk pesan instan, surat elektronik, media sosial, dokumen elektronik, hingga interaksi berbasis kecerdasan buatan. Perubahan tersebut menghadirkan peluang baru sekaligus tantangan baru bagi dunia hukum dan penegakan keadilan.
Dalam konteks tersebut, linguistik forensik berkembang menjadi salah satu disiplin yang semakin penting. Bidang ini tidak hanya mempelajari bahasa sebagai sistem komunikasi, tetapi juga memanfaatkan analisis bahasa untuk membantu mengungkap fakta-fakta yang relevan dalam proses investigasi dan peradilan. Bahasa dapat menjadi petunjuk identitas pelaku, sarana kejahatan, sekaligus alat bukti yang memiliki nilai hukum.
Penulis : Prof. Dr. Ir. Syahro Ali Akbar, MP | Prof. Dr. Ir. Tri Astuti S.Pt. MP.IPU Asean Eng | Dr. Rica Mega Sari, S.Pt. MP | Prof. Dr. Ir. Nurhaita, MP | Dr. Pristian Yuliani. SPt. BSac. MSc
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 221 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Buku Ajar “Filsafat Ilmu Dan Metode Penelitian Peternakan” adalah salah satu buku yang dibutuhkan oleh tenaga edukatif sebagai salah satu referensi yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar. Disamping itu tentu mahasiswa Program Magister (S2) Peternakan juga sangat memerlukan buku ajar ini untuk lebih memahami, memperdalam dan menerapkan materi terkait dengan Filsafat Ilmu Dan Metode Penelitian Peternakan. Terutama untuk mahasiswa dalam merealisasikan Tesis sebagai tugas akhirnya.
Penulis : Diah Anggraini Austin, Virtuous Setyaka
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Cetakan: Pertama, 2026
Jumlah Halaman: 208 halaman
Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm
Sinopsis :
Perdagangan global selama ini kerap dipahami semata-mata sebagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan ekspor, impor dan mekanisme pasar. Namun, realitas kontemporer menunjukkan bahwa perdagangan internasional juga merupakan arena politik, tempat kepentingan negara, kekuatan pasar, norma hukum internasional, serta dinamika global saling berinteraksi dan sering kali berkonflik. Tarif, sanksi, standar teknis, hingga kontrol ekspor bukan semata instrumen ekonomi, melainkan perangkat geopolitik yang membentuk arah kebijakan luar negeri, keamanan, dan pembangunan.